BACAAJA, BANYUMAS – Purwokerto memang nggak pernah kehabisan cerita soal kuliner. Selain mendoan dan sroto yang sudah melegenda, kota di kaki Gunung Slamet ini juga punya banyak toko roti yang jadi langganan warga dari dulu sampai sekarang.
Menariknya, beberapa toko roti di Purwokerto bukan cuma soal rasa, tapi juga menyimpan sejarah panjang yang ikut tumbuh bersama perkembangan kota.
Ada yang jadi favorit mahasiswa, langganan keluarga, sampai toko legendaris yang usianya bahkan sudah melewati satu abad.
Pilihan rotinya pun beragam. Mulai dari roti klasik, kue ulang tahun, camilan kantor, sampai jajanan murah yang tetap bertahan di tengah gempuran bakery modern.
Buat pencinta roti, berikut beberapa tempat yang layak masuk daftar kunjungan saat berada di Purwokerto.
1. Banana Bakery, Surganya Kue Ulang Tahun dan Camilan Manis
Nama Banana Bakery sudah cukup dikenal di kalangan warga Purwokerto, terutama bagi mereka yang sedang mencari kue ulang tahun dengan banyak pilihan desain.
Selain cake, toko ini juga menyediakan aneka camilan manis seperti macaron, puding, kue sus, dan berbagai jenis roti yang cocok buat teman nongkrong atau acara keluarga.
Pilihan produknya cukup lengkap dengan harga yang masih ramah di kantong.
Lokasinya berada di Jalan Kolonel Sugiono Nomor 42, Purwanegara, Purwokerto Timur, dan buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 22.00 WIB.
2. Purimas 3, Langganan Kantor Kalau Lagi Ada Acara
Kalau bicara toko roti yang sering jadi andalan untuk konsumsi rapat atau acara kantor, nama Purimas 3 hampir selalu masuk daftar.
Letaknya yang dekat kawasan perkantoran membuat toko ini ramai dikunjungi pegawai negeri maupun pekerja swasta.
Pilihan makanan ringannya juga cukup banyak, mulai dari aneka roti, kue, hingga camilan untuk kebutuhan dalam jumlah besar.
Purimas 3 berada di Jalan Merdeka, kawasan Kranji, Purwokerto Utara, dan melayani pelanggan mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB setiap hari.
3. Toko Roti Go, Legenda Kuliner yang Sudah Bertahan Lebih Seabad
Kalau ingin menikmati suasana Purwokerto tempo dulu, Toko Roti Go jadi tempat yang wajib dikunjungi.
Bakery legendaris ini berdiri sejak tahun 1898 dan masih bertahan sampai sekarang dengan nuansa klasik yang tetap dipertahankan.
Toko ini didirikan pasangan keturunan Tionghoa, Oei Pak Ke Nio dan Go Kwen Ka, yang kemudian menjadikannya salah satu ikon kuliner tertua di Purwokerto.
Banyak pelanggan lama yang tetap setia datang karena cita rasa roti yang dianggap nggak banyak berubah sejak dulu.
Tekstur rotinya dikenal lembut dan bisa bertahan cukup lama tanpa kehilangan kualitas rasa.
Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kauman Lama, Purwokerto Timur. Toko buka Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga 20.30 WIB, sementara hari Minggu tutup lebih awal pada pukul 16.30 WIB.
4. Rita Bakery, Favorit Keluarga di Tengah Keramaian Kota
Berlokasi di kawasan Rita Supermall yang berada dekat Alun-Alun Purwokerto, Rita Bakery menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi saat akhir pekan.
Pilihan produknya cukup lengkap, mulai dari roti, sandwich, hingga aneka kue kering untuk berbagai kebutuhan.
Karena berada di pusat perbelanjaan, banyak keluarga yang sekalian mampir setelah berbelanja atau menghabiskan waktu bersama anak-anak.
Suasananya yang nyaman membuat tempat ini tetap menjadi salah satu bakery favorit masyarakat setempat.
5. Roen Bakery, Roti Murah dengan Cita Rasa yang Tetap Juara
Roen Bakery juga termasuk toko roti lawas yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan warga Purwokerto.
Menu yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari roti basah, kue tradisional, hingga aneka camilan kering.
Menariknya lagi, beberapa produk di sini masih bisa ditemukan dengan harga sekitar Rp3 ribuan, sesuatu yang mulai jarang dijumpai di banyak bakery modern.
Meski murah, kualitas rasa tetap menjadi alasan utama pelanggan terus datang kembali.
Roen Bakery berada di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 445, Kauman Lama, Purwokerto Timur. Toko buka Senin hingga Sabtu mulai pukul 07.30 sampai 19.00 WIB dan tutup setiap hari Minggu.
Purwokerto memang punya cara unik menjaga tradisi kulinernya. Di tengah hadirnya berbagai bakery modern, toko-toko roti lawas tetap bertahan dan menjadi bagian dari memori banyak orang. Dari roti jadul yang sudah berusia lebih dari seratus tahun sampai bakery kekinian yang ramai anak muda, semuanya punya cerita sendiri yang bikin kota ini makin menarik untuk dijelajahi. (*)

