Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar

R. Izra
Last updated: Agustus 22, 2026 8:14 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Banjir bandang yang menerjang Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ternyata bukan sekadar akibat hujan deras.

Hasil kajian Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) menyebut bencana tersebut dipicu hujan ekstrem yang berkaitan dengan Siklon Senyar.

Peneliti I-SER UI, Dr. Eko Kusratmoko, mengatakan hasil kajian menunjukkan pengaruh siklon tersebut terhadap hujan ekstrem yang terjadi di wilayah Garoga.

“Hasil temuan karena Siklon Senyar mengakibatkan banjir bandang,” kata Eko dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Bacaaja: Energi Bersih Listrik RI Tembus Target
Bacaaja: Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

Data pemodelan hidrologi dan hidrodinamik terkait bencana pada 25 November 2025 menunjukkan curah hujan harian di wilayah tersebut mencapai 229,7 milimeter.

Nggak cuma sehari. Akumulasi hujan dalam sepekan bahkan tembus lebih dari 600 milimeter.

Menurut kajian tersebut, intensitas hujan itu setara dengan periode ulang 300 tahun. Hujan ekstrem tersebut kemudian memicu longsoran besar di wilayah hulu. Dan di sinilah masalah makin serius.

Ribuan Titik Longsor Bermunculan

Hasil pencitraan satelit mendeteksi sekitar 1.572 titik longsor di wilayah hulu. Sebanyak 81 persen titik longsor itu berada di kawasan hutan dengan kondisi lereng curam hingga sangat curam.

Material longsoran kemudian terbawa aliran air menuju hilir. Lumpur dan material longsor menutup aliran sungai. Aliran yang terbendung akhirnya jebol. Banjir bandang pun terjadi.

“Hujan yang ekstrem ini menimbulkan longsoran hebat di hulu dan kemudian aliran debris lumpur akan menutup di saluran, jebol dan terjadilah banjir bandang,” jelas Eko.

Bagaimana dengan Perubahan Lahan?

Kajian I-SER UI juga melihat perubahan tutupan lahan di DAS Garoga sepanjang 1990-2026.

Memang ada perubahan dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tapi porsinya disebut hanya sekitar 10 persen dari total luas DAS Garoga yang mencapai 445 kilometer persegi.

Menurut Eko, perkebunan sawit tersebut mayoritas berada di bagian bawah DAS.

Karena itu, berdasarkan kajian tersebut, perubahan lahan sawit itu tidak menjadi faktor utama dalam banjir bandang yang terjadi.

Spekulasi soal aktivitas pertambangan di Aek Pahu juga muncul setelah bencana terjadi.

Namun, Eko mengatakan hasil kajian tidak menemukan hubungan antara aktivitas pertambangan tersebut dengan banjir bandang Garoga.

Posisi Aek Pahu berada di sebelah selatan. Aliran air dari wilayah pertambangan disebut mengarah ke bagian hilir Sungai Garoga yang sudah mendekati laut.

Artinya, aliran tersebut berada di luar sistem sungai yang terdampak banjir bandang.

Jadi, berdasarkan kajian I-SER UI, hujan ekstrem menjadi pemicu utama. Hujan tersebut kemudian memicu longsoran di wilayah hulu hingga material longsor membendung aliran sungai dan akhirnya menyebabkan banjir bandang.

Bencana ini sekaligus menunjukkan satu hal penting: ketika hujan ekstrem bertemu lereng curam dan longsoran di wilayah hulu, dampaknya bisa sangat besar dalam waktu singkat. (*)

You Might Also Like

Semarang Diguyur Hujan Lebat, Banyumanik Diterjang Banjir

Demo Panas di DPRD Jateng! Mahasiswa Soroti Kasus Andrie Yunus, Tolak Peradilan Militer

Paskibraka Bukan Cuma Kibarkan Bendera, 45 Anak Muda Digembleng Jadi Duta Pancasila

Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?

Tragis! Mahasiswi UMM Dibunuh Polisi?

TAGGED:banjir bandangheadlineriset uisiklon senyarsumuttapanuli selatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist) Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar

PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist)

Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi petugas mengevakuasi korban kecelakaan ke rumah sakit. (grafis/wahyu)
Info

Polisi Tes Urine Sopir Bus Maut Po Cahaya Trans, Kapolda Jateng Bilang Begini

Desember 22, 2025
Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026
Info

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Mei 12, 2026
Info

Sendi Tiba-Tiba Ngamuk, Asam Urat Diam-Diam Lagi Naik Parah

Mei 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?