Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru SMA di Banyumas Dinyatakan Lakukan Pelecehan, Sekolah Minta Maaf dan Nonaktifkan Pelaku
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Guru SMA di Banyumas Dinyatakan Lakukan Pelecehan, Sekolah Minta Maaf dan Nonaktifkan Pelaku

Dalam surat itu, pihak sekolah dengan tegas membenarkan adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh salah satu guru terhadap siswinya.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 13, 2025 11:33 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ilustrasi pelecehan dan kekerasan seksual. (grafis/tera).
Ilustrasi pelecehan dan kekerasan seksual. (grafis/tera).
SHARE

BACAAJA, BANYUMAS – Baru aja reda kasus penggelapan uang puluhan juta yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri di Banyumas, sekarang publik digemparkan lagi. Kali ini, pelakunya bukan murid, tapi guru di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Banyumas yang diduga melakukan pelecehan terhadap muridnya sendiri.

Kasus ini cepat banget menyebar di media sosial. Banyak warganet yang nggak nyangka kejadian seperti ini bisa terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya jadi tempat aman buat belajar.

Karena ramainya pembicaraan publik, pihak sekolah akhirnya buka suara. Mereka menerbitkan surat pernyataan resmi yang diunggah lewat akun Instagram @smanjatilawang pada Jumat (10/10/2025). Surat bernomor 800/967/2025 itu ditandatangani langsung oleh Kepala Sekolah, Eko Adinuryadin.

Dalam surat itu, pihak sekolah dengan tegas membenarkan adanya tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh salah satu guru terhadap siswinya. “Kami sekolah membenarkan telah terjadi tindakan yang tidak pantas dan melanggar norma serta hukum yang dilakukan oleh oknum guru terhadap salah satu murid kami,” tulis Eko dalam surat tersebut.

Pihak sekolah menyebut sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian ini. Tindakan guru itu dianggap mencoreng nilai-nilai pendidikan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sekolah.

Sebagai langkah cepat, sekolah langsung menonaktifkan guru tersebut dari semua kegiatan belajar mengajar. Mereka juga sudah melaporkan kasus ini ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X dan memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan keluarganya.

“Kami siap bekerja sama penuh dengan pihak yang berwenang, baik hukum maupun informal, untuk menindaklanjuti kasus ini demi marwah dan martabat lembaga pendidikan,” lanjut Eko dalam pernyataannya.

Sekolah juga berjanji bakal memperketat pengawasan internal serta pembinaan guru agar kejadian serupa nggak terulang lagi. Langkah-langkah ini dianggap penting buat mengembalikan kepercayaan orang tua dan masyarakat.

Dari sisi pemerintah, Kepala Seksi SMA Cabang Dinas X, Dwi Sucipto, membenarkan kasus ini sedang ditangani. Ia memastikan proses penindakan terhadap guru yang berstatus ASN itu akan dipercepat.

“Ini sudah dalam proses penanganan oleh Sub Bag TU karena pelakunya ASN. Tapi besok Senin kami akan ambil langkah percepatan penyelesaian masalah ini,” ujar Dwi.

Kasus ini jelas bikin masyarakat Banyumas geram. Banyak orang tua siswa merasa kecewa dan khawatir karena guru yang seharusnya jadi panutan justru melakukan hal sebaliknya.

Warganet juga ramai menuntut agar pelaku diberi sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku. Mereka berharap kejadian seperti ini nggak ditutup-tutupi dan benar-benar ditangani secara transparan.

Di sisi lain, dukungan untuk korban terus mengalir. Beberapa organisasi pelajar dan komunitas perempuan di Banyumas juga menyerukan agar korban mendapatkan pendampingan yang layak dan tidak merasa sendirian.

Kasus ini sekaligus jadi pengingat buat semua pihak bahwa dunia pendidikan bukan cuma soal nilai akademis, tapi juga soal keamanan, etika, dan tanggung jawab moral.

Banyak pihak berharap, insiden ini jadi pelajaran besar agar sistem pengawasan di sekolah-sekolah bisa diperkuat. Karena yang seharusnya melindungi, jangan sampai justru jadi ancaman bagi mereka yang sedang belajar memperjuangkan masa depan. (*)

You Might Also Like

Naudzubillah, Ayah Hilang Akal, Anak Sendiri Jadi Korban Nafsu

Sekelumit Profil Dadan, Ahli Serangga yang Kini Berompi Pink Usai Dicopot

Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

Kompak, Dua Sekda Klaten Beda Era Dituntut Lima Tahun Bui

Bekasi Bukan Sekali Ade Koswara Saja, Lha ini Jejak Kepala Daerah Masuk Radar KPK

TAGGED:gurukepala sekolahpelecehan seksseks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Resmi Dilantik, Bupati Amalia Desiana Siap Bawa RAPI Banjarnegara Makin Solid dan Tanggap Bencana
Next Article Viral “Doa Berbayar” Yusuf Mansur, Netizen Heboh, Ustaz atau Content Creator?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

HADANG MOBIL--Ribuan massa pendukung Sudewo, Bupati Pati nonaktif, menghadang mobil tahanan yang mengangkut junjungannya di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026). (bae)

Eksepsi Sudewo Ditolak Hakim, Massa Pendukung Ngamuk Cegat Mobil Tahanan

Ngaji Pancasila: IKAL Lemhannas Ajak Anak Muda Jadikan Pancasila Gaya Hidup

MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae)

Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Inovasi Mitigasi Bencana Ala Novinda Dian Puspito Antar Banjarnegara Raih Juara 3 Porsenijar Jateng

Oktober 4, 2025
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau lebih dikenal dengan inisial JK.
Hukum

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Pernyataan ‘Syahid’ Disorot Tajam

April 14, 2026
Hukum

Diperiksa KPK, Plt Bupati Cilacap Ngaku Gak Tahu Apa-Apa

Mei 6, 2026
Hukum

Dukun di Magetan Ngaku Tuhan, Lecehkan Kliennya

April 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru SMA di Banyumas Dinyatakan Lakukan Pelecehan, Sekolah Minta Maaf dan Nonaktifkan Pelaku
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?