Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Program Sekolah Rakyat bukan cuma menawarkan sekolah gratis, tapi juga dukungan anggaran jumbo. Pemerintah menyiapkan sekitar Rp4 triliun untuk membiayai operasional puluhan ribu siswa pada 2026, mulai dari gaji guru hingga kebutuhan belajar mengajar.

T. Budianto
Last updated: Juli 15, 2026 8:36 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MEMBUKA MPLS: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (baju putih) membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Sragen, Selasa (14/7/2026). (Foto: Kemensos RI)
SHARE

BACAAJA, SRAGEN– Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) di Sragen, Selasa (14/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan anggaran operasional sekitar Rp4 triliun untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini.

Saat ini, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tercatat 28.478 siswa, terdiri atas 6.305 siswa SD, 11.186 siswa SMP, dan 11.077 siswa SMA. Jumlah tersebut masih bertahap menuju target 43.346 siswa.

“Saya harus memberikan apresiasi karena Kabupaten Sragen memulai proses pembelajaran pada Juli dan Agustus. Ini termasuk yang paling akhir,” kata Gus Ipul.

Baca juga: Puan: Sekolah Rakyat Harus Jadi Pelengkap, Bukan Pesaing Sekolah Formal

Menurutnya, anggaran operasional yang disiapkan pemerintah berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta per siswa setiap bulan. “Indeksnya masih terus kami hitung, tetapi paling tidak sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per siswa per bulan,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk operasional pendidikan, bukan pembangunan gedung sekolah. Pembangunan fisik Sekolah Rakyat menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Untuk tahun ini alokasi operasional bagi sekitar 45 ribu siswa secara keseluruhan kurang lebih Rp4 triliun,” jelasnya. Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan, mulai dari gaji guru, pemeliharaan fasilitas, hingga seluruh proses belajar mengajar.

Pengelolaan Anggaran

Ia memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan mengikuti mekanisme pertanggungjawaban keuangan negara. “Ada mekanismenya semua. Setiap uang yang dikeluarkan negara harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Gus Ipul juga menegaskan Sekolah Rakyat hanya diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera atau masyarakat miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan Desil 2. Proses seleksi dilakukan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemudian diverifikasi oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial.

“Siapa saja boleh selama memenuhi kriteria. Tidak bisa ada titip-menitip karena datanya diverifikasi berlapis,” katanya. Pemerintah menargetkan pembangunan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah pada tahun ini.

Baca juga: Sekolah Rakyat Hadir di Semarang, Wali Kota: Saatnya Semua Anak Bisa Sekolah!

Selain itu, kapasitas setiap sekolah akan ditingkatkan dari sekitar 1.000 siswa menjadi 2.000 siswa, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Hingga saat ini, 19 gedung permanen telah siap digunakan untuk pelaksanaan MPLS, sementara sekitar 100 gedung permanen lainnya ditargetkan mulai dibangun hingga akhir tahun.

Sekolah Rakyat kini bukan sekadar soal ruang kelas gratis. Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah anggaran triliunan digelontorkan: memastikan setiap rupiahnya benar-benar berubah menjadi kualitas pendidikan, bukan sekadar angka di laporan. (tebe)

You Might Also Like

Dari Bayangan Luhut ke Menteri Keuangan: Purbaya Si Anak Buah Kini Jadi Bos

Jateng Ngebut Soal Integritas ASN

BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut Kereta Argo Anggrek Vs KRL, Penumpang Terjepit

Bakorwil Naik Level, Solo Raya Disatukan Biar Kompak

Cuaca di Jateng Makin Susah Ditebak? BMKG Ungkap Faktor Bikin Iklim Jadi Random

TAGGED:headlinekemensospemprov jatengsekolah rakyat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemkop Gandeng Kementan Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Pangan
Next Article DPRD Jateng Minta BUMD Jangan Cuma Berdagang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BTC Solo Kian Sepi, DPRD Jateng Minta Pedagang Online dan Mobile Ditata

DPRD Jateng Minta BUMD Jangan Cuma Berdagang

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Kemkop Gandeng Kementan Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Pangan

Surat Penghentian Pendataan SPPG Beredar, Kejati Jateng: “Kami Cek Dulu”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Ribuan Runners Serbu Merbabu Sky Run 2025, Rutenya Bikin Lupa Capek!

September 7, 2025
Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Politik

Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan

Desember 29, 2025
Inayah Wahid dan sang ibu Sinta Nuriyah Wahid.
Hukum

Sidang Vonis Aktivis Pati Disorot! Putri Gus Dur hingga Ketua BEM UGM Datang, Ingatkan Soal Ini

Maret 5, 2026
Info

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?