Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Batang Toru, Singgung Siklon Senyar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Teknologi

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Batang Toru, Singgung Siklon Senyar

R. Izra
Last updated: Agustus 23, 2026 7:57 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Banjir bandang yang menerjang Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ternyata bukan sekadar akibat hujan deras.

Hasil kajian Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) menyebut bencana tersebut dipicu hujan ekstrem yang berkaitan dengan Siklon Senyar.

Peneliti I-SER UI, Dr. Eko Kusratmoko, mengatakan hasil kajian menunjukkan pengaruh siklon tersebut terhadap hujan ekstrem yang terjadi di wilayah Garoga.

“Hasil temuan karena Siklon Senyar mengakibatkan banjir bandang,” kata Eko dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Bacaaja: Energi Bersih Listrik RI Tembus Target
Bacaaja: Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

Data pemodelan hidrologi dan hidrodinamik terkait bencana pada 25 November 2025 menunjukkan curah hujan harian di wilayah tersebut mencapai 229,7 milimeter.

Nggak cuma sehari. Akumulasi hujan dalam sepekan bahkan tembus lebih dari 600 milimeter.

Menurut kajian tersebut, intensitas hujan itu setara dengan periode ulang 300 tahun. Hujan ekstrem tersebut kemudian memicu longsoran besar di wilayah hulu. Dan di sinilah masalah makin serius.

Ribuan Titik Longsor Bermunculan

Hasil pencitraan satelit mendeteksi sekitar 1.572 titik longsor di wilayah hulu. Sebanyak 81 persen titik longsor itu berada di kawasan hutan dengan kondisi lereng curam hingga sangat curam.

Material longsoran kemudian terbawa aliran air menuju hilir. Lumpur dan material longsor menutup aliran sungai. Aliran yang terbendung akhirnya jebol. Banjir bandang pun terjadi.

“Hujan yang ekstrem ini menimbulkan longsoran hebat di hulu dan kemudian aliran debris lumpur akan menutup di saluran, jebol dan terjadilah banjir bandang,” jelas Eko.

Bagaimana dengan Perubahan Lahan?

Kajian I-SER UI juga melihat perubahan tutupan lahan di DAS Garoga sepanjang 1990-2026.

Memang ada perubahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tapi porsinya disebut hanya sekitar 10 persen dari total luas DAS Garoga yang mencapai 445 kilometer persegi.

Menurut Eko, perkebunan sawit tersebut mayoritas berada di bagian bawah DAS.

Karena itu, berdasarkan kajian tersebut, perubahan lahan sawit itu tidak menjadi faktor utama dalam banjir bandang yang terjadi.

Spekulasi soal aktivitas pertambangan di Aek Pahu juga muncul setelah bencana terjadi.

Namun, Eko mengatakan hasil kajian tidak menemukan hubungan antara aktivitas pertambangan tersebut dengan banjir bandang Garoga.

Posisi Aek Pahu berada di sebelah selatan. Aliran air dari wilayah pertambangan disebut mengarah ke bagian hilir Sungai Garoga yang sudah mendekati laut.

Artinya, aliran tersebut berada di luar sistem sungai yang terdampak banjir bandang.

Jadi, berdasarkan kajian I-SER UI, hujan ekstrem menjadi pemicu utama. Hujan tersebut kemudian memicu longsoran di wilayah hulu hingga material longsor membendung aliran sungai dan akhirnya menyebabkan banjir bandang.

Bencana ini sekaligus menunjukkan satu hal penting: ketika hujan ekstrem bertemu lereng curam dan longsoran di wilayah hulu, dampaknya bisa sangat besar dalam waktu singkat. (*)

You Might Also Like

Gabung PSIS, Syahrian Abimanyu Kirim Pesan untuk Suporter

Bos PSIS Pengin Jatidiri Tetap Jadi Tempat Panen Poin

Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Keluarga Terlapor Kasus Foto AI Cabul Minta Damai, Begini Respons Menohok Kuasa Hukum Korban

Ansor Semarang Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan

TAGGED:banjir bandangheadlineriset uisiklon senyarsumuttapanuli selatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist) Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau
Next Article 8 Fakta Terbaru Kasus Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Kafilah MTQ Dapat Tiket dan Jemputan

September 6, 2026
AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).
Info

Jembatan Gantung Pangandaran yang Ambruk saat Diresmikan Dibangun TNI AD, Dandim Minta Maaf

September 1, 2026
Daerah

Lagi Panas di Pansus Angket, Bupati Sudewo Tiba-tiba Nongol di Acara Pramuka

Agustus 23, 2025
Keluarga korban penembakan didampingi kuasa hukumnya, Zainal Petir, memberi pernyataan usai mendengar sidang tuntutan terdakwa Robig Zaenudin di PN Semarang, Selasa (872025). (bae)
Hukum

Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Batang Toru, Singgung Siklon Senyar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?