Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

R. Izra
Last updated: Agustus 4, 2026 9:02 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)
MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pengunjung bisa menikmati kehangatan wedang jahe, sembari menyapu pandangan ke jantung Kota Semarang.

Siapa sangka kawasan Candi Tugu yang selama ini identik dengan situs bersejarah, kini berubah jadi salah satu spot nongkrong malam yang lagi ramai di Semarang.

Baru delapan hari buka, Angkringan Monspace langsung mencuri perhatian. Setiap malam, ratusan orang datang buat ngopi, makan, sampai menikmati pemandangan Kota Semarang dari atas bukit.

Bacaaja: Dua Kebo Lagi Kasmaran, Kirab Suro Jalan Dengan Tiga Ekor Saja
Bacaaja: Keliling Dunia melalui Musik, Kota Lama Orchestra Buktiin Perbedaan Bisa Jadi Harmoni

Yang bikin kaget, saat hari pertama dibuka, jumlah pengunjung tembus sekitar 500 orang hanya dalam semalam.

Salah satu penggagas Angkringan Monspace, Ali Zainal Abidin, mengaku sama sekali tidak menyangka respons masyarakat bakal sebesar itu.

“Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Hari pertama saja dari nota yang kami hitung ada sekitar 500 pengunjung. Kami benar-benar tidak menyangka daya tarik kawasan candi ini ternyata sebesar itu,” ujarnya saat ditemui di Monspace, Selasa (4/8/2026).

Menurut Ali, Monspace bukan sekadar tempat makan. Ada misi yang ingin dibawa, yakni menghidupkan kembali kawasan Candi Tugu agar lebih dikenal masyarakat, terutama generasi muda.

Angkringan ini lahir dari kolaborasi sejumlah pemuda bersama Forum Nuporoko Candi Tugu (FNCT), komunitas yang selama ini aktif menjaga dan melestarikan kawasan cagar budaya tersebut.

Karena berada di area bersejarah, pengelola juga tidak mau asal ramai. Kebersihan menjadi aturan utama yang wajib dijaga.

Setiap malam setelah angkringan tutup, seluruh sampah langsung dibersihkan dan dibawa turun agar kawasan candi tetap bersih saat pagi hari.

“Kami sadar ini kawasan cagar budaya. Jadi setelah tutup semua sampah kami bersihkan dan kami bawa turun. Harapannya pagi hari saat ada warga atau tamu datang, kondisi candi tetap bersih dan nyaman,” jelas Ali.

Dukungan juga datang dari warga sekitar. Salah satunya Eko Cokro, warga Tugu, yang menilai kehadiran Monspace justru memberi warna baru tanpa mengganggu keberadaan situs bersejarah.

Menurutnya, sejak awal pengelola sudah berkoordinasi dengan warga, tokoh masyarakat, RT, RW hingga paguyuban sebelum angkringan mulai beroperasi.

“Mayoritas warga mendukung. Kami ingin situs peninggalan leluhur ini tetap hidup dan dikenal masyarakat. Sampah juga selalu kami bersihkan setiap malam dan dibawa pulang,” katanya.

Eko menambahkan, komunitas yang menjaga kawasan Candi Tugu sebenarnya sudah terbentuk sekitar lima hingga tujuh tahun lalu. Tujuannya sederhana, menjaga situs sejarah tetap lestari dan tidak rusak oleh tangan manusia maupun faktor alam.

Tak cuma menawarkan menu angkringan yang ramah di kantong, Monspace juga menyuguhkan panorama lampu-lampu Kota Semarang dari ketinggian. Kombinasi suasana malam, kuliner, dan nuansa sejarah membuat tempat ini cepat viral dari mulut ke mulut.

Ke depan, Ali ingin Monspace tak hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi warga. Rencananya, lebih banyak pelaku UMKM sekitar akan dilibatkan untuk menitipkan produk mereka di angkringan tersebut.

“Kami ingin tempat ini bukan hanya ramai, tapi juga bisa menggerakkan ekonomi warga sekaligus membuat masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan Candi Tugu,” pungkasnya. (*)

You Might Also Like

Taman Garot Jadi Spot Healing Murah Warga Lamper Kidul

Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil

Gudang Rahasia Semarang Simpan Ratusan Ribu Pil Terlarang

Terminal Mangkang Masih Lengang, Puncak Arus Mudik Diperkirakan H-2 Lebaran

Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

TAGGED:angkringan monspacecandi tugulandscapeSemarangspot wisata malam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae)

Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati

Makam di Semarang Mulai Full

TEMUAN OBAT KERAS--Obat-obatan terlarang ditemukan di area Lapas Semarang, Selasa (4/8/2026). (ist)

Obat Keras Dilempar ke Dalam Lapas Semarang, Malah Ditemukan Petugas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Sekali Jalan, Kulon Progo Sajikan Tiga Sensasi, Darat, Air dan Udara Sekaligus

Juli 28, 2026
Nur Laila berorasi dalam aksi May Day di depan kantor Gubernur Jateng, Jumat (1/5/2026). (bae)
Info

Demo May Day Semarang, Buruh Perempuan Tuntut Fasilitas Daycare hingga Cuti Haid

Mei 1, 2026
Kuasa hukum korban, Bagas Wahyu Jati mengulik surat perdamaian kasus Chiko usai memantau sidang, Kamis (26/2/2026). (bae)
Hukum

Korban Ngaku Tertekan saat Didatangi Keluarga Chiko, Perdamaian di Atas Paksaan?

Februari 27, 2026
BERBAGI--Keluarga besar BacaAja berbagi dengan menyantuni santri yatim piatu dalam rangkaian pengajian di kantor redaksi di Jalan Galunggung No 6, Gajahmungkur, Kota Semarang, kamis (2/7/2026). (bae)
Info

Khidmat, Doa Santri dan Anak Yatim Mengalir untuk Media BacaAja

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?