Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Drama Nasi Dingin di Aceh: Emosi Wakil Bupati yang Berujung Tinju
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Drama Nasi Dingin di Aceh: Emosi Wakil Bupati yang Berujung Tinju

Kasus ini jadi sorotan nasional, apalagi karena menyangkut program yang menyentuh masyarakat bawah. Banyak pihak berharap kejadian seperti ini nggak terulang di tempat lain.

Nugroho P.
Last updated: November 1, 2025 4:47 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, Hasan Basri
SHARE

BACAAJA, PIDIE JAYA – Kasus pemukulan yang melibatkan Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, Hasan Basri, lagi jadi omongan di mana-mana. Aksi emosionalnya terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Muhammad Reza, bikin heboh setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Kamis (30/10/2025), saat Hasan melakukan sidak ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gara-gara nasi dingin, suasana jadi panas.

Awalnya, Hasan datang buat memastikan program MBG berjalan sesuai standar. Tapi begitu lihat nasi yang katanya “keras dan dingin”, ia langsung kesal. Emosi makin naik waktu tahu Kepala SPPG belum kelihatan di lokasi.

Beberapa saksi bilang, Hasan sempat mengacak-acak nasi di dapur sambil menegur petugas. Suasananya mulai tegang, apalagi setelah Muhammad Reza datang naik motor. Ia langsung disambut dengan nada tinggi.

“Begitu saya datang, saya mau salaman. Tapi Pak Wabup langsung nanya siapa pimpinan SPPG. Saya jawab, saya, Pak. Lalu beliau langsung meninju kepala saya sambil bilang kasih nasi basi buat anak kami,” kata Reza menirukan momen itu.

Reza membela diri. Ia bilang, nasi yang terlihat dingin itu bukan karena basi, tapi memang harus didinginkan dulu biar nggak cepat rusak. “Kalau langsung dimasukkan panas-panas, malah gampang basi,” jelasnya.

Hasan Basri sendiri nggak menampik kejadian itu. Ia mengaku emosinya terbawa suasana. “Saya kecewa, nasi keras, kepala dapur nggak ada di tempat. Saya spontan marah,” ujarnya waktu dikonfirmasi wartawan.

Ia juga mengakui menampar Reza dua kali. “Saya memang salah, saya sudah emosi. Saya manusia biasa,” tambahnya singkat.

Tapi situasi berubah setelah video pemukulan itu tersebar luas di media sosial. Warganet ramai mengomentari aksi sang pejabat yang dinilai kelewat batas.

Nggak lama, Hasan muncul dalam video permintaan maaf berdurasi 45 detik. Dengan suara agak bergetar, ia bilang, “Saya mohon maaf atas kesilapan saya terhadap Ananda Reza. Saya khilaf, saya menyesal.”

Namun, kasus ini nggak berhenti di situ. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan tindakan Hasan ke Polres Pidie Jaya. Mereka menilai kekerasan terhadap petugas program sosial adalah bentuk pelanggaran serius.

“Program Makan Bergizi Gratis dijalankan dengan semangat kemanusiaan. Kekerasan seperti ini mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” tegas Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, lewat keterangan tertulis.

Pihak BGN juga mengirim tim pendamping untuk memastikan Reza mendapat perlindungan hukum. Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, membenarkan laporan itu sudah diterima dan penyelidikan sedang berjalan.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, mencoba menenangkan suasana. Ia mempertemukan Hasan dan Reza di Gedung MTQ Pidie Jaya. Harapannya, masalah ini bisa diselesaikan dengan cara damai.

“Saya sudah mediasi. Kalau bisa selesai secara kekeluargaan, ya kita selesaikan baik-baik. Tapi kalau lewat jalur hukum, saya tidak bisa menghalangi,” ucapnya.

Menurut Sibral, tindakan Hasan memang salah, tapi bisa jadi pelajaran buat semua pejabat agar bisa menahan diri. “Jangan karena marah, kita lupakan etika dan tanggung jawab,” ujarnya.

Kasus ini jadi sorotan nasional, apalagi karena menyangkut program yang menyentuh masyarakat bawah. Banyak pihak berharap kejadian seperti ini nggak terulang di tempat lain.

Meski sempat ricuh, aktivitas dapur MBG di Desa Sagoe disebut tetap berjalan normal. Anak-anak sekolah masih dapat jatah makan bergizi seperti biasa.

Pemerintah daerah juga memastikan distribusi makanan tetap sesuai standar kesehatan dan gizi. “Yang penting anak-anak jangan sampai jadi korban,” kata salah satu petugas dapur.

Sampai kini, publik masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Apakah kasus ini akan berujung damai, atau lanjut ke meja hukum, belum ada kepastian.

Yang jelas, dari kasus “nasi dingin” ini, satu hal yang bisa dipetik: emosi sesaat pejabat bisa bikin panas satu daerah. Kadang, yang dibutuhkan cuma sedikit sabar dan komunikasi. (*)

You Might Also Like

Kades Ungkap Detik-detik Perampokan Rumah Juragan Sate di Boyolali, Satu Anak Tewas

Daftar 7 Bupati/Wali Kota Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK, Dua dari Jateng

Sat-set, Setahun Polres Banjarnegara Bongkar Ratusan Kasus Kriminal

Dua Sekda Klaten Terseret Korupsi Plasa yang Bikin Negara Rugi Rp6 Miliar

Sudewo Patok Tarif Calon Perangkat Desa Rp150 Juta, Anak Buahnya Mark-up Jadi Rp225 Juta

TAGGED:MBGpemukulanwabup pidie jayawakil bupati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Media Asing Sorot IKN, Disebut Calon ‘Kota Hantu’
Next Article Menakar Nasib Wakil Bupati Pidie Jaya Usai Pukul Bos MBG

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

PEMER MEDALI--Nava (dua dari kiri) dan koleganya pamer medali usia mengikuti Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Kesaksian Wabup Purworejo hingga Pelari Pemula: Soekarno Run 2026 Bikin Ketagihan

OMZET MENINGKAT--Kedai Bunzen Coffee di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Surakarta dipenuhi konsumen yang habis ikut Soekarno Run SOC 2026. (bae)

Berkah Soekarno Run 2026: UMKM Solo Ketiban Rezeki, Dagangan Laris Sejak Subuh

PAPARAN - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho menyampaikan pemaparan terkait tanggung jawab industri saat Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPR RI dalam rangka pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Desain Industri ke Provinsi Jawa Tengah.

Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tampang Eks Camat Medan Maimun Almuqarrom Natapradja yang gunain kartu kredit pemerintah untuk judol hingga ludes Rp1,2 miliar. (Dok. Instagram Kecamatan Medan Maimun)
Hukum

Camat di Medan Judi Rp1,2 M Pakai Kartu Kredit Pemerintah, Sanksinya Cuma Copot Jabatan?

Januari 29, 2026
Hukum

Rp8 Juta, Kapal Asing, Vonis Mati Mengintai

Februari 22, 2026
TERSANGKA CENGENGESAN -- Dua tersangka kasus peredaran sabu-sabu (berkaus hitam) masih bisa senyum-senyum saat diserahkan penyidik polisi ke jaksa penuntut umum, Rabu (13/5/2026). (bae)
Hukum

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Mei 15, 2026
Anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin (baju putih) diperiksa sebagai terdakwa penembakan dalam sidang di PN Semarang, Selasa (17/6/2025). (bai)
Hukum

Kecurigaan Publik Terbukti! Aipda Robig Pembunuh Gamma Simpul Jaringan Sabu-sabu

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Drama Nasi Dingin di Aceh: Emosi Wakil Bupati yang Berujung Tinju
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?