Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Jalan Majapahit kembali dibenahi. Tapi kali ini Pemprov Jateng tidak mau sekadar menambal lubang lalu berharap semuanya beres.

T. Budianto
Last updated: Agustus 12, 2026 3:06 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PROYEK PERBAIKAN: Sejumlah pekerja tengah mengerjalan proyek perbaikan di Jalan Majapahit Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Jalan Majapahit, Kota Semarang, kembali dibenahi. Kali ini, ruas Jalan Brigjen Sudiarto sepanjang sekitar 300 meter tidak sekadar ditambal, tetapi ditingkatkan menggunakan perkerasan beton.

Pemilihan konstruksi beton tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai salah satu tantangan terbesar ruas tersebut adalah tingginya beban kendaraan yang melintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyebut, sejumlah kendaraan dengan sumbu tiga bahkan lebih kerap melintasi ruas Jalan Majapahit, terutama dari arah setelah pintu tol menuju kawasan timur.

Kondisi tersebut membuat beban yang diterima jalan menjadi lebih berat dibandingkan ruas jalan yang lalu lintas kendaraannya didominasi kendaraan dengan sumbu lebih rendah.

“Di Jalan Majapahit ini banyak kendaraan yang sampai sumbu tiga. Ini sebenarnya menjadi salah satu penyebab dengan tingginya beban lalu lintas yang ada di situ,” ujar Henggar, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Jalan Provinsi Bisa Jadi Mesin PAD Baru

Menurutnya, kendaraan dengan sumbu dua masih relatif aman bagi konstruksi jalan. Namun, ketika kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih semakin banyak melintas, beban terhadap jalan ikut meningkat.

“Kalau sudah sampai sumbu tiga atau bahkan lebih, ini yang menjadi catatan kami karena bebannya lebih tinggi dibanding tempat lain,” katanya. Beban kendaraan tersebut bahkan dinilai bisa berada di atas beban rencana yang sebelumnya telah diperhitungkan dalam pembangunan jalan.

Karena itu, perbaikan Jalan Majapahit kali ini menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Pekerjaan dilakukan pada ruas sepanjang 300 meter dengan lebar 10,8 meter.

Nilai Kontrak

Proyek yang dikerjakan CV Nava Draco itu memiliki nilai kontrak Rp4,679 miliar dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender, mulai 2 Juli hingga 28 Desember 2026.

Hingga 9 Agustus, progres pekerjaan telah mencapai 21,732 persen. Pekerjaan yang telah dilakukan meliputi pengukuran, rekayasa lalu lintas, penggalian aspal eksisting, serta pengecoran beton sekitar 200 meter pada satu lajur.

Henggar mengatakan, penggunaan beton diharapkan membuat usia layanan jalan lebih panjang dibandingkan apabila kembali menggunakan aspal. “Dengan menggunakan beton ini daya tahannya akan lebih lama. Harapan kita secara umur akan jauh lebih tinggi dibanding menggunakan aspal,” jelasnya.

Namun, persoalan Jalan Majapahit tidak hanya berhenti pada konstruksi. Henggar menilai perlu ada pembicaraan lebih luas mengenai pengelolaan lalu lintas kendaraan berat di jalur tersebut.

Baca juga: Luthfi Sidak Proyek Perbaikan Jalan Parakan-Patean

Menurut dia, ruas Semarang hingga Blora memiliki lalu lintas yang cukup penting. Bahkan, pemerintah berharap jalur tersebut ke depan dapat beralih status menjadi jalan nasional.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Jateng perlu duduk bersama dengan pemerintah daerah yang wilayahnya dilintasi jalur tersebut, mulai dari Kota Semarang, Kabupaten Demak, Grobogan hingga Blora.

“Harapan kita sebenarnya ruas Semarang sampai Blora ini bisa beralih menjadi jalan nasional. Ini menjadi catatan bagi kita,” ujarnya. Henggar menegaskan, perbaikan jalan memang penting, tetapi menjaga agar jalan tidak kembali cepat rusak juga tidak kalah penting.

Sebab, sebagus apa pun konstruksi yang dibangun, jalan tetap memiliki batas kemampuan ketika terus-menerus menerima beban kendaraan yang melebihi perencanaannya. “Beban lalu lintas ini bisa jadi di atas beban rencana yang sudah kita siapkan sebelumnya,” Tegas Henggar.

Jadi, kali ini Jalan Majapahit memang mendapat “baju besi” berupa beton. Tinggal satu pertanyaan: kalau truk sumbu tiga tetap datang tanpa kompromi, jangan-jangan betonnya yang akhirnya ikut minta rehat. (dul)

You Might Also Like

Kontainer Numpuk Bukan Bea Cukai, Importir Malah Santai Dulu

Kota Semarang Jadi Proyek Percontohan Program Ruang Bersama Indonesia

Kas Semarang Aman, Target Hampir Kesentuh

Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!

Di Tengah Bencana, Mendagri Janjikan ‘Hadiah’ Rp 1 Triliun untuk Daerah, Begini Syaratnya

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengPUPR jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta
Next Article HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Perbaikan Jalan Provinsi, Pemprov Dapat Suntikan Anggaran Rp200 Miliar

PENGENALAN DUNIA KERJA - PLN Icon Plus ajak siswa SLB B Yakut Purwokerto kenali ekosistem dunia kerja melalui program program BERDAYA.

PLN Icon Plus Ajak Siswa SLB B Yakut Purwokerto Kembangkan Kemampuan melalui Program Magang Industri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Puasa Jalan, Ghibah Masih Lancar, Gimana Nasib Pahalanya?

Februari 22, 2026
Ekonomi

Dekranasda Pamer Karya Perempuan Jateng di Inacraft

Februari 5, 2026
Info

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Februari 24, 2026
Daerah

Wisatawan Jateng Udah Lumayan, Tembus 53 Juta, tapi…

November 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?