BACAAJA, SITUBONDO – Suasana tenang di sebuah dusun kecil mendadak berubah jadi ramai setelah kejadian tak biasa terjadi di Situbondo. Warga Dusun Semmekan Utara, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit dibuat geleng-geleng kepala melihat pohon beringin yang sebelumnya tumbang, tiba-tiba bisa berdiri lagi.
Kejadian ini bermula pada Rabu malam ketika angin kencang menerjang kawasan tersebut. Pohon beringin yang berada di area pemakaman roboh begitu saja, menutup akses jalan dan membuat area sekitar terlihat semrawut.
Keesokan paginya, warga langsung bergerak. Mereka gotong royong membersihkan lokasi dengan memotong dahan dan ranting pohon yang berserakan agar jalan bisa kembali dilewati.
Namun di sinilah cerita jadi makin bikin penasaran. Setelah ranting-rantingnya dipangkas, pohon yang semula rebah itu perlahan justru kembali ke posisi tegak, seolah “bangkit” dengan sendirinya.
Aji, salah satu warga setempat, menceritakan momen itu dengan nada masih tak percaya. Ia mengatakan, awalnya pohon memang roboh karena terpaan angin, tapi setelah dibersihkan, kondisinya berubah drastis.
Menurut Aji, tidak ada yang menyangka hal seperti itu bisa terjadi. Apalagi pohon yang sudah tumbang total biasanya sulit kembali berdiri tanpa bantuan alat berat.
Fenomena ini langsung menyebar dari mulut ke mulut. Warga dari dusun sekitar bahkan mulai berdatangan untuk melihat langsung pohon yang dianggap “ajaib” itu.
Lokasinya yang berada di area pemakaman menambah suasana jadi lebih mistis. Sebagian warga mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal di luar nalar.
Meski begitu, tidak semua orang melihatnya dari sisi mistik. Aji mencoba menjelaskan kejadian tersebut dengan pendekatan yang lebih logis.
Ia menilai akar pohon kemungkinan masih sangat kuat mencengkeram tanah. Saat beban ranting berkurang setelah dipotong, batang pohon punya ruang untuk kembali tegak.
Penjelasan ini cukup masuk akal, terutama jika melihat kondisi pohon yang tidak sepenuhnya tercabut dari tanah saat tumbang.
Namun tetap saja, bagi sebagian warga, faktor lokasi di pemakaman membuat cerita ini sulit dilepaskan dari nuansa keramat.
Apalagi pohon beringin sendiri sudah lama dikenal punya makna simbolik dalam budaya masyarakat Jawa. Tidak sedikit yang menganggapnya sebagai pohon yang “dihuni” atau punya nilai spiritual.
Situasi makin ramai setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial. Banyak netizen ikut berkomentar, dari yang penasaran sampai yang merinding.
Beberapa bahkan datang langsung ke lokasi hanya untuk memastikan apakah cerita tersebut benar adanya atau sekadar kabar yang dilebih-lebihkan.
Di tengah perhatian yang terus meningkat, warga akhirnya mengambil keputusan bersama. Mereka memilih untuk tidak melanjutkan penebangan pohon tersebut.
Sebagai gantinya, warga menggelar doa bersama di sekitar area pemakaman. Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjaga ketenangan lingkungan.
Keputusan itu juga jadi cara untuk meredam berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Warga ingin menjaga suasana tetap kondusif tanpa menambah keresahan.
Kini, lokasi pohon beringin itu justru berubah jadi titik perhatian baru. Orang-orang datang silih berganti, entah sekadar melihat atau mencari pengalaman berbeda.
Fenomena ini seolah jadi pengingat bahwa di balik kejadian sehari-hari, kadang ada hal tak terduga yang bisa memancing rasa ingin tahu banyak orang.
Entah dilihat dari sisi ilmiah atau kepercayaan, kisah pohon beringin di Situbondo ini sukses jadi perbincangan hangat yang belum juga reda hingga sekarang. (*)

