BACAAJA, JAKARTA – Bepergian keluar rumah, baik untuk bekerja, mudik, maupun menempuh perjalanan jauh, menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Bagi umat Islam, ada tuntunan doa yang bisa diamalkan sebelum melangkah agar hati lebih tenang dan perjalanan senantiasa berada dalam pengharapan kepada Allah SWT.
Doa perjalanan bukan hanya bacaan yang diucapkan sebelum berangkat. Di dalamnya terdapat pesan tentang tawakal, permohonan perlindungan, dan kesadaran bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai hal yang mungkin terjadi di jalan.
Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan sejak keluar rumah, menaiki kendaraan, selama perjalanan, hingga kembali ke rumah. Bacaan-bacaan ini menjadi pengingat agar setiap langkah diawali dengan menyebut nama Allah SWT.
Doa Keluar Rumah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Sebelum meninggalkan rumah, umat Islam dianjurkan membaca doa yang berisi permohonan agar terhindar dari kesesatan, kesalahan, dan kezaliman. Doa ini diriwayatkan dari Ummu Salamah RA.
Berikut bacaan doa keluar rumah:
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillāhi, tawakkaltu ‘alallāhi, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.
Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Selain doa tersebut, terdapat pula riwayat dari Ummu Salamah RA yang memuat permohonan perlindungan lebih panjang:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu bika an aḍilla au uḍalla, au azilla au uzalla, au aẓlima au uẓlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, berbuat bodoh atau dibodohi.”
Doa Naik Kendaraan untuk Perjalanan Jauh
Saat menaiki mobil, bus, kereta api, kapal, atau pesawat, umat Islam dapat membaca doa yang bersumber dari Al-Qur’an, tepatnya Surah Az-Zukhruf ayat 13–14.
Bacaannya sebagai berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Latin: Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahu muqrinīn. Wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Setelah membaca ayat tersebut, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan pujian kepada Allah SWT, memohon ampun, serta berdoa agar perjalanan berlangsung dengan aman dan lancar.
Doa ini mengingatkan bahwa kendaraan yang digunakan merupakan nikmat dan sarana yang Allah SWT mudahkan bagi manusia.
Doa Safar agar Hati Lebih Tenang
Perjalanan jauh terkadang membuat seseorang merasa cemas, terutama ketika harus menempuh rute yang belum dikenal atau menghadapi kondisi perjalanan yang melelahkan. Dalam keadaan seperti ini, memperbanyak zikir dan doa dapat menjadi cara untuk menenangkan hati.
Salah satu doa perjalanan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَىٰ، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَىٰ
Latin: Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzal-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai.”
Doa tersebut menjadi pengingat agar perjalanan tidak hanya membawa seseorang menuju tempat tujuan, tetapi juga tetap menjaga perilaku dan ketakwaan selama berada di perjalanan.
Doa Memohon Perlindungan Selama Safar
Dalam doa safar yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW juga memohon perlindungan dari berbagai kesulitan perjalanan. Berikut salah satu bagian doanya:
اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ
Latin: Allāhumma antash-shāḥibu fis-safari, wal-khalīfatu fil-ahli.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang menyertai dalam perjalanan dan yang menjaga keluarga yang ditinggalkan.”
Doa ini juga memuat permohonan agar Allah SWT menjauhkan musafir dari berbagai kesulitan, melindungi keluarga di rumah, serta memberikan keselamatan hingga perjalanan berakhir.
Bagi orang yang bepergian jauh, bacaan ini dapat menjadi pengingat bahwa keluarga dan keselamatan mereka tetap berada dalam doa.
Doa Ketika Pulang dari Perjalanan
Setelah sampai di tempat tujuan atau kembali menuju rumah, Rasulullah SAW mencontohkan zikir yang berisi pujian kepada Allah SWT. Bacaan ini diriwayatkan dalam hadis sahih.
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Latin: Āyibūna, tā’ibūna, ‘ābidūna, li-rabbinā ḥāmidūn.
Artinya: “Kami kembali, bertaubat, beribadah, dan memuji Tuhan kami.”
Bacaan tersebut menjadi bentuk syukur setelah menyelesaikan perjalanan. Seorang muslim diingatkan untuk tidak melupakan Allah SWT, baik ketika sedang berangkat maupun setelah tiba dengan selamat.
Adab Bepergian yang Perlu Diperhatikan
Selain membaca doa, ada beberapa adab yang dapat diterapkan ketika hendak bepergian. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memperhatikan persiapan perjalanan dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang ditinggalkan.
Beberapa hal yang bisa diamalkan antara lain:
Berdoa sebelum keluar rumah dan ketika menaiki kendaraan.
Memastikan kebutuhan perjalanan telah disiapkan dengan baik.
Berpamitan kepada keluarga serta meminta doa dan restu.
Menjaga ucapan, perilaku, dan ibadah selama perjalanan.
Menghindari tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Bersyukur ketika tiba di tempat tujuan atau kembali ke rumah.
Adab tersebut menunjukkan bahwa doa dan ikhtiar perlu berjalan bersama. Tawakal bukan berarti mengabaikan persiapan, melainkan berusaha sebaik mungkin sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
Makna Doa Perjalanan di Zaman Sekarang
Kemajuan teknologi transportasi membuat perjalanan jauh menjadi lebih mudah dan cepat. Meski begitu, kebutuhan manusia untuk memohon perlindungan dan ketenangan hati tetap tidak berubah.
Doa keluar rumah dan doa safar dapat diamalkan ketika hendak pergi bekerja, mengantar keluarga, melakukan perjalanan bisnis, mudik, atau melaksanakan ibadah ke luar daerah.
Bacaan tersebut juga mengajarkan pentingnya mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas. Dengan doa, seseorang diingatkan untuk tetap rendah hati dan menyadari bahwa keselamatan serta kemudahan merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Pada akhirnya, doa keluar rumah dan bepergian jarak jauh menjadi amalan sederhana yang sarat makna. Dengan mengawali perjalanan melalui nama Allah SWT, berikhtiar dengan baik, dan menutupnya dengan rasa syukur, semoga setiap langkah membawa keberkahan, ketenangan, serta keselamatan hingga kembali ke rumah. (*)

