Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rotasi Hangat PBNU Kian Ramai di Tengah Arah Baru Organisasi. Gus Ipul Kena Geser
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Rotasi Hangat PBNU Kian Ramai di Tengah Arah Baru Organisasi. Gus Ipul Kena Geser

Di antara nama yang kena rotasi, ada KH. Masyhuri Malik yang kini geser dari kursi Ketua PBNU ke posisi Wakil Ketua Umum. Lalu Saifullah Yusuf, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal, kini naik menjadi Ketua PBNU.

Nugroho P.
Last updated: November 28, 2025 8:24 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Liputan internal PBNU kembali menghangat setelah Gus Yahya melakukan rotasi besar di tubuh organisasi, tepat di saat polemik soal pencopotannya sebagai Ketua Umum sedang ramai dibicarakan. Dengan gaya tenang khasnya, ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari transformasi agar roda PBNU tetap muter tanpa hambatan yang berarti.

Gus Yahya menegaskan bahwa perubahan lima posisi strategis ini bukan bentuk reaksi spontan, tapi upaya menjaga ritme kerja organisasi tetap stabil. Ia bilang, “tugas-tugas PBNU harus tetap jalan,” usai rapat tanfidziyah di kantor pusat PBNU, Jumat siang.

Menurutnya, rotasi adalah mekanisme biasa yang memang diatur dalam peraturan organisasi. Jadi meskipun situasinya panas, manuver struktural tetap harus dilaksanakan demi keberlanjutan kerja PBNU.

Di antara nama yang kena rotasi, ada KH. Masyhuri Malik yang kini geser dari kursi Ketua PBNU ke posisi Wakil Ketua Umum. Lalu Saifullah Yusuf, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal, kini naik menjadi Ketua PBNU.

Nama lain adalah H. Gudfan Arif yang bergeser dari Bendahara Umum ke kursi Ketua PBNU. Perubahan ini jadi sorotan karena posisinya cukup strategis dalam alur program organisasi.

Selain itu, H. Amin Said Husni kini resmi menempati jabatan Sekjen PBNU setelah sebelumnya berada di posisi Wakil Ketua Umum. Pergeserannya disebut sebagai bagian dari penyegaran internal.

Rotasi terakhir terjadi pada H. Sumantri, yang sebelumnya bertugas sebagai Bendahara, kini naik menjadi Bendahara Umum PBNU. Lengkap sudah puzzle baru pengurus versi Gus Yahya.

Di luar soal jabatan, rapat tanfidziyah juga membahas roadmap NU 2025–2050. Roadmap ini digadang-gadang jadi arah baru organisasi untuk jangka panjang, terutama terkait program dan ritme kaderisasi.

Gus Yahya menyebut kalau dinamika internal belakangan ini memang cukup bikin suasana menghangat. Tapi baginya, polemik tak boleh sampai mengganggu tugas NU dalam melayani umat.

Ia menegaskan bahwa tugas PBNU bukan sekadar urusan administrasi, tapi amanat besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral dan spiritual. “Ini bukan cuma tanggung jawab ke Muktamar, tapi juga tanggung jawab ilahiyah,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan untuk menunjukkan bahwa PBNU tetap fokus melayani masyarakat di tengah riuh dinamika internal. Menurutnya, organisasi harus jalan terus tanpa menunggu situasi benar-benar stabil.

Perubahan Level Khidmah

Masuk ke bagian transformasi, Gus Yahya bilang bahwa NU harus siap menghadapi perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, perbaikan level khidmah jadi fokus utama.

“Perubahan sekarang itu cepat dan menyentuh hal-hal fundamental,” tambahnya. NU harus menyiapkan diri kalau mau tetap relevan dalam percaturan sosial ke depan.

Menurutnya, orientasi baru NU harus berdasar pada wawasan peradaban jangka panjang, bukan hanya merespons situasi harian yang muncul. Ini selaras dengan arah visi roadmap.

Pembenahan struktur ini, tegasnya, bukan untuk memperkeruh suasana, tapi memastikan semua lini bekerja dengan ritme yang sama. Ia ingin PBNU tetap satu frekuensi.

Transformasi organisasi juga jadi bagian dari strategi menghadapi tantangan global. Gus Yahya melihat NU perlu adaptif, termasuk dalam menyusun tata kelola internal.

Rotasi ini pun disebut sebagai bagian dari penyegaran yang wajar, apalagi jika melihat situasi organisasi yang tengah membutuhkan stabilisasi.

Meski polemik pencopotannya masih ramai dibahas, Gus Yahya tetap melanjutkan langkah-langkah yang ia anggap penting untuk keberlangsungan organisasi.

Beberapa pihak menilai langkahnya cukup berani, karena mengambil keputusan strategis di tengah situasi internal yang belum sepenuhnya mereda.

Namun demikian, ia tetap kukuh pada prinsip transformasi sebagai langkah untuk memperkuat PBNU secara struktural dan fungsional.

Keputusan rotasi ini diprediksi bakal memunculkan respons beragam dari internal NU. Tapi bagi Gus Yahya, yang terpenting adalah memperbaiki kualitas khidmah.

Ia juga berharap struktur baru bisa memperkuat koordinasi, terutama menjelang berbagai agenda besar organisasi.

Dengan struktur baru yang sudah dibentuk, ia ingin memastikan PBNU tetap punya arah yang jelas dalam menjalankan semua program jangka panjangnya.

Secara keseluruhan, langkah rotasi ini jadi penanda bahwa dinamika PBNU masih sangat cair dan kemungkinan ada perubahan lanjutan ke depan.

Gus Yahya sendiri terlihat tetap tenang menghadapi semua situasi ini, sambil menekankan pentingnya soliditas dan arah organisasi yang terukur.

Para kader di daerah disebut mulai menunggu bagaimana implementasi hasil rotasi ini di lapangan, apakah membawa ritme baru atau tetap seperti sebelumnya.

Polemik kepemimpinan mungkin belum selesai, tapi manuver internal ini menunjukkan bahwa PBNU masih bergerak dan menata ulang ritmenya.

Pada akhirnya, rotasi ini membawa sinyal bahwa organisasi tidak sedang berhenti, meski dinamika sedang tinggi. Ada arah baru yang sedang disiapkan untuk masa depan.

Bagaimana penerimaan terhadap rotasi ini, tentu akan terlihat dalam waktu dekat. Namun yang jelas, perubahan sedang berjalan, dan PBNU sedang menyusun ulang langkah besarnya. (*)

You Might Also Like

Timur Tengah Lagi Panas, DPR: Haji 2026 Aman Nggak Nih?

Pemerintah Fokus Tambah Dokter Spesialis

Arah Baru MBG Dipertegas, Anak Kurang Gizi Diprioritaskan

Konflik PBNU, Gus Yahya: Mari Selesaikan Baik-baik Lewat Muktamar

KH Zulfa Mustofa Melangkah Tenang Gantikan Gus Yahya Hari Ini

TAGGED:gus ipulgus yusufKetua Umum PBNUkonflik pbnuPBNU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Duh, Habis Dampingi Korban Kriminalisasi, Dera Malah Dikriminalisasi
Next Article Viral Banget Bencana Hidrometeorologi, Apa Itu?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Mahfud MD Datang ke Istana, Isu Pelantikan Bikin Sore Berdebar

November 7, 2025
Gedung KPU RI. KPU menetapkan 16 dokumen syarat capres-cawapres sebagai informasi tertutup selama 5 tahun, menuai kontroversi publik. Di tengah kebijakan ini, Wapres Gibran digugat Rp125 triliun terkait legalitas ijazah SMA luar negerinya. Publik mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas KPU.
Nasional

KPU ‘Lock’ 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres Untuk Dipublish

September 15, 2025
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan para kementerian teknis dalam rangka evaluasi pelaksanaan MBG, Minggu (28/9/2025) malam. Foto: dok/BiroPersKepresidenan
Nasional

Evaluasi Total MBG: Rakyat Butuh Sistem, Bukan Arahan Teknis Presiden

September 29, 2025
Info

Pemprov Dukung Penguatan Gizi dan Literasi Alquran Santri

Maret 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rotasi Hangat PBNU Kian Ramai di Tengah Arah Baru Organisasi. Gus Ipul Kena Geser
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?