BACA AJA, SEMARANG- PSIS Semarang akhirnya dapat napas lagi setelah kemenangan perdana musim ini, dan Jafri Sastra langsung ngegas: “Tenang, belum waktunya turun kasta. Bursa transfer sebentar lagi buka, Bro.”
Aura optimis pelatih 60 tahun itu tiba-tiba bikin Mahesa Jenar terasa nggak seremes pekan-pekan awal. Kemenangan tipis 1-0 atas Persiba Balikpapan akhir pekan kemarin bukan cuma bikin suporter PSIS lega, tapi juga jadi sinyal kalau Jafri Sastra lagi nyusun rencana besar agar Mahesa Jenar nggak harus “angkat koper” dari Pegadaian Championship 2025/2026.
Pelatih asal Padang itu yakin banget timnya masih punya peluang selamat dari degradasi. Dengan nada santuy tapi nendang, dia bilang PSIS masih punya banyak laga dan… satu kartu truf: bursa transfer Januari 2026.
“Peluang untuk lolos dari degradasi masih terbuka lebar. Dan nanti ada jendela transfer juga,” ujar Jafri.
Waktunya Ngerombak?
Setelah debut manisnya, Jafri dapet hadiah: kompetisi jeda sebulan penuh. Buat Jafri, ini waktu emas untuk berbenah. Bond kebanggan warga Semarang ini bakal turun ke lapangan lagi pada 27 Desember lawan Barito Putera. “Ada banyak yang harus kami bicarakan dengan manajemen untuk persiapan selanjutnya,” kata Jafri yang kini memegang lisensi AFC Pro.
Paceklik Kemenangan
Kemenangan lawan Persiba sekaligus ngeputus rantai paceklik, sebelas laga tanpa tiga poin di era Kahudi Widodo dan Ega Raka Galih. Tapi… klasemen masih belum ramah. PSIS tetap cuma punya 5 poin dari 12 laga dan masih nyangkut di posisi 10 Grup Timur.
Gap-nya tiga poin dari Persiku Kudus yang jadi batas aman.
Masih berat? Iya.
Masih mungkin? Jafri bilang: “Gas terus.
Kalau PSIS ini kayak HP kentang, Jafri datang bawa update software, emang nggak bikin jadi flagship, tapi cukup biar nggak nge-lag tiap buka aplikasi. Tinggal nunggu bursa transfer buat upgrade RAM-nya. (tebe)

