BACAAJA, SEMARANG – Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang diprediksi bakal terus ramai. Bukan cuma pendukung Sudewo, kelompok yang berseberangan juga memastikan akan datang lagi.
Kelompok Pati Ora Sepele (POS) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memastikan bakal mengawal jalannya sidang Sudewo sampai putusan dibacakan.
Pada sidang Senin (10/8/2026), massa pendukung Sudewo dari Aksi Pati Bangkit (APB) datang dengan sekitar lima bus. Sementara POS-AMPB membawa sekitar 65 orang dengan satu bus.
Bacaaja: Hakim Patahkan Perlawanan Sudewo Pati, Sidang Korupsi Rp6,3 M Tetap Jalan
Bacaaja: Sudewo Siap Buka-bukaan, Pengacara Minta Ketua DPRD Pati Dihadirkan dalam Sidang
Kehadiran dua kubu sempat membuat suasana di sekitar Pengadilan Tipikor Semarang memanas. Massa pro dan kontra Sudewo bahkan sempat berhadap-hadapan di Jalan Suratmo.
Polisi kemudian membuat barikade untuk memisahkan kedua kelompok. Bentrokan akhirnya berhasil dicegah.
Koordinator POS, Suharno, mengatakan kedatangan mereka bukan untuk mencari keributan. POS ingin mengawal proses hukum Sudewo sekaligus menyuarakan pemberantasan korupsi.
“Kami akan mendukung atau memantau sampai proses pengadilan itu selesai,” kata Suharno.
Ia mengatakan POS memang baru hadir dalam persidangan Sudewo kali ini. Sebelumnya, mereka sengaja memberikan ruang kepada kelompok yang mendukung Sudewo untuk menyampaikan aspirasinya.
“Kami sebenarnya lebih menjaga situasi kondusif,” ujarnya.
Namun, kini POS memilih turun langsung dan akan konsisten mengawal persidangan. “Kami akan mengawal secara penuh dan secara konsisten sampai persidangan ini selesai,” tegasnya.
Meski bakal kembali datang, Suharno mengatakan POS tidak ingin massa pro dan kontra Sudewo terjebak dalam konflik.
Ia menyebut mereka sama-sama warga Pati dan tidak seharusnya saling bermusuhan hanya karena berbeda sikap.
“Kami bagaimana pun juga mengedepankan cara-cara yang humanis karena kami sadar kita itu sama-sama rakyat,” katanya.
Menurut Suharno, masyarakat juga jangan sampai diadu domba oleh pihak-pihak tertentu.
“Kami enggak ingin diadu domba antara rakyat, rakyat diadu domba oleh golongan-golongan tertentu, mungkin dari politik, dari pihak-pihak lain,” tegasnya. (bae)

