BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang tancap gas menangani dampak banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Ngaliyan dan Tugu, Jumat, (15/5/2026). Penanganannya nggak cuma soal urusan fisik di lapangan, tapi juga menyasar kebutuhan warga yang terdampak.
Sejak banjir datang, jajaran OPD bersama tim gabungan langsung diterjunkan ke titik-titik terdampak. Mulai dari bersihin lumpur, normalisasi saluran air, nyedot genangan, sampai mendata warga yang terdampak dilakukan hampir tanpa jeda supaya kondisi cepat balik normal.
Baca juga: Seputar Banjir Semarang: Maryam Hanyut Terseret Arus, Tanggul Mangkang Jebol
Di sisi lain, bantuan sosial juga mulai disalurkan ke warga. Pemkot Semarang menyiapkan berbagai kebutuhan darurat mulai dari makanan siap saji sampai perlengkapan keluarga.
Total bantuan yang sudah disalurkan di antaranya 60 paket makanan siap saji, 140 paket lauk siap santap, 25 kasur, 10 tenda gulung, 10 paket family kit, dan 8 paket perlengkapan anak-anak.
Kebutuhan Dasar
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, bantuan tersebut diprioritaskan untuk warga yang kondisinya paling terdampak banjir. “Bantuan tersebut disiapkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada wilayah dan warga yang paling terdampak,” tegas Agustina, Jumat (15/5/2026).
Pemkot juga memastikan koordinasi lintas OPD terus diperkuat supaya penanganan banjir nggak setengah-setengah. Fokusnya bukan cuma bikin air cepat surut, tapi juga memastikan warga nggak merasa ditinggal saat kondisi darurat.
Baca juga: Warga Waswas Banjir Datang Lagi, Tanggul Sungai Jembawan 1 Ambrol Dihantam Arus Deras
Masyarakat pun diminta tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga diimbau cepat melapor kalau ada kondisi darurat supaya petugas bisa langsung turun tangan.
Karena saat banjir datang, yang paling dibutuhkan warga bukan cuma janji “sedang diproses”, tapi bantuan yang benar-benar sampai sebelum mie instan di rumah tinggal setengah bungkus. (tebe)

