Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?

R. Izra
Last updated: Juni 6, 2026 4:02 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
DATA CENTER - Ilustrasi pusat data atau data center untuk akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
DATA CENTER - Ilustrasi pusat data atau data center untuk akal imitasi atau artificial intelligence (AI).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Gelombang penolakan terhadap pembangunan data center pendukung kecerdasan buatan (AI) mulai ramai di Amerika Serikat. Warga kini makin khawatir soal dampak lingkungan yang ditimbulkan, mulai dari boros listrik sampai ancaman krisis air bersih.

Terbaru, warga Monterey Park, California, kompak memilih melarang pembangunan data center di wilayah mereka lewat referendum yang digelar Selasa (2/6/2026).

Hasilnya nggak main-main. Sekitar 86 persen suara mendukung pelarangan tersebut. Keputusan ini bikin Monterey Park jadi salah satu kota pertama di AS yang resmi mengesahkan referendum anti-data center.

Bacaaja: Krisis Memori Chip Diramal sampai 2030, Alamat Harga Gadget Makin Melambung
Bacaaja: Dari Gerobak ke Data Center: Perjalanan Yandi Hermawan, Pemulung yang Menyulap Nasib jadi CEO IT

Buat banyak warga, keberadaan data center dianggap lebih banyak bikin masalah daripada keuntungan. Soalnya, fasilitas penunjang AI itu membutuhkan listrik dan air dalam jumlah super besar buat menjaga ribuan server tetap hidup dan nggak overheat.

Belum lagi penggunaan generator diesel cadangan yang disebut bisa memicu polusi udara.

Wali Kota Monterey Park, Elizabeth Yang, bilang keputusan ini kemungkinan bakal jadi “efek domino” buat kota-kota lain di AS.

“Banyak kota lain yang kemungkinan akan mengikuti langkah ini. Pusat data punya reputasi buruk di banyak wilayah, terutama kalau dibangun dekat permukiman,” ujarnya dikutip dari Politico.

Pemerintah kota sendiri mengaku larangan itu dibuat buat melindungi kualitas udara, cadangan air minum, sampai mencegah tagihan listrik dan air warga makin mahal.

Awalnya, penolakan muncul setelah perusahaan asal Australia, DigiCo Infrastructure REIT, mengajukan proposal pembangunan data center di wilayah tersebut.

Warga langsung ramai-ramai protes karena takut konsumsi listrik dan air bakal melonjak drastis.

“Kami nggak ingin satu pun pusat data dibangun di wilayah kami,” kata relawan San Gabriel Valley Progressive Action, Amy J Wong.

Tekanan warga akhirnya bikin pemerintah kota memberlakukan moratorium dan memasukkan usulan pelarangan data center ke surat suara referendum.

Setelah gelombang penolakan makin besar, DigiCo akhirnya menarik proposal proyeknya.

Meski begitu, industri data center nggak tinggal diam. Pihak pelaku industri memperingatkan kalau larangan seperti ini bisa bikin investasi dan lapangan kerja kabur dari daerah tersebut.

Direktur Kebijakan Negara Bagian Data Center Coalition, Khara Boender, mengatakan kebijakan anti-data center bisa memberi kesan bahwa suatu wilayah menutup diri terhadap proyek ekonomi besar.

Fenomena penolakan data center ternyata nggak cuma terjadi di California.

Kelompok masyarakat di Ohio, Georgia, Maryland, sampai Utah juga mulai ramai mengkampanyekan pembatasan pembangunan data center seiring pesatnya perkembangan industri AI.

Bahkan, parlemen Negara Bagian New York disebut sedang mempertimbangkan moratorium satu tahun untuk pembangunan data center skala besar yang baru.

Buat aktivis lingkungan, kemenangan di Monterey Park dianggap jadi momentum penting buat memperluas gerakan penolakan data center di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Di tengah booming AI dunia, perang baru ternyata bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal listrik, air, dan lingkungan hidup. (*)

You Might Also Like

Dari Kafe ke Speedboat, Wisata Jatibarang Mencoba Hidup Lagi

Taj Yasin Pastikan SPMB Jateng 2026 Tanpa “Jastip”

Pengurus Korpri Jateng Dilantik, Sekda Ingatkan Soal Integritas

Puan Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol Meninggal Terlindas Barracuda: “Jangan Sampai Terjadi Lagi!”

Trans Semarang Masuk Johar, Yakin Bisa Ngeramain Pasar Lagi? Ini Kata Akademisi

TAGGED:AIakal imitasiartificial intelligencedata centerheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article IHSG AMBLES - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi salah satu bursa saham dengan performa terjelek di dunia pada awal tahun 2026 ini. Banyak investor asing mulai kehilangan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. (ist/ai) ‘Sell Indonesia’ Menggema di Pasar Global, Investor Asing Hilang Kepercayaan
Next Article Saat Hutan Jadi Tempat Pulang, Cara Jepang Redakan Penat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini Kebakaran atau Pembakaran Ya?” Ganjar Usul 5 Langkah Tangani Bencana Karhutla di Indonesia

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol) sedang bekerja mengantar penumpang di tengah kepadatan arus lalu lintas kota.

Cerita dan Harapan Riyan, Ojol di Semarang yang Sambut Baik Revisi UU LLAJ

Akankah Kita Benar-Benar Kehabisan Udara Segar?

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Mudik Gratis Pemprov, 346 Bus dan 17 Kereta Siap Antar Pemudik ke Kampung Halaman

Maret 10, 2026
SIDANG KORUPSI: Terdakwa Sudewo, Bupati Pati, kembali menjalani sidang kasus korupsi, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (7/10/2026). (bae)
Hukum

Sudewo Minta Bebas, Jaksa KPK Sebut Halu dan Nyangkal Tanpa Dasar

Oktober 7, 2026
Nasional

Hercules Indonesia Hujani Gaza dengan 28 Ton Bantuan Kemanusiaan

Agustus 19, 2025
Pendidikan

Pemprov Perkuat Sekolah Inklusi buat Penyandang Disabilitas

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangun Data Center AI, Ada Apa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?