Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menikmati Sejuknya Plunyon, Wisata Alam di Lereng Merapi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Menikmati Sejuknya Plunyon, Wisata Alam di Lereng Merapi

T. Budianto
Last updated: Agustus 10, 2026 3:54 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
WISATA ALAM: Wisatawan sedang berjalan di atas jembatan dengan latar pemandangan Gunung Merapi di Objek Wisata Alam Plunyon, Sleman, Minggu (9/8/2026). (Foto: bae)
SHARE

BUAT kamu yang sedang mencari alternatif liburan di kawasan Gunung Merapi, Plunyon Kalikuning di Sleman bisa masuk daftar tujuan. Tak cuma menawarkan pemandangan Gunung Merapi, tempat ini mengajak pengunjung menikmati suasana hutan, aliran sungai di antara perbukitan, hingga jembatan yang ikonik.

Plunyon berada di Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, DIY. Kawasan wisata alam ini dikelola Taman Nasional Gunung Merapi dan berada di tengah kawasan hutan yang masih asri.

Begitu masuk, suasana pegunungan langsung terasa. Di dekat loket masuk, ada titian kayu yang berada di antara pepohonan di bantaran sungai.  Namun, pengunjung tetap perlu berhati-hati karena beberapa bagian kayu pada titian terlihat mulai keropos.

Menyusuri Sungai

Salah satu spot yang paling gampang dikenali di Plunyon adalah jembatannya. Bentuk jembatan ini cukup unik. Bangunannya tinggi, meliuk, dan menggunakan konstruksi dinding tebal yang didominasi batu.

Sekilas, bentuknya mengingatkan pada bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Tak heran jika jembatan ini menjadi salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

Kalau cuaca cerah, Gunung Merapi juga bisa menjadi latar pemandangan. Perpaduan hutan, sungai dan gunung inilah yang membuat Plunyon punya suasana berbeda dari wisata buatan.

Baca juga: Jangan Nekat, Puncak Merapi Belum Aman

Selain jembatan, daya tarik Plunyon ada pada suasana hutannya.  Pepohonan khas kawasan pegunungan tumbuh tinggi di berbagai sisi. Rindangnya vegetasi membuat udara di sekitar kawasan terasa lebih sejuk.

Pengunjung juga bisa terus berjalan menyusuri Kali Kuning alias Sungai Kuning. Aliran airnya berasal dari kawasan Gunung Merapi dan mengalir di antara perbukitan. Bagi yang datang bersama rombongan, kawasan ini juga kerap digunakan untuk kegiatan luar ruang dan outbound.

SUSUR SUNGAI: Wisatawan sedang menyusuri sungai di antara perbukitan di Objek Wisata Alam Plunyon, Sleman, Minggu (9/8/2026). (Foto: bae)

Plunyon bukan destinasi yang sepi peminat. Jumlah pengunjung biasanya meningkat saat akhir pekan, libur sekolah, maupun tanggal merah. Petugas Wisata Alam Plunyon sekaligus Pengendali Ekosistem Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi, Ani mengatakan, jumlah wisatawan pada hari ramai bisa mencapai ratusan orang.

“Kalau hari biasa misalnya hari Sabtu itu sekitar 700-900 orang per hari. Itu puncaknya kalau hari libur itu kadang kemarin itu ada yang 1.600,” kata Ani. Menurut dia, waktu paling ramai justru terjadi sejak pagi.

“Makanya kami sebenarnya itu operasinya tuh tertulis jam 08.00 WIB sampai jam 15.00 WIB. Tapi kami kan ya meruput karena kan pengunjungnya jam 06.00 WIB itu udah meludak,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Tarif Terjangkau

Untuk tiket masuknya sangat terjangkau. Setiap orang hanya dikenai tarif 12.000 pada hari biasa dan Rp17.000 saat akhir pekan atau hari libur.

Meski menawarkan pemandangan yang menarik, Plunyon tetap merupakan kawasan alam yang memiliki risiko. Di sejumlah titik terdapat papan peringatan soal potensi longsor. Kondisi tebing di sekitar sungai memang perlu diwaspadai karena beberapa bagiannya cukup rapuh.

Baca juga: Anak Lereng Gunung Merapi Kini Punya SMA Sendiri

“Iya ada potensi. Kadang kan batu-batu itu dari atas langsung longsor kemarin juga ada batu dari atas tuh hampir pengunjung. Karena kan tebingnya itu rapuh ya tebing-tebing sungai,” ujar Ani.

Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak mengabaikan rambu-rambu yang ada dan tetap berhati-hati ketika berada di dekat tebing maupun aliran sungai. (bae)

You Might Also Like

“Kalau Mau Sukses, Muliakan Rakyat”, Pesan Ulama ke Gubernur

Supercar McLaren Terbelah Dua di Sukoharjo, Polisi Ungkap Kondisi Pengemudi

Abaikan Klakson Masinis, Pengendara Sepeda Motor Tertemper Kereta Sangkuriang

Keras! Istana Cabut Kartu Liputan Reporter CNN Gara-gara Nanya Soal MBG ke Presiden

Fokus Benahi Infrastruktur, Pemkot Gercep Respons Aduan

TAGGED:headlineplunyonwisata merapi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma Bikin Ngiler, Film Ini Bawa Pulang Rp50 Juta dari LOFF 2026
Next Article Omah Inessya, Cocok Buat Makrab sampai Liburan Keluarga di Lereng Merapi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

Pensiun Boleh, Semangat Jangan Ikut Pensiun

REKOR BARU--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (kanan) bersalaman saat menerima rekor dalam acara menari Dug Dug Der Semarangan, Minggu (9/8/2026). (ist)

Rekor Baru! Agustina Terima Penghargaan, 25 Ribu Warga Kompak Tari Dug Dug Der Semarangan

KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo mengumpulkan susu sapi hasil setoran peternak di lereng Gunung Merapi, Sleman, Minggu (9/8/2026). (bae)

Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Luthfi Ajak Warga Buka Pintu buat Sensus Ekonomi 2026

Juni 19, 2026
Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025).
Info

Mengerikan! Korban Tewas Banjir Sumatera Tembus 442 Orang

Desember 1, 2025
Fokus

Daop 4 Tutup Enam Perlintasan Liar Sepanjang 2026

Mei 19, 2026
Ilustrasi korban keracunan massal.
Info

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menikmati Sejuknya Plunyon, Wisata Alam di Lereng Merapi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?