Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

COO PSIS: Enam Poin Harga Mati

Main di rumah sendiri, disoraki penuh dari tribun, tapi pulangnya tetap gigit jari. PSIS Semarang lagi-lagi gagal bangkit. Skor telak, posisi makin rawan, dan waktu buat salah makin tipis. Liga 2 sekarang bukan tempat buat coba-coba.

T. Budianto
Last updated: Januari 20, 2026 3:02 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BERTEMU WALI KOTA: COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal (paling kanan) bersama CEO PSIS, Datu Nova Fatmawati yang juga istrinya saat beraudiensi dengan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Balai Kota, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- COO PSIS Semarang, Fariz Julinar Maurisal menegaskan, situasi tim saat ini sudah masuk fase darurat. Kekalahan di kandang dari Deltras FC membuat posisi Laskar Mahesa Jenar kian rawan, sehingga seluruh elemen tim diminta saling mendukung dan bekerja lebih keras demi menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi.

PSIS Semarang kembali menelan pil pahit di pekan ke-16 Championship 2025/2026. Bermain di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1/2026), Laskar Mahesa Jenar justru dibungkam Deltras FC dengan skor mencolok 0-3. Kandang sendiri pun tak lagi ramah.

Baca juga: Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat

Hasil ini jadi tamparan keras, bukan cuma buat pemain, tapi seluruh elemen tim. Kekalahan tersebut membuat PSIS masih betah di zona merah, dengan jarak aman yang kian menjauh.

Fariz mengakui, hasil minor tersebut jelas bikin mental tim terguncang. “Kami terpukul, apalagi ini terjadi di kandang sendiri dengan dukungan suporter yang luar biasa. Posisi kami semakin tidak aman, dan itu benar-benar terasa,” ujar Fariz lewat akun Instagram pribadinya, Senin (19/1/2026).

Fase Darurat

Menurut Fariz, situasi PSIS saat ini sudah masuk fase darurat. Bukan lagi awal musim yang masih bisa ditoleransi dengan alasan adaptasi atau transisi. “Ini bukan awal musim. Kami ada di zona degradasi dan tidak bisa santai. Semua harus sadar posisi kami sekarang,” tegasnya.

Usai laga, manajemen langsung bergerak. Fariz mengaku sudah berdiskusi panjang dengan pelatih kepala Jafri Sastra, jajaran asisten, hingga tim analis. Fokusnya satu: bertahan.

“Kami harus kerja keras. Target jelas, PSIS harus bertahan. Di kondisi seperti ini, tidak ada saling menyalahkan. Tidak ada pemain lama atau baru, semua satu: PSIS,” ungkapnya.

Solidaritas jadi kata kunci. Fariz menekankan pentingnya saling dukung antara pelatih dan pemain demi keluar dari situasi sulit. “Pelatih ke pemain, pemain ke pelatih harus saling support. Apa pun akan kami lakukan supaya PSIS bisa bertahan di Liga 2, meski jalannya tidak mudah,” tambahnya.

Menatap laga ke depan, Fariz tak mau setengah-setengah. Dua pertandingan kandang sisa putaran kedua dipatok sebagai laga hidup-mati. “Dua laga kandang berikutnya harus menang. Enam poin harga mati,” tegasnya.

Baca juga: PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

PSIS dijadwalkan menjamu Persela Lamongan pada 24 Januari 2026 dan Kendal Tornado FC pada 30 Januari 2026 di Stadion Jatidiri. Selain itu, manajemen juga masih berburu pemain di bursa transfer tengah musim. “Ada satu-dua pemain yang masih kami kejar. Posisi kami belum aman, sementara tim-tim zona bawah juga terus berbenah,” jelas Fariz.

Sekarang pilihannya cuma dua: Jatidiri kembali jadi kandang angker, atau PSIS siap-siap akrab dengan papan bawah. Enam poin sudah ditagih, tinggal lapangan yang menjawab, janji atau kenyataan. (tebe)

You Might Also Like

Semarang Mau 2026 Lebih ‘Hijau’, Agsutina Gaspol di Pangan & Lingkungan

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Bencana Aceh, Luapan Rasa Kecewa?

Jelang Lebaran, Pemprov Geber GPM dan Dokter Speling

Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

Kapolri Gaspol, 32 Dapur Gizi Polri di Jateng Resmi Beroperasi!

TAGGED:coo psisheadlineMahesa Jenarpanser biruPSIS Semarangsnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kas Semarang Aman, Target Hampir Kesentuh
Next Article PDIP Rombak Kursi Kader di DPR, Rieke ‘Oneng’ Sekarang di Komisi Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Megawati Soekarnoputri kembali tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris jendral PDI Perjuangan periode 2025-2030. Keputusan yang membuat kaget kader dan juga pengurus DPP sendiri.
Politik

Megawati Main Kartu Uno, Hasto Balik Jadi Sekjen

Agustus 15, 2025
Kedatangan Presiden Prabowo SUbianto di Bali, Sabtu (13/9/2025).
Info

Listyo Sigit Absen Sambut Prabowo, Ngambek karena Isu Pergantian Kapolri Makin Panas?

September 14, 2025
Terdakwa Aipda Robig Zaenudin (baju putih) mengikuti sidang pledoi di PN Semarang, Selasa (15/7/2025). (bae)
Unik

Dalih Aipda Robig: Gamma Tewas Bukan karena Saya Tembak, tapi . . .

Juli 15, 2025
Warga Aceh kibarkan bendera putih, mereka nyerah bantuan seret.
Info

Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Prabowo Singgung soal Serangan Politik

Desember 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: COO PSIS: Enam Poin Harga Mati
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?