BACAAJA, SEMARANG – Sejumlah warga tampak duduk di pinggir jalan menyaksikan iring-iringan barongsai yang melintas di tengah permukiman. Atraksi barongsai merupakan bagian dari Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang.
Kostum berwarna merah, kuning, dan hitam menjadi pusat perhatian, sementara di belakangnya terlihat peserta lain membawa pertunjukan serupa.
Suasana itu menjadi bagian dari kirab perayaan ulang tahun Kelenteng Siu Hok Bio. Rombongan tidak hanya menampilkan barongsai, tetapi juga bergerak dari satu kelenteng menuju kelenteng lainnya dalam rangkaian acara.
Bacaaja: Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang
Bacaaja: Ibu Gendong Masih Bertahan di Kranggan, Bakal Disulap Jadi Ikon Wisata Baru Semarang
Yohanes Tedi Prayitno (16), protokol acara, mengatakan sekitar 19 orang terlibat dalam rombongan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan rangkaian di satu lokasi, rombongan akan kembali bergerak menuju kelenteng berikutnya. Rute kirab tersebut melewati sejumlah titik hingga akhirnya berlanjut ke kelenteng lain yang menjadi bagian dari perayaan.
“Nanti ke depan. Dari kelenteng itu nanti ke kelenteng depan lagi,” ujarnya.
Jumlah kelenteng yang menjadi tujuan kirab cukup banyak. Yohanes menyebut rombongan akan mendatangi beberapa klenteng dalam rangkaian perjalanan tersebut.
Di tengah perjalanan, pertunjukan barongsai menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian. Seperti terlihat dalam foto, satu pemain dengan kostum barongsai berwarna dominan hitam, merah, dan kuning berdiri di tengah jalan, sementara warga duduk berjajar di sisi kanan dan kiri untuk menyaksikan.
Tak jauh di belakangnya, tampak pula karakter barongsai lain mengikuti rombongan. Kehadiran warga yang berhenti menonton membuat kirab terasa hidup, meski berlangsung di jalan permukiman yang relatif sempit.
Muhammad Arnold Fahrezi (18), salah satu pemain barongsai tradisional, mengatakan satu kelompok pertunjukan membutuhkan sekitar enam orang.
“Kurang lebih enam orang. Dua utama nanti yang empatnya penari,” kata Arnold.
Bagi Arnold, pertunjukan barongsai tersebut bukan sekadar bagian dari kemeriahan kirab. Barongsai tradisional yang dimainkan juga memiliki kaitan dengan bentuk awal kesenian barongsai yang berkembang hingga saat ini.
Sementara itu, rombongan terus melanjutkan perjalanan menuju sejumlah klenteng. Kirab tersebut membuat perayaan ulang tahun Kelenteng Siu Hok Bio tak hanya berlangsung di dalam tempat ibadah, tetapi juga menghadirkan suasana perayaan langsung di tengah warga yang dilewati rombongan.
Mooncake Festival adalah perayaan tradisional Festival Kue Bulan (Tionghoa) yang dipadukan dengan ruang perjumpaan budaya, seni, kuliner UMKM, dan teknologi imersif di kawasan Pecinan Kota Semarang. (dul)

