BACAAJA, SEMARANG – Ada warga yang memilih menyelipkan kritik sosial lewat cosplay sederhana saat Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Wisata Kandri, Gunungpati, Kota Semarang.
Dia adalah Lek Wakid, warga Kandri yang ikut dalam rangkaian upacara dengan konsep budaya Jawa. Mengenakan pakaian bernuansa tradisional, ia berkalung bawang merah dan kardus.
Tulisan di kardus itu cukup mencolok. “Juragan bawang. Pilih: mau bekeria ngupas? (Satu) 1 juta/kg atau mau jadi istri saya?”
Bacaaja: Menteri Kabinet Bayangan Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Kendeng
Bacaaja: Unik! Upacara HUT RI di Kandri Pakai Bahasa Jawa, Warga Tampil Ala Petani
Tulisan tersebut merujuk pada pidato Presiden Prabowo yang menyebut seorang perempuan bekerja mengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu per kilogram.
Lek Wakid sengaja menaikkan angka Rp700 ribu itu menjadi Rp1 juta per kilogram. Bukan karena benar-benar sedang membuka lowongan sebagai juragan bawang, melainkan sebagai sindiran.
“Jadi sangat khayal sekali bagi rakyat yang notabene mencari pekerjaan sulit tapi ada istilah kupas bawang Rp700 ribu, maka ini saya naikkan menjadi Rp1 juta,” kata Lek Wakid, Senin (17/8/2026).
Dia menanggapi pernyataan mengenai upah mengupas bawang tersebut dengan tawa.
“Ya gimana ya? Saya cukup ketawa aja. Karena tidak mungkin, tidak mungkin wis. Ora mungkin,” katanya.
Ketika ditanya apakah informasi yang disampaikan Prabowo tersebut keliru, ia kembali melontarkan kritik dengan bahasa khasnya.
“Bukan hanya kebohongan. Tapi apa ya? Khayalan, khayalan. Wis khayal banget. Wis ndak mungkin, ndak mungkin,” kata Lek Wakid. (bae)

