BACAAJA, SEMARANG – Kabar baik datang untuk jalan-jalan provinsi di Jawa Tengah. Pemprov Jateng mendapat tambahan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk mempercepat peningkatan dan preservasi sejumlah ruas jalan yang kondisinya membutuhkan penanganan.
Tambahan tersebut membuat anggaran penanganan jalan provinsi pada 2026 bertambah dari sebelumnya sekitar Rp340 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, tambahan anggaran itu menjadi ruang baru bagi pemerintah untuk memperluas cakupan perbaikan jalan.
“Kalau saat ini justru yang di ruas jalan itu kita dapat tambahan lagi alokasi anggaran. Ini ada Rp200 miliar malahan kita ditambahi lagi,” kata Henggar saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: Jalan Jepara-Keling Akhirnya Dibeton
Menurut Henggar, sejumlah ruas bahkan sudah disiapkan untuk masuk tahap tender. Di antaranya jalan di wilayah Cepu, Kelet-Keling, hingga Wonogiri. “Sudah kita persiapkan untuk proses tender, ada termasuk yang di Cepu, kemudian ada lagi yang di Kelet, Keling, kemudian ada lagi yang di Wonogiri,” ujarnya.
Tambahan dana tersebut menjadi penting lantaran kondisi kemantapan jalan provinsi mengalami penurunan. Jika pada akhir 2025 tingkat kemantapan jalan masih berada di kisaran 94 persen, kini angkanya turun menjadi sekitar 84 persen.
Henggar menyebut penurunan itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dikejar. Pemprov Jateng pun memasang target agar tingkat kemantapan jalan kembali menembus lebih dari 90 persen pada penghujung 2026.
“Mudah-mudahan target kita di 2026 akhir ini bisa naik lagi di atas 90 persen. Harapan kita seperti itu,” jelasnya. Ia menyebut tambahan anggaran tersebut mulai dialokasikan sekitar Juni-Juli 2026.
Penanganan Jalan
Dana itu nantinya digunakan untuk memperluas penanganan jalan, baik melalui pekerjaan yang sudah berjalan maupun ruas-ruas baru yang tengah dipersiapkan.
Salah satu pekerjaan yang saat ini berjalan yakni peningkatan Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang. Sementara sejumlah ruas lain masih dalam tahap persiapan untuk mendapatkan penanganan.
Henggar berharap tambahan anggaran tersebut tidak sekadar menambah jumlah proyek, tetapi benar-benar mampu mendongkrak kembali kondisi jalan provinsi.
Baca juga: Ini Ruas Jalan yang Bakal Diperbaiki Pemprov Tahun 2026
Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih layak, sekaligus membantu kelancaran mobilitas dan distribusi barang di berbagai daerah. “Kami berharap seluruh pelaksanaan pekerjaan yang ada di kami, utamanya peningkatan ruas jalan provinsi, dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Dengan tambahan Rp200 miliar, pekerjaan rumah jalan provinsi kini mendapat amunisi baru. Tinggal menunggu hasil akhirnya: apakah jalan benar-benar kembali mulus atau pengguna jalan masih harus hafal titik mana saja yang cocok dijadikan arena off-road dadakan. Karena bagi pengendara, jalan mulus bukan kemewahan. Itu mestinya memang standar. (dul)

