Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rupiah Melemah Makin Nyungsep di ‘Kaki’ USD, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Rupiah Melemah Makin Nyungsep di ‘Kaki’ USD, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar

R. Izra
Last updated: Mei 16, 2026 7:12 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
SHARE
BACAAJA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lagi jadi sorotan setelah menyentuh angka Rp17.600 per USD atau Dolar Amerika Serikat. Angka ini bahkan disebut jadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang sejarah.

Di tengah ramainya kekhawatiran soal kondisi ekonomi Indonesia, Prabowo Subianto justru terlihat santai menanggapi pelemahan rupiah tersebut.

Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), Prabowo bilang orang desa gak pakai dolar. Jadi gak perlu khawatir rupiah melemah dan makin nyungsep.

Bacaaja: Cadangan Devisa RI Anjlok, Imbas Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah
Bacaaja: Hormuz Memanas, Trump Santai Sebut Amerika Kini Mirip Bajak Laut

Prabowo juga  menepis anggapan bahwa Indonesia sedang menuju krisis besar.

“Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar ‘Indonesia akan collapse, akan chaos’… Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok,” kata Prabowo.

Pernyataan itu langsung ramai diperbincangkan publik dan media sosial. Apalagi, pelemahan rupiah kali ini cukup dalam dan membuat banyak orang khawatir terhadap harga barang impor hingga kondisi ekonomi nasional.

Meski begitu, Prabowo tetap optimistis kondisi Indonesia masih aman dibanding banyak negara lain yang justru sedang panik menghadapi gejolak ekonomi global.

“Pangan aman, energi aman, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” lanjutnya.

Dalam kesempatan berbeda saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Prabowo juga sempat menyinggung soal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurutnya, masyarakat nggak perlu terlalu panik selama kondisi ekonomi masih bisa dikendalikan pemerintah.

“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kau khawatir. Mau dolar berapa ribu kek, kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujarnya.

Prabowo juga memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih tergolong kuat. Meski begitu, ia mengakui pelemahan rupiah tetap berdampak bagi masyarakat atau pelaku usaha yang bertransaksi menggunakan dolar AS.

Belakangan, melemahnya rupiah memang jadi perhatian publik karena berpotensi memengaruhi harga barang impor, biaya produksi, hingga kebutuhan yang berkaitan dengan mata uang asing.

Namun di sisi lain, pemerintah berupaya meyakinkan masyarakat bahwa kondisi ekonomi nasional masih terkendali di tengah situasi global yang sedang nggak stabil.

Harga kebutuhan pokok bakal melambung, orang desa gak butuh makan?

Ekonom Center of Economics and Law Studies, Nailul Huda mengatakan dampak terbesar dari pelemahan rupiah adalah naiknya biaya impor dan distribusi barang.

Menurutnya, kondisi ini bisa memicu imported inflation atau inflasi akibat barang impor yang harganya ikut melonjak.

“Dampaknya adalah, inflasi dari impor akan mulai naik ke depan terutama akibat biaya distribusi naik, harga barang naik. Imported inflation akan terjadi, terutama untuk barang yang terkait impor, baik bahan baku, penolong, ataupun konsumsi,” ujar Huda.

Artinya, barang-barang yang bergantung pada bahan baku impor berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat.

Huda memperkirakan dampak tersebut mulai terasa signifikan dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Salah satu sektor yang mulai terdampak adalah industri plastik karena bahan baku impor makin mahal dan mulai langka.

Kalau kondisi rupiah terus melemah, efeknya bukan cuma dirasakan perusahaan besar, tapi juga masyarakat kecil.

“Jadi, dampak dari pelemahan nilai tukar ini bisa menyeluruh ke semua lapisan masyarakat, mulai dari penjual gorengan hingga pengusaha terkena dampak negatif,” jelasnya.

Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha mulai khawatir terhadap kenaikan biaya produksi. Soalnya, saat harga bahan baku naik, harga jual barang biasanya ikut terkerek supaya usaha tetap bisa bertahan.

Kalau itu terjadi terus-menerus, masyarakat berpotensi menghadapi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Belakangan, pelemahan rupiah memang jadi perhatian publik setelah kurs dolar AS mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Selain berdampak pada impor, kondisi ini juga bisa memengaruhi harga pangan, biaya industri, sampai ancaman pengurangan tenaga kerja di beberapa sektor usaha. (*)

You Might Also Like

Ngasuh Anak Zaman Now Ala Bunda PAUD Jateng

Prabowo Beri Abolisi untuk Eks Mendag Era Jokowi, Pidana Tom Lembong Ditiadakan

1.150 Tenaga Pendidik Joging Bareng di Selo

Perang Mental di Batakan

Stasiun Tawang Semarang Mulai Sesak, Pemudik Nataru 2025 Gas Lebih Awal

TAGGED:dolardolar asheadlinenilai tukar rupiahorang desapelemahan rupiahprabowo subiantorupiah melemahusd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KORBAN BANJIR--Tim gabungan mengevakuasi korban hanyut banjir Semarang, Sabtu (16/5/2026). (ist) Nasib Tragis Maryam, Lansia Semarang Tewas Terseret Banjir Imbas Tanggul Mangkang Jebol

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TEMAN DEKAT -Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

Rupiah Melemah Makin Nyungsep di ‘Kaki’ USD, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar

KORBAN BANJIR--Tim gabungan mengevakuasi korban hanyut banjir Semarang, Sabtu (16/5/2026). (ist)

Nasib Tragis Maryam, Lansia Semarang Tewas Terseret Banjir Imbas Tanggul Mangkang Jebol

Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan

Jalan Citarum Bakal Dibeton, Netizen: Akhirnya Nggak Kayak Naik Roller Coaster

BERSIHKAN LUMPUR--Petugas membersihkan lumpur imbas banjir yang menerjang Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (15/5/2026) malam. (ist)

Seputar Banjir Semarang: Maryam Hanyut Terseret Arus, Tanggul Mangkang Jebol

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Masuk SIPSS Nggak Bisa Pakai Jalan Pintas

Januari 23, 2026
Daerah

DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Oktober 16, 2025
Hukum

Bawang Ilegal Masuk Oven: 6.171 Karung Dimusnahkan di Semarang

Januari 26, 2026
Sepak Bola

Mahesa Jenar Takluk di Kandang

Januari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rupiah Melemah Makin Nyungsep di ‘Kaki’ USD, Prabowo: Orang Desa Gak Pakai Dolar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?