BACAAJA, SEMARANG – SMAN 6 Semarang menjadi sekolah pertama di Kota Semarang yang menggelar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara kolektif pada 2026.
Pelaksanaan UKBI ini diikuti ratusan siswa kelas XII. Mereka mengerjakan soal secara daring menggunakan gawai atau perangkat elektronik lainnya di aula.
Tim Kerja Pembinaan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Afritta Dwimartyawati, mengatakan sejauh ini SMAN 6 Semarang menjadi sekolah pertama di Kota Semarang yang sudah menyelesaikan UKBI secara kolektif tahun ini.
Bacaaja: Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa
Bacaaja: Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus
“Kalau Kota Semarang baru SMA Negeri 6 Semarang,” kata Afritta saat ditemui usai mengawasi pelaksanaan UKBI, Selasa (11/8/2026).
Sejumlah sekolah lain sudah ada yang mendaftar melaksanakan UKBI secara kolektif, tetapi masih dalam proses rencana. Sekolah itu di antaranya SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 12 Semarang, dan MAN 1 Kota Semarang.
Afritta menegaskan, pelaksanaan UKBI secara kolektif di sekolah bukan kewajiban dari pemerintah. Sekolah yang ingin menggelarnya dapat mengajukan permohonan kepada Balai Bahasa.
Meski begitu, program UKBI terus digiatkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Selain Kota Semarang, UKBI digelar di Kabupaten Semarang, Kendal, Tegal, hingga Sukoharjo.
SMAN 6 siapkan UKBI berkala
Kepala SMAN 6 Semarang, Drs. Yuwana, M.Kom, mengatakan sekolah menyambut pelaksanaan UKBI karena melihat kemampuan berbahasa berkaitan erat dengan literasi siswa.
Menurutnya, kemampuan berbahasa yang baik juga penting untuk membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kenapa berbahasa itu penting? Termasuk dalam UKBI ini sangat penting bagi kami. Bahasa itu menunjukkan karakter bangsa,” kata Yuwana, Selasa (11/8/2026).
Untuk pelaksanaan perdana ini, SMAN 6 Semarang menargetkan seluruh siswa kelas XII mengikuti UKBI yang jumlahnya mencapai 427 siswa.
Namun, UKBI di SMAN 6 Semarang tidak ingin berhenti sebagai ujian satu kali untuk siswa kelas XII.
Yuwana berencana membuat pelaksanaan UKBI secara bertahap dan berkala. Siswa kelas XI akan menjadi sasaran berikutnya, kemudian hasilnya bisa dibandingkan ketika mereka sudah duduk di kelas XII.
“Karena di aturan boleh kelas X, maka kami merencanakan kelas XI dulu, kemudian nanti kelas XII diujikan lagi, perkembangannya seperti apa,” jelasnya.
Rencana tersebut nantinya dikembangkan agar seluruh jenjang kelas X, XI, dan XII bisa mengikuti UKBI. Dengan cara itu, sekolah dapat melihat perkembangan kemampuan berbahasa siswa dari waktu ke waktu.
Tak hanya siswa, Yuwana juga berharap guru-guru SMAN 6 Semarang bisa ikut menjalani UKBI. Hanya saja, pelaksanaan untuk guru masih terkendala biaya karena peserta umum dikenakan tarif. (bae)

