Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aliran Duit Misterius Terkuak, Pansus Haji Diduga Diincar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Aliran Duit Misterius Terkuak, Pansus Haji Diduga Diincar

Pelaksana tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa timnya sudah bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti tersebut. Ia memastikan uang itu kini sudah resmi disita sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan.

Nugroho P.
Last updated: April 14, 2026 12:51 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Yaqut Cholil Qoumas
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi kembali bikin geger publik setelah mengungkap temuan uang jumbo dalam kasus dugaan korupsi haji. Nilainya bukan main, mencapai 1 juta dolar Amerika Serikat atau setara belasan miliar rupiah, yang diduga punya tujuan sensitif: memengaruhi jalannya pansus haji di DPR.

Kasus ini langsung jadi sorotan karena bukan cuma soal angka, tapi juga arah penggunaan dana tersebut. Dugaan adanya upaya “mengondisikan” pansus haji bikin publik bertanya-tanya soal transparansi dan integritas dalam pengelolaan ibadah yang seharusnya sakral ini.

Pelaksana tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa timnya sudah bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti tersebut. Ia memastikan uang itu kini sudah resmi disita sebagai bagian dari proses hukum yang berjalan.

Menurut penjelasannya, penyitaan dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi kuat bahwa uang tersebut memang disiapkan untuk tujuan tertentu. “Kami lakukan upaya pengamanan barang bukti, dan uang itu sudah kami sita,” ujar Taufik dalam keterangannya.

Yang bikin cerita ini makin menarik, muncul satu nama berinisial ZA. Sosok ini diduga jadi perantara dalam upaya penyaluran dana ke pihak pansus haji. Meski begitu, identitas lengkap ZA masih belum dibuka ke publik.

KPK menyebut, dari hasil pemeriksaan saksi, ZA memang berperan sebagai penghubung. Ia disebut-sebut menjadi jembatan antara pihak yang menyediakan dana dan pihak yang diduga menjadi target penerimaan.

Namun sampai sekarang, belum ada penjelasan detail soal bagaimana mekanisme penyerahan uang itu dirancang. Apakah sudah sempat diserahkan atau masih dalam tahap rencana, juga masih jadi bagian yang terus didalami.

Di sisi lain, perkara ini juga menyeret nama besar di lingkaran pejabat kementerian. Salah satu yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Yaqut Cholil Qoumas.

Tak sendiri, Yaqut disebut terlibat bersama beberapa pihak lain. KPK menetapkan total empat orang tersangka dalam kasus ini, termasuk orang-orang yang punya peran strategis di sektor perjalanan haji.

Nama lain yang ikut terseret adalah Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, yang diketahui merupakan mantan staf khusus. Selain itu ada Ismail Adham dan Asrul Azis Taba yang berasal dari perusahaan swasta terkait layanan perjalanan haji.

Keterlibatan pihak swasta ini membuka dugaan adanya praktik kolusi antara penyelenggara perjalanan dan pejabat negara. Hal ini tentu memperkuat indikasi bahwa kasus ini bukan sekadar penyimpangan kecil.

Awal mula kasus ini sendiri berkaitan dengan tambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi. Saat itu, Indonesia mendapat jatah tambahan sekitar 20 ribu kuota.

Kuota tambahan tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk jamaah reguler dan kuota khusus. Kebijakan pembagian ini yang kemudian diduga menjadi pintu masuk praktik korupsi.

Diduga, dalam proses pembagian kuota tersebut terjadi transaksi tidak wajar yang melibatkan sejumlah pihak. Uang dalam jumlah besar disebut mengalir sebagai bentuk “pengaturan” agar distribusi kuota berjalan sesuai kepentingan tertentu.

Sejauh ini, KPK sudah berhasil menyita dana lebih dari Rp100 miliar dalam pengembangan kasus ini. Angka tersebut menunjukkan skala perkara yang tidak kecil.

Lebih jauh lagi, hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap potensi kerugian negara yang fantastis. Nilainya mencapai Rp622 miliar.

Kerugian tersebut diduga berasal dari berbagai praktik penyimpangan, mulai dari pengaturan kuota hingga dugaan suap dalam prosesnya. Semua masih terus ditelusuri oleh penyidik.

Secara hukum, para tersangka dijerat dengan pasal-pasal berat dalam undang-undang tindak pidana korupsi. Termasuk Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor yang mengatur soal penyalahgunaan wewenang dan kerugian negara.

Selain itu, mereka juga dikenakan ketentuan dalam KUHP terkait perbuatan bersama-sama. Ini menunjukkan bahwa kasus ini diduga melibatkan kerja sama antar pihak, bukan tindakan individu semata.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari KPK, terutama soal pengembangan kasus dan kemungkinan adanya tersangka baru. Apalagi dengan munculnya sosok perantara seperti ZA.

Kasus ini juga jadi pengingat bahwa sektor ibadah sekalipun tidak sepenuhnya steril dari praktik korupsi. Justru karena menyangkut kepentingan besar, potensi penyimpangan bisa makin tinggi.

Di tengah proses hukum yang berjalan, tekanan publik agar kasus ini dibuka secara transparan juga makin kuat. Banyak yang berharap semua pihak yang terlibat bisa diungkap tanpa pandang bulu.

Dengan nilai kerugian yang besar dan nama-nama yang terlibat, kasus ini diprediksi masih akan panjang. KPK pun dituntut untuk menjaga konsistensi dalam penegakan hukum.

Satu hal yang pasti, temuan uang 1 juta dolar ini baru permukaan. Masih banyak lapisan yang kemungkinan akan terkuak seiring berjalannya penyidikan lebih lanjut. (*)

You Might Also Like

Niat Uji Ilmu Kebal, Pelajar Malah Berakhir Luka Bacok Serius

Keluarga Eks-Sekda Klaten Menangis di Ruang Sidang, Jaka Sawaldi Divonis 2 Tahun Penjara

Sidang Nadiem Makin Panas, Tuntutan Belasan Tahun Bikin Geger

Vonis Mati Menghantui Awak Sea Dragon Kasus Sabu 2 Ton, Jaksa: Sesuai UU

Daftar Perangkat Desa Kok Kayak “Bayar Tiket Masuk”?

TAGGED:Gus Yaquthajikasus hajiKPKyaqut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau lebih dikenal dengan inisial JK. Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Pernyataan ‘Syahid’ Disorot Tajam
Next Article Beringin Sakti Tak Mau Tumbang Tiba-Tiba Tegak Lagi, Warga Heboh Banget

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

CJIBF 2026 Bawa Potensi Rp19,07 Triliun ke Jateng

Tujuh Tokoh Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sapi, Ayam, dan Kolam Pancing Bisa Jadi Destinasi, KKN UPGRIS Lirik Potensi Tamansari

Bersolek buat MTQ, PKL Simpang Lima Diminta Geser

Dari Infak Jadi Ambulans, Warga Kalipancur Buktikan Gotong Royong Tak Cuma Jadi Pajangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Cemburu DM TikTok, Pelajar Kebumen Banting Teman

Agustus 18, 2026
Hukum

Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh

Desember 26, 2025
POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Kasus Aiptu N Bikin Geger, Dugaan KDRT Berat Kini Diusut

Juli 3, 2026
Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aliran Duit Misterius Terkuak, Pansus Haji Diduga Diincar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?