Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air

Sebagian wilayah di Jepara, Pati, Rembang, Demak, Wonogiri, serta kawasan pantura barat seperti Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan, rawan kekeringan.

R. Izra
Last updated: Juli 2, 2026 10:40 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau beranjak datang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau tahun 2026 ini bakal berlangsung lebih panjang.

Sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan parah dan krisis air. Di Jateng, terdapat sejumlah daerah yang masuk dalam peta rawan kekeringan dan krisis air bersih.

Kepala Kelompok Kerja Layanan Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Sulistiyowati, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan berkurang di berbagai wilayah.

Bacaaja: Petani Jabungan Nekat Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?
Bacaaja: Kemarau Datang, BPBD Jateng Siaga Salurkan Air Bersih ke Warga

“Musim kemarau wilayah Jawa Tengah di tahun 2026 diprediksi lebih kering dan umumnya berpotensi lebih panjang dibanding rata-rata normalnya. Hal ini disebabkan adanya pengaruh dari fenomena El Nino,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurut BMKG, beberapa daerah bahkan sudah lebih dulu memasuki musim kemarau sejak April 2026. Wilayah tersebut meliputi Jepara, Pati, Rembang, sebagian besar Wonogiri, serta kawasan pantura seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Demak.

Daerah-daerah itu diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih lama dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.

Sementara untuk Kota Semarang, musim kemarau umumnya dimulai pada Mei hingga Juni. BMKG memperkirakan puncak kemarau terjadi pada Agustus 2026 dan kondisi kering masih berpotensi berlanjut hingga September.

Berdasarkan pembaruan data pertengahan Juni 2026, seluruh wilayah Jawa Tengah kini telah memasuki musim kemarau. Meski hujan masih mungkin turun pada Juli hingga September, intensitasnya diprediksi berada di bawah normal.

“Secara umum puncak musim kemarau diprediksi baru akan terjadi pada Agustus 2026 dan dampaknya bisa berlanjut hingga September. Kondisi kering diprediksi akan terus berlanjut dan terakumulasi hingga mencapai puncaknya,” jelas Sulistiyowati.

BMKG mengingatkan, musim kemarau yang lebih panjang berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari berkurangnya pasokan air bersih, meningkatnya risiko gagal panen, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, pemerintah daerah diminta menjadikan informasi iklim sebagai acuan dalam menyusun langkah mitigasi, seperti pengelolaan sumber daya air dan penetapan status siaga darurat kekeringan di wilayah rawan.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau mulai menghemat penggunaan air sejak sekarang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung. (dul)

You Might Also Like

3 Juni SPMB SMA/SMK Jateng Dibuka, Kursinya Cuma 40 Persen

Mahasiswa Turun ke Jalan, Wagub Jateng Janji Tak Tutup Telinga

Budiman Cs Didatangi Mahasiswa, Forum Diskusi Berubah Jadi Adu Argumen

Pilkada Emang Banyak Masalah, tapi Bukan Lempar ke DPRD Solusinya

Seribu Dapur “Disemprit”, Prabowo Ingin MBG Nggak Asal Jadi

TAGGED:bmkgheadlinekekeringankemarau panjangkrisis air bersih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MENJARAH - Ilustrasi warga menjarah telur yang berserakan di jalan setelah armada pengangkut mengalami kecelakaan. Miris! Bukan Menolong, Warga Purbalingga Malah Jarah Telur dari Pikap yang Kecelakaan
Next Article Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Faktanya, Kupas Bawang 4 Karung, Yeyet Cuma Dapat Rp40 Ribu

Makam Bung Karno di Blitar Kini Bisa Diziarahi 24 Jam

6 Doa Tolak Bala Saat Bencana Mengintai

TPA Jatibarang Masuk Mode Siaga

Agustina Klaim Persiapan MTQ Nasional Sudah 80 Persen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Iman Rachman resmi cabut dari kursi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah IHSG rontok dan trading halt dua hari berturut-turut.
Ekonomi

Breaking News! Dirut BEI Mundur setelah IHSG Rontok: Bentuk Tanggung Jawab

Januari 30, 2026
Sepak Bola

Uji Coba Menang 9-0, Alfredo Vera Cek Mesin PSIS

Februari 8, 2026
Hukum

Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka

Mei 5, 2026
Info

Jateng Kejar 970 Ribu Hektare Lahan Hijau

Juni 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?