BACAAJA, SEMARANG- PDI Perjuangan Kota Semarang menuntaskan rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) untuk membentuk kepengurusan hingga tingkat anak ranting. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan memperkuat struktur partai sekaligus mendekatkan kader dengan persoalan warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono mengatakan, rangkaian musyawarah tersebut telah berlangsung di sejumlah wilayah dan berjalan lancar. Salah satunya di Kecamatan Pedurungan yang kini memiliki kepengurusan baru.
Menurut Endro, pembentukan struktur hingga tingkat bawah penting agar partai tidak hanya aktif ketika mendekati pemilu. Kader justru diminta rutin turun ke masyarakat dan mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi.
“Yang jelas dengan struktur yang kuat, kokoh dari ranting hingga anak ranting ini justru membuat kami harapannya semakin baik. Semakin sering turun ke bawah, semakin sensitif terhadap segala permasalahan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Endro usai menghadiri Musran dan Musanran se-Kecamatan Pedurungan, Semarang, Minggu, (9/8/2026).
Baca juga: PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029
Ia menegaskan, seluruh pengurus ranting dan anak ranting yang baru dibentuk diminta segera bergerak. Bukan menunggu momentum politik, tetapi langsung berinteraksi dengan warga. “Besok harus segera turun ke bawah. Semuanya harus turun ke bawah, dekat dengan rakyat, jangan membelakangi rakyat,” tegasnya didampingi Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pedurungan, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW).
Di Kecamatan Pedurungan, PDI Perjuangan memasang target untuk mengembalikan perolehan kursi DPRD seperti Pemilu 2019. Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan, pada Pemilu 2019 dapil tersebut berhasil menyumbangkan lima kursi. Namun, jumlah itu turun menjadi tiga kursi pada Pemilu 2024. Karena itu, target lima kursi kembali dicanangkan untuk Pemilu 2029.
“Target lima kursi adalah yang masuk akal, semoga bisa lebih,” ujar Rahmulyo yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang ini. Target tersebut kemudian coba disokong dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat RW.
Jadi Jaringan
Kecamatan Pedurungan sendiri memiliki 181 RW. Dengan masing-masing anak ranting diisi sekitar lima pengurus, jumlah pengurus di tingkat bawah mencapai ratusan orang.
Jika ditambah pengurus ranting dan struktur lainnya, total pengurus yang dikukuhkan di Pedurungan disebut mencapai sekitar 800 orang. Bagi pengurus PAC, jumlah tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Mereka diharapkan menjadi jaringan yang benar-benar bergerak di tengah masyarakat.
“Kalau 800-an itu masing-masing bergerak mencari 10 orang, bisa dikalikan saja berapa. Nah, itu ekspektasinya,” ujarnya. Pembentukan struktur sampai tingkat anak ranting juga dinilai menjadi persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029, termasuk jika nantinya terdapat proses verifikasi partai politik oleh KPU.
PDI Perjuangan, kata dia, ingin memastikan struktur organisasi sudah siap jauh sebelum tahapan tersebut berjalan. “Ini bagian dari proses pemanasan, proses penguatan struktur partai supaya kawan-kawan tidak gagap,” katanya.
Menariknya, sebagian pengurus baru tersebut sebelumnya lebih banyak berstatus relawan. Setelah masuk dalam struktur resmi partai, mereka diharapkan memiliki ikatan yang lebih kuat dengan organisasi.
“Harapannya mereka ada rasa memiliki, ada kedekatan, ada bonding yang terbangun. Sehingga mereka semangat tanpa harus kemudian mendapatkan perintah,” ujarnya.
Baca juga: Sadewo Pegang Komando Baru PDIP Banyumas Lima Tahun Kedepan
Di tengah munculnya partai-partai baru dan persaingan politik yang diprediksi semakin ramai, strategi PDI Perjuangan Semarang justru diklaim sederhana: tetap bekerja untuk masyarakat. “Bantu masyarakat, jangan pernah membelakangi rakyat. Sudah selesai,” katanya.
Dengan struktur politik yang kini mulai dirapikan dari atas sampai tingkat RW, Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi. Tapi kalau mesin partai sudah dipanaskan sekarang, tinggal dilihat nanti: yang benar-benar turun ke gang dan kampung, atau cuma spanduknya yang duluan turun. (tebe)

