Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan

Masyarakat adat kini boleh bernafas lega. Masyarakat adat tak perlu lagi meminta izin ke pemerintah pusat untuk sekadar berkebun di hutan.

R. Izra
Last updated: Oktober 17, 2025 11:18 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi masyarakat adat sedang berada di hutan.
Ilustrasi masyarakat adat sedang berada di hutan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Akhirnya kabar baik buat masyarakat adat! Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memutuskan kalau masyarakat adat boleh buka lahan perkebunan di kawasan hutan.

Masyarakat ada gak perlu nunggu izin dari pemerintah pusat untuk berkebun di hutan.

Tapi catat ya —izin nggak wajib asal kebunnya bukan buat komersial alias cari untung.

Putusan ini keluar dari sidang MK dengan nomor 181/PUU-XXII/2024, yang menyoal UU Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023.

Intinya, MK bilang aturan yang melarang semua orang berkebun di hutan tanpa izin itu nggak berlaku buat masyarakat adat.

Mereka tuh udah hidup turun-temurun di sana dan cuma berkebun buat kebutuhan sehari-hari.

“Masyarakat yang hidup secara turun temurun di dalam hutan dan tidak ditujukan untuk kepentingan komersial tidak perlu izin dari pemerintah pusat,” ujar Ketua MK Suhartoyo, Senin (16/10/2025).

Gak Boleh Asal Tebas Hutan

Biar jelas, keputusan ini bukan lampu hijau buat siapa pun buka lahan di hutan sesuka hati.

MK menegaskan, kebijakan ini khusus buat masyarakat adat, yang hidupnya memang sudah nyatu sama hutan sejak dulu.

Selama tujuannya buat bertahan hidup —bukan cari profit— mereka nggak bisa kena sanksi administratif.

Hakim Konstitusi Enny Nuraningsih juga ngingetin, aturan ini udah sejalan sama putusan MK tahun 2014 (Nomor 95/PUU-XII/2014), yang dari dulu melindungi hak masyarakat adat untuk bertani dan berkebun secukupnya buat makan, sandang, dan papan.

  • Kesimpulannya:
  • Masyarakat adat boleh buka kebun di hutan tanpa izin.
  • Tapi no go kalau buat bisnis atau jualan besar-besaran.
  • Fokusnya cuma buat kebutuhan hidup sehari-hari.
  • Negara wajib lindungi mereka, bukan malah hukum.

Putusan ini dianggap sebagai angin segar buat masyarakat adat yang selama ini sering terjepit aturan “izin usaha” meski mereka cuma berkebun kecil-kecilan buat makan.

Sekarang, lewat keputusan MK, hak hidup mereka di tanah leluhur akhirnya diakui secara hukum. (*)

You Might Also Like

Google, Meta, TikTok Pesta Iklan, Media Lokal Kebagian Sisa

6 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hanyut di Kendal, 4 Ditemukan Meninggal

Gak Ada Gebrakan, UMP Jateng 2026 Masih akan Jadi Terendah Nasional?

Siswa Upload Menu MBG Ada Belatung, BGN: Sikap Kurang Bersyukur

Final Islah! PBNU Adem Lagi, Gus Yahya & Gus Ipul Kembali Gojegan

TAGGED:berkebunberkebun di hutanheadlinehutanmasyarakat adatputusan mk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Warung sembako Madura buka di ruko pinggir Jalan Abdurrahman Saleh, Semarang. (bae) Warung Madura Menjamur di Semarang, Buka 24 Jam hingga Pelosok Permukiman
Next Article Tau Kota Tertua di Jawa Tengah? Jangan Kaget Ini Urutannya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TANAM PADI - Petani di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masih menanam padi, meski kemarau sudah mulai datang, Minggu (29/6/2026). (dul)

Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

KIRAB BUDAYA - Kirab budaya dalam peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, bikin suasana tetap meriah tanpa dentuman sound horeg.

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya

Latsarmil SPPI Resmi Dihentikan

Bejatnya Psikolog Gadungan, Tipu dan Cabuli Korban di Hotel Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Tumpeng Hangat dan “My Way”: Ultah Megawati Jadi Reuni Trah Bung Karno

Januari 25, 2026
Ilustrasi judi online (judol). (grafis/tera).
Hukum

320 WNA Sindikat Judol Internasional Digulung Polisi, Siapa Beking Mereka?

Mei 11, 2026
MELESTARIKAN BUDAYA - Sejumlah anak dari generasi Gen Z mengikuti workshop membuat Warak Ngendhog di TBRS, Minggu (2/5/2026). (dul)
Tumbuh

Menjaga Warisan, Menyentuh Generasi: Harapan dari Warak Ngendog hingga Teater

Mei 3, 2026
Daerah

Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara

Januari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?