Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng

Masalah sengketa lahan di Jateng tuh kayak playlist lagu galau, diputer-puter, tapi nggak kelar juga. Nah, Sekda Jateng Sumarno akhirnya angkat suara, minta pemerintah pusat turun tangan lebih serius biar urusan tanah yang ribet ini bisa cepat beres.

T. Budianto
Last updated: April 13, 2026 6:57 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
HADIRI RDP: Sekda Provinsi Jateng, Sumarno menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Sekda Provinsi Jateng, Sumarno lagi-lagi nge-push percepatan penyelesaian sengketa lahan di wilayahnya. Tapi kali ini, dia nggak mau jalan sendiri, dirinya minta “backup” dari pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Sumarno saat ikut Rapat Dengar Pendapat (RDP) bareng Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026). Dalam forum itu, topiknya nggak main-main: mulai dari legitimasi lahan sampai revitalisasi pangkalan TNI, yang tujuannya buat beresin konflik tanah sekaligus ngatur ulang aset pertahanan biar lebih optimal.

Sumarno bilang, langkah dari Komisi I DPR RI, khususnya Panja Tanah TNI, patut diapresiasi. Soalnya, mereka dinilai serius banget buat ngerapihin konflik agraria yang melibatkan TNI, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Baca juga: Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

“Jateng masih punya PR soal sengketa lahan, salah satunya di Urut Sewu, Kebumen. Sampai sekarang masih proses,” ungkapnya. Di forum itu, Pemprov Jateng diminta buka-bukaan soal masalah yang ada, mulai dari kronologi, langkah yang sudah diambil, sampai progres penyelesaiannya. Harapannya, dari diskusi ini bakal lahir solusi konkret, bukan cuma wacana.

Sumarno juga nggak menutup mata kalau urusan ini bakal panjang dan kompleks. Makanya, dia berharap ada kebijakan khusus dari pusat yang bisa jadi “gaspol” biar penyelesaiannya nggak jalan di tempat.

“Harapannya sih ada kebijakan yang bisa mempercepat. Karena di ujung nanti pasti banyak hal rumit yang nggak bisa diselesaikan tanpa intervensi khusus,” jelasnya.

Kasus Cepat

Saat ini, strategi yang dipakai Pemprov Jateng adalah step by step alias bertahap. Mereka fokus dulu ke kasus-kasus yang bisa cepat diselesaikan, sambil pelan-pelan ngerjain yang lebih besar.

Nggak cuma konflik besar kayak Urut Sewu, ternyata ada juga masalah administratif yang bikin geleng-geleng kepala. Contohnya, aset SMA Negeri 2 Purwokerto yang malah tercatat milik TNI, sementara lahan Kodim Purwokerto justru masuk aset Pemprov Jateng. Belum lagi lahan di Pekalongan yang dipakai layanan kesehatan TNI tapi status hukumnya masih abu-abu.

“Sebenernya ini tinggal duduk bareng aja buat beresin. Dulu sempat mulai, tapi ke-pause gara-gara pergantian pimpinan. Semoga ke depan bisa lanjut lagi,” tambahnya. Sumarno memastikan, Pemprov Jateng nggak bakal berhenti di tengah jalan. Sambil nunggu rekomendasi resmi dari RDP, upaya penyelesaian tetap jalan terus.

Baca juga: Lahan 16,4 Hektare yang Bikin Heboh, Siapa Sebenarnya Pemiliknya? Ini Suara Nusron

Menurutnya, RDP ini penting banget karena hasilnya nanti nggak cuma buat daerah, tapi juga jadi pegangan kementerian dan lembaga terkait. Targetnya jelas: penyelesaian sengketa tanah yang lebih rapi, kompak, dan menyeluruh.

Soalnya kalau urusan tanah aja masih “saling klaim”, gimana mau ngomongin masa depan? Jangan-jangan, yang punya tanah bingung, yang nempatin santai, dan yang nyatat malah beda cerita. (tebe)

You Might Also Like

Dari Dapur ke FYP: UMKM Jabungan Belajar Ngonten

Ultah ke-479, Semarang Bagi-Bagi “Hadiah”: Naik BRT Gratis, Wisata Free, Parkir Cuma 479 Perak!

Kapolsek Genuk Pimpin Penyambutan Rombongan Biksu Thudong

Musorprov KONI Jateng Dimajukan ke Oktober, Biar Nggak Ketabrak Aturan Baru

Tanpa Solar, Nggak Berisik: Pompa Rob Demak Kini Ngandelin Matahari

TAGGED:headlinepemprov jatengsekda jatengsengketa lahan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Direktur Misterius Menang Tender Jumbo Motor MBG, Eh Warga Sekitar Ikut Bingung
Next Article Jenderal Uganda Bikin Heboh, Ultimatum Aneh Tuai Sorotan Dunia, Pingin Gadis Turki Juga..

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KETERANGAN PERS - Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menjelaskan penanganan kasus kematian korban glamping Posong. (ist)

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari

SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden)

Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis

Pocong Bawa Sajam Keliling Cilacap Bikin Warga Susah Tidur

Mengenal Warteg, Awalnya untuk Kuli, kini Mendunia

Mau Tahu Penyebab Bau Amis Daging Kurban? Sepele Banget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

EkonomiPlesir

Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Maret 8, 2026
Ilustrasi BMKG.
Info

Kemarau Belum Datang, Alarm El Nino Sudah Bikin Deg-degan Nasional

Mei 26, 2026
Daerah

Bupati Sudewo ke Pansus DPRD Pati: “Bahas PBB Aja, Jangan Kemana-Mana”

September 6, 2025
Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Hukum

Sidang Chromebook: Angka 85 Persen Jadi Senjata

Maret 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?