Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi

R. Izra
Last updated: Agustus 10, 2026 10:05 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo mengumpulkan susu sapi hasil setoran peternak di lereng Gunung Merapi, Sleman, Minggu (9/8/2026). (bae)
KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo mengumpulkan susu sapi hasil setoran peternak di lereng Gunung Merapi, Sleman, Minggu (9/8/2026). (bae)
SHARE

PAGI belum benar-benar ramai di Pedukuhan Gondang, Umbulharjo, Kabupaten Sleman. Namun aktivitas warga di lereng Gunung Merapi itu sudah dimulai.

Di sebuah bangunan sederhana milik Kelompok Sengkut Makaryo, orang-orang berkumpul. Mereka datang silih berganti sembari menenteng wadah aluminium.

Tempat itu menjadi titik penting bagi para peternak untuk mengumpulkan susu sapi hasil perahan.

Susu dari masing-masing peternak ditimbang lebih dulu. Setelah terkumpul, pengurus kelompok segera menyetor ke Koperasi Sapi Merapi Sejahtera yang ada di wilayah itu.

Rutinitas itu berlangsung hampir setiap pagi. Dari kandang-kandang sapi di lereng Merapi, susu mengalir menjadi salah satu sumber penghasilan warga.

KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo di lereng Gunung Merapi, Sleman, beraktivitas di tempat pengumpulan susu sapi, Minggu (9/8/2026). (bae)
KUMPULKAN SUSU–Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo di lereng Gunung Merapi, Sleman, beraktivitas di tempat pengumpulan susu sapi, Minggu (9/8/2026). (bae)

Dua kali sehari memerah susu sapi

Para peternak sapi perah sudah terbiasa dengan sibuknya rutinitas pagi hari. Seperti pengakuan Tari, peternak sekaligus sekretaris Kelompok Sengkut Makaryo.

Kata dia, anggota kelompoknya yang aktif menyetor susu sapi ada 15 orang. Jumlah ternaknya berbeda-beda, umumnya dua hingga empat ekor sapi perah.

Setiap hari para peternak memerah sapi dua kali. Pagi hari, proses pemerahan dilakukan setelah subuh. Susu kemudian dikumpulkan sekitar pukul 06.00 WIB. Sementara sore hari, susu kembali diperah dan dikumpulkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Tari menyebut perkiraan produksi susu harian berbeda-beda.

“Kalau sekarang sehari dapat 15–16 liter dari satu ekor sapi,” jelas Tari saat ditemui, Minggu (9/8/2026).

Angka itu merupakan perkiraan produksi satu ekor sapi dalam sehari saat berada dalam masa produktif. Meski jika sangat produktif, satu sapi sehari bisa 20-an liter susu.

Ada masa ketika produksi susu sedang tinggi. Namun, ketika sapi mulai bunting, produksinya perlahan menurun.

“Kalau sudah bunting itu turun, turun, turun. Sampai umur 7 bulan itu nanti sudah kering berarti enggak diperas,” ujarnya.

Karena itu, jumlah susu yang dibawa setiap peternak ke tempat pengumpulan bisa berbeda dari hari ke hari.

Susu segar, rezeki setiap hari

SAPI PERAH--Sapi perah milik peternak lereng Gunung Merapi, Sleman, sedang istirahat di kandang, Minggu (9/8/2026). (bae)
SAPI PERAH–Sapi perah milik peternak lereng Gunung Merapi, Sleman, sedang istirahat di kandang, Minggu (9/8/2026). (bae)

Bagi warga, sapi perah bukan sekadar hewan ternak yang dipelihara di kandang.Ada pemasukan yang mengalir setiap kali susu berhasil diperah.

Susu yang terkumpul dari anggota kemudian dibeli koperasi dengan harga sekitar Rp7.900 per liter. Dari sana, susu dibawa untuk masuk ke proses distribusi berikutnya.

Selain disetorkan ke koperasi, Tari juga terkadang menjual susu secara eceran kepada wisatawan atau pembeli yang datang langsung.

“Kalau ngecer Rp10.000 per liter,” katanya.

Namun, susu segar bukan barang yang bisa lama-lama dibiarkan.

Tari menyebut susu dalam kondisi ruang terbuka hanya mampu bertahan sekitar tiga jam. Karena itu, proses pengumpulan hingga penjemputan harus dilakukan tepat waktu.

Budaya Beternak

Budaya beternak di kawasan tersebut juga sudah berlangsung sejak lama. Tari mengatakan, ketika masih kecil, warga di sekitar tempat tinggalnya lebih banyak memelihara sapi Jawa.

Seiring waktu, sebagian warga kemudian beralih memelihara sapi perah.

Peralihan itu membuat aktivitas beternak tidak hanya menghasilkan anak sapi, tetapi juga susu yang bisa dijual secara rutin.

“Kalau sapi perah itu kalau normal itu setiap tahun bisa beranak. Dan tiap hari bisa tiap bulan bisa bayaran susu gitu,” kata Tari.

Sapi-sapi tersebut juga membutuhkan asupan pakan yang cukup agar produksi susu tetap terjaga.

Rumput menjadi makanan utama. Peternak kemudian menambahkan konsentrat sebagai pakan tambahan. (bae)

You Might Also Like

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

Minum Obat 3×1 Jangan Asal, Jamnya Ada Aturan, Ini Kata Guru Besar UGM

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Sederet Sapi dengan Harga Selangit, Lebih Mahal dari Supercar

Kereta Petani–Pedagang: Jalan Tengah Membangun Ekonomi Desa dan Menekan Urbanisasi

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PDIP Targetkan Lima Kursi di Kecamatan Pedurungan
Next Article REKOR BARU--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (kanan) bersalaman saat menerima rekor dalam acara menari Dug Dug Der Semarangan, Minggu (9/8/2026). (ist) Rekor Baru! Agustina Terima Penghargaan, 25 Ribu Warga Kompak Tari Dug Dug Der Semarangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

Pensiun Boleh, Semangat Jangan Ikut Pensiun

REKOR BARU--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (kanan) bersalaman saat menerima rekor dalam acara menari Dug Dug Der Semarangan, Minggu (9/8/2026). (ist)

Rekor Baru! Agustina Terima Penghargaan, 25 Ribu Warga Kompak Tari Dug Dug Der Semarangan

KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo mengumpulkan susu sapi hasil setoran peternak di lereng Gunung Merapi, Sleman, Minggu (9/8/2026). (bae)

Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani tampil anggun dan sarat makna dalam Sidang Tahunan MPR (15/8/2025) dengan mengenakan kebaya hijau lime bermotif bunga yang dipadukan dengan selendang merah khas perjuangan.
Unik

Pesona Puan Dengan Kebaya Lime, Selendang Merah, Vibes Pejuang Kemerdekaan

Agustus 15, 2025
Ikan milik petambak Terboyo Kulon, Kota Semarang mati secara massal. (Foto tangkapan layar video warga)
Unik

Petani Tambak Semarang Tuntut Ganti Rugi Pabrik Pencemar Lingkungan

Mei 27, 2025
Unik

Pertamax Green 95 Resmi Mengaspal di Jawa Tengah, Gaungkan BBM Ramah Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Juni 5, 2025
Unik

Ketua Hanura Jateng Mangkir

Juni 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?