Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat

Main di kandang sendiri harusnya jadi ajang pamer taring. Tapi yang terjadi di Stadion Jatidiri justru sebaliknya. PSIS Semarang tampil loyo, kurang greget, dan akhirnya tumbang telak. Skor 0-3 dari Deltras FC bikin malam itu terasa panjang buat Laskar Mahesa Jenar dan juga buat suporternya.

T. Budianto
Last updated: Januari 18, 2026 4:02 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DUEL UDARA: Centre back PSIS Aldair Simanca Pena melakukan duel udara dengan pemain Deltras FC dalam laga lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri, Sabtu (17/1/2026). (Foto : PSIS Official)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Rasa kecewa jelas terpancar dari wajah pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, usai peluit panjang dibunyikan. Bermain di hadapan publik sendiri, PSIS justru babak belur dihajar Deltras FC, tim tamu yang datang tanpa banyak basa-basi.

PSIS sudah tertinggal satu gol di babak pertama. Harapan bangkit di paruh kedua malah makin menjauh setelah Deltras menambah dua gol tambahan. Skor akhir 0-3 pun tak terhindarkan, membuat Jatidiri mendadak senyap.

Menurut Jafri, masalah PSIS bukan cuma soal kalah skor. Lebih dari itu, permainan timnya jauh dari kata rapi dan disiplin. “Kami kalah bukan hanya dari hasil akhir. Kami bekerja keras, tapi tidak disiplin. Ini tentu jadi tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala,” ujar Jafri dengan nada menahan kecewa.

Baca juga: Mahesa Jenar Takluk di Kandang

Di babak kedua, Jafri mencoba mengutak-atik susunan pemain. Rotasi dilakukan, tenaga segar dimasukkan, harapan perubahan pun digantungkan. Sayangnya, yang segar cuma nama di daftar pemain, bukan permainan di lapangan.

Lini depan PSIS masih tumpul seperti pisau belum diasah. Kreativitas mandek, alur serangan mudah dibaca, sementara lini belakang berkali-kali kehilangan fokus. Sebaliknya, Deltras tampil rapi, disiplin, dan tahu kapan harus menghukum.

Makin Kepepet

Dua gol tambahan dari tim berjuluk The Lobster itu seolah jadi stempel bahwa malam itu memang bukan milik PSIS. “Di babak kedua kami sudah tidak bisa mengontrol permainan. Kami coba cari solusi dengan pemain yang lebih segar, berharap ada pembeda, tapi justru terbalik,” tambah Jafri.

Kekalahan ini bikin posisi PSIS makin kepepet di papan bawah klasemen. Situasi bisa makin runyam jika di laga lain Persipal Palu mampu mencuri poin penuh. Bayang-bayang kembali ke dasar klasemen pun mulai terasa nyata.

Jafri menegaskan evaluasi besar-besaran bakal dilakukan. Dua laga sisa putaran kedua kini jadi misi wajib menang jika PSIS masih ingin bernapas lega dan keluar dari zona merah.

Baca juga: PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

Sementara itu, dari kubu tamu, pelatih Deltras FC Widodo C Putro tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku sejak awal tak terlalu ambil pusing dengan banyaknya pemain baru di skuad PSIS.  Fokus Deltras simpel: main dengan gaya sendiri, rapi, dan disiplin dan hasilnya langsung kelihatan di papan skor.

Main di kandang, kalah telak, klasemen makin sesak. Kalau begini terus, Jatidiri bukan lagi benteng, tapi cuma tempat latihan lawan buat nambah poin. (tebe)

You Might Also Like

Wakil Ketua DPRD Jateng Gelar Turnamen Sepak Bola Perangkat Desa

Jadwal Timnas Indonesia U-23 vs Laos U-23: Kickoff, Live Streaming, dan Prediksi Line-up

Batik Parang di Dada Garuda, Jersey Timnas Baru Bikin Bangga

PSIS Tambah Bek, Alarm Belanja Belum Dimatikan

Enam Tim Tampil di Piala Presiden 2025, Dua Klub Asing

TAGGED:datu nova fatmawatiMahesa Jenarpanser biruPSISsnex
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo, Respati Ardi, resik-resik kali bersama petugas DLH, Minggu (18/1/2026). Respati inisiasi program 'Wali Jogo Kali'. Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi
Next Article Cukai Khusus Rokok Ilegal: Menimbang Jalan Tengah antara Penertiban dan Keadilan Fiskal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Menggema, #Patrick Out!! 

Oktober 12, 2025
Sepak Bola

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Desember 30, 2025
Sepak Bola

Erick: Lawan China Wajib Menang

Mei 30, 2025
Sepak Bola

Widodo C Putro: Pokoknya Nyerang!

Mei 26, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Main di Kandang, Serasa Tandang: Jafri Sastra Kecewa Berat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?