Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Mirisnya, pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Jateng justru banyak berasal dari orang terdekat korban. Kondisi ini membuat edukasi soal batasan tubuh, keberanian berbicara, dan ruang aman bagi anak semakin penting dilakukan sejak dini.

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 4:41 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (PHPA) DP3AKB Provinsi Jateng, Ilma Patriani. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Anak seharusnya mendapat rasa aman dari orang-orang di sekitarnya. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya. Orang yang seharusnya menjadi tempat berlindung anak tak jarang justru menjadi pelaku kekerasan seksual.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (PHPA) DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Ilma Patriani mengatakan, pelaku kekerasan seksual terhadap anak sejauh ini banyak berasal dari lingkungan terdekat korban.

“Rata-rata adalah orang terdekat, orang-orang yang seharusnya mengayomi, melindungi, tetapi pada kenyataannya justru dialah yang menjadi pelakunya,” kata Ilma dalam Podcast Ruang Baca yang dilansir dari kanal YouTube Bacaajadotco.

Menurut Ilma, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena kedekatan antara korban dan pelaku membuat anak berada dalam situasi yang sulit. Sosok yang dipercaya keluarga maupun anak justru dapat menyalahgunakan kepercayaan tersebut.

Karena itu, ia meminta orang tua dan lingkungan sekitar tidak hanya mengajarkan anak untuk mengenali orang asing, tetapi juga membangun pemahaman mengenai batasan tubuh, sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta keberanian untuk menyampaikan ketika mengalami perlakuan yang membuat tidak nyaman.

Baca juga: Mereka yang Diam-Diam Mendukung Pelaku Kekerasan Seksual

Edukasi tersebut, kata Ilma, perlu diberikan sejak dini melalui pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Sebab, masih ditemukan anak yang tidak menyadari bahwa perlakuan tertentu yang dialaminya merupakan bentuk pelecehan seksual.

“Beberapa yang kami temui, anak-anak ini enggak paham ternyata itu merupakan bentuk pelecehan seksual yang dia alami,” ujarnya. Menurutnya, ketidakpahaman anak dapat membuat korban terlambat menyadari dan menceritakan pengalaman yang dialaminya. Kondisi tersebut semakin sulit ketika anak tidak memiliki ruang aman untuk berbicara.

Karena itu, keberanian untuk menyampaikan atau speak up perlu dibangun sejak anak-anak. Ilma mendorong anak agar tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga berani merespons ketika melihat temannya mengalami perlakuan yang tidak semestinya.

“Ketika dia melihat temannya dilecehkan, teman yang lain sudah langsung merespons, melaporkan ke guru BK atau kemudian mengatakan jangan atau lari,” jelasnya.

Ruang Digital

Selain terjadi secara langsung, ancaman terhadap anak kini juga berkembang ke ruang digital. Ilma menyebut kekerasan berbasis gender online atau KBGO menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Anak, menurutnya, tidak hanya berpotensi menjadi korban kekerasan secara langsung, tetapi juga dapat menjadi korban melalui dunia maya. “Fenomena kekerasan di ranah daring ini sedang menjadi PR untuk kita semua,” katanya.

Untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Ilma menilai perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan keluarga, sekolah, pemerintah, komunitas anak hingga masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem perlindungan yang membuat anak memiliki tempat aman untuk bercerita ketika menghadapi persoalan.

Menurutnya, Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Genre dapat menjadi bagian dari sistem tersebut karena anak terkadang lebih nyaman berkomunikasi dengan teman sebayanya.

Baca juga: Mahasiswi Unsoed Korban Kekerasan Seksual Oknum Profesor Masih Trauma

“Kadang anak-anak kita lebih nyaman ketika berkomunikasi ataupun curhat dengan teman-teman sebaya,” tutur Ilma. Ia berharap masyarakat tidak menunggu sampai kekerasan terjadi untuk mulai memberikan perlindungan. Edukasi, pendampingan dan komunikasi terbuka antara orang tua dengan anak harus dibangun sejak awal.

Sebab, menurut Ilma, perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. “Semua anak harus kita lindungi tanpa terkecuali karena semua anak adalah anak kita,” pungkasnya.

Sebab, kalau tempat yang seharusnya menjadi zona aman justru berubah menjadi sumber ancaman, yang perlu diperbaiki bukan keberanian anak untuk bicara saja, tetapi juga keberanian orang dewasa untuk benar-benar mendengar dan melindungi. (dul)

You Might Also Like

Zebra Candi Jalan Terus, Pelanggar Tetap Gaspol

Wajah Rusak Setelah Treatmen Kecantikan? Peradi SAI Tegaskan Korban Bisa Gugat Klinik

Citra Satelit Nunjukin Ada Pembukaan Lahan Baru Dekat Danau BSB Seluas Ratusan Hektar

Enam Pejabat Bank Pasar Semarang Main Kredit Nakal, Negara Kebobolan

Pegawai Kementrian HAM, Gugat Menteri Pigai, Nah Loh…..

TAGGED:headlinekekerasan seksualpolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul) Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi
Next Article PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul) Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto. (dul)

Ekshumasi Jadi Kunci Sibak Misteri Kematian, Makam Sutrimo Dijaga Polisi

Siswa PAUD Diajak Kenal Menabung Sejak Dini

Pemkot Buka Layanan Skrining Kanker Payudara Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Ini Beda Haji dan Umrah, Penting Disimak

April 13, 2026
Ekonomi

Bangun Tidur Nambah Rp15,9 T, Prajogo Pangestu Tertajir se-Indonesia

Januari 20, 2026
Hukum

Papua Memanas Lagi, Korban Sipil Jatuh, Versi Berbeda Muncul

April 21, 2026
Info

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Maret 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?