BACAAJA, TENGARAN- Suasana Sendang Senjoyo di Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (14/6/2026), tak hanya dipenuhi semangat perayaan Milad ke-95 PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng.
Di lokasi yang dikenal sebagai salah satu sumber mata air penting itu, puluhan botol eco enzyme dituangkan ke perairan dan ribuan bibit ikan ditebar sebagai simbol sekaligus aksi nyata menjaga lingkungan.
Kegiatan bertajuk “Aksi Ekologis untuk Kehidupan Berkelanjutan” tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin. Dalam kesempatan itu, ia mengajak kaum perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga bumi dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
Menurut Nawal, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran lingkungan karena banyak kebiasaan hidup sehari-hari justru berawal dari lingkungan keluarga.
Bersama kader PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng, Nawal ikut melakukan penyebaran puluhan botol eco enzyme dan menebar 1.000 bibit ikan ke kawasan perairan Sendang Senjoyo.
Baca juga: Cegah Banjir: Kader PKK Jateng Diajak Nandur Pohon
Aksi tersebut bukan sekadar seremonial. Eco enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik rumah tangga diyakini dapat membantu memperbaiki kualitas air dan mengurangi pencemaran. Sementara penebaran ikan dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Nawal menilai langkah-langkah sederhana seperti itu menjadi semakin penting karena Jateng saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang tidak bisa dianggap remeh.
Mulai dari cuaca yang semakin tidak menentu, meningkatnya potensi banjir, hingga ancaman tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah menjadi tanda bahwa dampak perubahan iklim sudah dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Selain persoalan perubahan iklim, Nawal juga menyoroti masalah sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar di Jateng. Ia menyebut volume sampah di provinsi ini mencapai sekitar enam juta ton setiap tahun dan belum seluruhnya tertangani secara optimal.
Karena itu, ia mendorong masyarakat mulai membangun kebiasaan ramah lingkungan dari rumah. Mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga memanfaatkan limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Pelestarian Lingkungan
Sementara itu, Ketua PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng, Monica Subastia, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Ibu Jaga Bumi, sebuah gerakan yang mendorong perempuan untuk aktif terlibat dalam pelestarian lingkungan.
Program tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, penanaman tanaman di pekarangan, pelatihan pembuatan kompos dan eco enzyme, hingga aksi bersih-bersih lingkungan.
Menurut Monica, eco enzyme yang digunakan dalam kegiatan itu merupakan hasil produksi kader Nasyiatul Aisyiyah yang dibuat dari limbah organik rumah tangga.
Ia mengatakan Sendang Senjoyo dipilih karena menjadi salah satu sumber air penting yang menopang kehidupan masyarakat hingga wilayah hilir. “Harapannya bisa mengembalikan ekosistem air, karena kita tahu air menjadi sumber kehidupan. Apalagi perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling terdampak ketika terjadi kekeringan atau pencemaran air,” ungkap Monica.
Baca juga:
Selain itu, pihaknya juga menebar 1.000 bibit ikan yang terdiri dari mujair, nila, bawal, dan uceng. Harapannya, ikan-ikan tersebut dapat berkembang biak dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
“Jadi tidak hanya di hulu, tetapi mengalir sampai ke hilir, sehingga masyarakat yang berada di sepanjang aliran air juga bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Di saat sebagian orang masih sibuk memperdebatkan siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, para ibu ini memilih langsung menebar solusi ke air. Sebab bumi tidak pernah meminta status peduli lingkungan di media sosial. Yang dibutuhkan hanyalah lebih banyak tangan yang mau bergerak sebelum sungai tinggal cerita dan mata air tinggal kenangan. (tebe)

