BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau beranjak datang. Namun, petani di Jabungan, Kota Semarang, tetap menanam padi. Apa tidak takut kekeringan?
Kekeringan saat musim kemarau tetap menjadi momok menakutkan bagi para petani. Termasuk di Jabungan.
Petani tetap nekat menanam padi karena pasokan air irigasi masih belum kering. Para petani berharap debit air tetap terjaga agar masa tanam tidak terganggu.
Bacaaja: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau
Bacaaja: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan
Salah seorang petani, Ruginah (75), mengatakan air menjadi faktor utama yang menentukan jenis tanaman yang bisa dibudidayakan.
Selama pasokan air dari saluran irigasi masih mencukupi, ia memilih menanam padi. Namun jika kemarau semakin panjang dan debit air mulai berkurang, petani biasanya beralih ke tanaman yang lebih tahan kering, seperti jagung.
“Kalau airnya masih ada ya tanam padi. Tapi kalau sudah kemarau dan airnya tidak cukup, biasanya kami beralih menanam jagung yang tidak membutuhkan banyak air,” ujarnya saat ditemui di sawah, Senin (29/6/2026).
Menurut Ruginah, kondisi sawah saat ini masih cukup aman karena saluran irigasi belum mengering. Ia berharap hujan masih sesekali turun agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi hingga masa panen.
Sementara itu, Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani, memastikan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian di wilayahnya masih berfungsi normal.
“Selama ini saluran pengairannya masih jalan. Airnya masih ada. Itu memang saluran khusus untuk mengairi sawah di wilayah sini,” katanya.
Jhasani menjelaskan, keberadaan saluran irigasi tersebut menjadi penopang utama aktivitas pertanian di Jabungan. Bahkan saat ada usulan perbaikan drainase di tepi jalan, pemerintah diminta tidak mengubah saluran tersebut karena berfungsi sebagai jalur pengairan sawah.
“Awalnya kami mengusulkan perbaikan drainase. Tapi dari dinas diingatkan agar saluran itu tidak diubah karena memang digunakan untuk mengairi sawah,” jelasnya.
Meski belum ada laporan kekeringan di area persawahan, Pemerintah Kelurahan Jabungan tetap akan memantau kondisi irigasi selama musim kemarau berlangsung. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika debit air mulai menurun sehingga tidak sampai mengganggu produktivitas lahan pertanian warga. (dul)

