Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Krisis Identitas dan Finansial Lansia Non-Pegawai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Krisis Identitas dan Finansial Lansia Non-Pegawai

Redaktur Opini
Last updated: Agustus 18, 2026 8:13 am
By Redaktur Opini
3 Min Read
Share
SHARE

Yuli Retno Indah Peratiwi adalah mahasiswi Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Tinggal di Jalan Gajah, Semarang.

Persoalan pensiun bukan hanya cerita tentang orang tua kita hari ini. Tetapi juga gambaran masa depan generasi yang sedang bekerja sekarang.

Bagi sebagian orang, pensiun punya tanggal yang jelas. Ada surat keputusan, serah terima jabatan, lalu gaji pensiun yang ditunggu setiap bulan.

Namun, bagi pedagang, petani, pemilik warung, atau pekerja mandiri, pensiun bisa menjadi peristiwa yang sangat sederhana. Tubuh sudah tidak sanggup lagi bekerja. Tidak ada SK, tidak ada seremoni, bahkan mungkin tidak ada yang mengucapkan “selamat menikmati masa pensiun.”

Padahal berhenti bekerja bukan sekadar kehilangan pemasukan. Bagi lansia non-pegawai, pekerjaan sering kali telah menjadi identitas. Puluhan tahun dikenal sebagai “Pak Pemilik Toko” atau “Bu Penjual Sayur” membuat pekerjaan menjadi panggung sosial sekaligus sumber rasa dibutuhkan. Ketika usaha berhenti atau dialihkan kepada anak, panggung itu mendadak kosong.

Inilah sisi pensiun yang jarang dibicarakan: krisis identitas. Tidak ada istilah resmi untuk post-power syndrome versi pemilik warung. Tetapi rasa kehilangan peran tetap nyata. Interaksi dengan pelanggan, pemasok, tetangga, bahkan rutinitas membuka toko setiap pagi merupakan bagian dari kehidupan sosial. Ketika semua itu hilang, rumah bisa terasa jauh lebih sunyi daripada sebelumnya.

Persoalannya kemudian ialah, tidak lagi bekerja artinya kehilangan sumber pemasukan ekonomi. Dari berberapa sumber mencatat, sebanyak 7,3 juta atau 78,5 persen dari 9,4 juta lansia bekerja berada di sektor informal, dengan penghasilan, waktu kerja, dan perlindungan kerja yang tidak pasti.

Kondisi itu menunjukkan bahwa bekerja sampai usia lanjut tidak selalu berarti seseorang masih produktif dan sejahtera. Sangat mungkin, ia bekerja karena memang belum memiliki pilihan untuk berhenti.

Kajian Bappenas bahkan menunjukkan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) menghadapi keterbatasan akses terhadap program Jaminan Pensiun. Padahal, populasi lansia Indonesia diproyeksikan mencapai 20,31 persen dari total penduduk pada 2045.

Artinya, persoalan pensiun bukan hanya cerita tentang orang tua kita hari ini. Tetapi juga gambaran masa depan generasi yang sedang bekerja sekarang.

Belum selesai soal uang, kesehatan ikut mengetuk pintu. WHO menekankan pentingnya pembiayaan long-term care agar lansia memperoleh layanan berkualitas tanpa mengalami kesulitan finansial.

Di Indonesia, pembiayaan publik telah menopang program perawatan jangka panjang bagi lebih dari 625.000 lansia. Terutama mereka yang berpendapatan rendah dan memiliki keterbatasan akses.

Karena itu, lansia membutuhkan lebih dari sekadar nasihat untuk “menikmati masa tua”. Mereka membutuhkan ruang untuk tetap berperan: komunitas, kegiatan sosial, hobi, atau aktivitas yang membuat mereka merasa dihargai. Sementara itu, generasi muda perlu belajar mempersiapkan dana pensiun sejak dini.

Pensiun seharusnya bukan akhir dari kebermanfaatan seseorang. Dan bagi mereka yang tidak pernah memiliki SK pensiun, jangan sampai saat berhenti dari pekerjaan otomatis menjadi berhentinya rasa berharga dalam diri mereka. (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Seni Menjaga Diri di Tengah Zaman Edan

Bagimana Krisis Iklim Mengganggu Hubungan Keluarga

Kalau Bencana Datang, Jangan Biarkan Akal Ikut Mengungsi

Efek Buruk Candaan Negatif yang Dinormalisasikan

Ketika Manusia Dipandang Sebatas Angka

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae) Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu
Next Article DISKON HUKUMAN--Gubernur Jateng menyerahkan SK remisi bagi warga binaan, Senin (17/8/2026). (ist) 9.551 Napi di Jateng Dapat Diskon Hukuman saat HUT Ke-81 RI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)

Tragis! Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Korban Bullying Kakak Kelas

SEKOLAH SEPI: SDN Ngaliyan 4 Semarang sepi karena mayoritas siswanya belajar daring atau tidak ke sekolah pada Jumat (2/10/2026). (bae)

Terdampak Asap TPA Jatibarang, SDN Ngaliyan 4 Masih Belajar Daring

TUNTUT KENAIKAN UPAH - Massa aksi buruh membentangkan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan saat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng (Gubernuran) di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (1/10/2026).

Buruh Tuntut Kenaikan Upah 10 Persen, Begini Respons Disnakertrans dan DPRD Jateng

KEBAKARAN TPA: Petugas masih terus menyiram area kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Jumat (2/10/2026). (bae)

Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatibarang: Asap Masih Mengepul

RILIS LAGU PANCASILA - Olivia Zalianty bersama KGPH Ndaru Kusumo merilis karya musik berjudul 'Pancasila'.

Olivia Zalianty dan Ndaru Kusumo Rilis Lagu ‘Pancasila’ pada Hari Kesaktian Pancasila

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Menyoal Ucapan “Anak Bukan Investasi”

Desember 19, 2025
Opini

Reklamasi sebagai Kunci Resiliensi

Desember 4, 2025
Opini

Urban Parenting dan Mitos “Anak Baik-Baik Saja”

Januari 13, 2026
Opini

Grup WA Kelas Bukan Ruang Penghakiman

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Krisis Identitas dan Finansial Lansia Non-Pegawai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?