Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?

Bulog sukses cetak rekor stok beras 4,2 juta ton, tapi realisasi serapan gabah dari petani masih rendah, baru 300 ribu ton dari target 1,5 juta ton. Panja DPR Komisi IV menyoroti persoalan distribusi dan operasional Bulog serta mendesak desain ulang sistem serapan agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. Selain itu, harga pembelian gabah yang ditetapkan pemerintah Rp 6.500/kg harus benar-benar sampai ke tangan petani, bukan cuma angka formalitas.

baniabbasy
Last updated: September 9, 2025 10:54 am
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Pimpinan Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman dalam kunjungan kerja Komisi IV ke Gudang Bulog Subang Foto: dok/ist.
Pimpinan Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman dalam kunjungan kerja Komisi IV ke Gudang Bulog Subang Foto: dok/ist.
SHARE

BACAAJA, SUBANG— Bulog lagi-lagi bikin sejarah, guys. Kali ini, stok beras mereka tembus angka fantastis: 4,2 juta ton! Tapi jangan senang dulu—di balik kabar “mewah” ini, ada masalah yang enggak kalah besar: serapan gabah dari petani jeblok parah. Dari target 1,5 juta ton, Bulog baru nyerap sekitar 300 ribu ton aja. Sisanya? Petani jual ke tengkulak dengan harga yang sering nggak manusiawi.

Hal ini jadi sorotan panas Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI pas kunjungan kerja mereka ke Gudang Bulog Subang, Jawa Barat, Senin (8/9/2025).

Ketua Panja, Alex Indra Lukman, bilang langsung: “Ini masalah distribusi dan operasional. Bulog kesulitan menyalurkan stok, padahal masyarakat lagi butuh banget beras. Kalau dibiarkan, Bulog gagal jadi stabilisator harga.”

Serapan yang rendah ini bikin posisi petani makin sulit. Sesuai mandat, Bulog cuma boleh nyerap 10% dari total produksi nasional (sekitar 3 juta ton). Kalau kuota itu udah full di awal musim panen, artinya di akhir musim, petani kehabisan opsi. Ujung-ujungnya, gabah dilempar ke tengkulak dengan harga nyesek.

Kebayang dong, gimana rasanya kerja keras di sawah cuma buat dapat bayaran yang gak sepadan?

Makanya, Panja mendorong desain ulang pola serapan Bulog. “Nggak bisa diserap sekaligus di awal panen. Harus merata sepanjang musim. Jadi, petani tetap aman, tengkulak enggak bisa main harga seenaknya, dan Bulog punya stok berkelanjutan,” lanjut Alex.

Sementara itu, anggota Panja lainnya, Khalid, juga menyorot soal harga beli. Pemerintah udah tetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di angka Rp 6.500/kg. Tapi sayangnya, itu cuma berlaku kalau petani jual ke Bulog. Di luar itu, banyak yang tetap dapat harga di bawah standar.

“Rp 6.500 itu bukan sekadar angka di atas kertas. Harus sampai ke tangan petani. Jangan cuma berlaku buat transaksi Bulog doang,” tegas Khalid.

Dia juga ingetin, kalau petani terus dirugikan, bukan nggak mungkin mereka ogah nanam padi lagi. Padahal, kebutuhan pangan nasional sangat bergantung dari mereka. So, ini bukan cuma soal harga—ini soal masa depan ketahanan pangan kita.

Misi Panja sekarang jelas: bikin sistem yang adil buat semua. Biar petani nggak terus-menerus jadi korban, dan kita semua tetap bisa makan nasi tanpa mikir harga beras naik terus.(*)

You Might Also Like

25 Juta Transaski Pakai QRIS di Soloraya, Ini Sektor yang Mendominasi

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja

75 Persen Pembangkit Listrik PLN Berasal dari EBT pada 2034, Simak Rinciannya

Efisiensi BBM, Pemerintah Serukan WFH Abis Lebaran

TAGGED:harga gabahharga gabah 6.500 di bulogpetani menjerit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pimpinan Panja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman bersama tim saat meninjau sentra penggilingan padi di Subang Jabar, Senin (8/9/2025).. Foto: dok/is Beras Bantuan Jelek? DPR Bilang Bisa Ditukar, Asal Lapornya Jangan Mager!
Next Article Walikota Semarang Agustina Wilujeng melihat peta nama jalan YB Mangunwijaya yang baru saja diresmikan. Foto: dok/bae. Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

EVAKUASI MAYAT - Beberapa petugas Kepolisian dan Tim Relawan mengevakuasi penemuan mayat yang di temukan di Jl. Gatot Subroto, Purwoyoso, Jum'at. (15/5/2026). (dul)

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Judol Masuk Kamar Anak, Negara Baru Sibuk Matikan Link

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Ekonomi

Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?

September 8, 2025
Sirkular

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Juli 14, 2025
Ekonomi

PDIP Semarang Buka Posko THR

Maret 12, 2026
Ekonomi

Transaksi Soloraya Great Sale 2025 Tembus Rp10,3 Triliun

Juli 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Stok Beras Bulog Tembus 4,2 Juta Ton! Tapi Serapan Gabah Seret, Petani Masih Kena “Tusuk” Tengkulak?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?