BACAAJA, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) mengembangkan alat peraga praktikum sirkumsisi atau sunat untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran. Alat ini dibuat sebagai alternatif produk impor yang selama ini digunakan untuk latihan mahasiswa.
Alat peraga tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dua fakuktas. Fakultas Teknik menangani sisi rekayasa produk, sementara Fakultas Kedokteran memberi masukan sesuai kebutuhan praktik mahasiswa.
Dekan Fakultas Teknik Unwahas, Imam Syafa’at mengatakan, alat buatan Unwahas memiliki bahan yang dibuat menyerupai karakteristik kulit manusia. Materialnya elastis sehingga bisa digunakan mahasiswa untuk berlatih tindakan sirkumsisi.
“Keunggulannya, selain lebih murah, elastisitas bahannya menyerupai kulit manusia. Dengan demikian, saat digunakan untuk latihan tindakan sirkumsisi, alat peraga ini lebih mudah digunakan dan tidak mudah sobek,” jelasnya, Kamis (17/9/2026).
Bacaaja: Unwahas Cetuskan Dua Jagung Hibrida, Potensi Panen 13 Ton per Hektare
Bacaaja: Dua Pedangdut Unwahas Raih Juara Harapan di Ajang Peksiminas 2026
Imam menegaskan, alat peraa tersebut dibuat agar biaya praktikum kedokteran lebih murah. Karena selama ini alat peraga masih banyak didatangkan dari luar negeri.
Alat tersebut sempat diperkenalkan Unwahas dalam kegiatan Nostalgia Dugderan dan Bazaar Expo di Alun-Alun Masjid Agung Semarang, Kampung Kauman.
Wakil Rektor III Unwahas, Ratih Pratiwi, mengatakan pengembangan alat peraga ini menjadi bagian dari upaya kampus membawa hasil penelitian agar tidak berhenti di lingkungan akademik.
Unwahas juga mendorong produk hasil penelitian tersebut masuk ke tahap hilirisasi sehingga bisa digunakan lebih luas dan memiliki nilai ekonomi.
Selain alat peraga sirkumsisi, Unwahas memamerkan sejumlah produk lain, seperti alat sasaran tembak WahidArmor yang telah memiliki paten, aplikasi permainan, serta maket pabrik kimia interaktif. (ist)

