BACAAJA, SEMARANG – Buat kamu yang lagi cari jalur pendakian baru yang beda dari biasanya, rute Puncak Suroloyo, Gunung Ungaran via Nyatnyono lagi jadi perbincangan di kalangan pendaki. Meski tergolong pendatang baru, jalur ini langsung mencuri perhatian karena kombinasi trek yang menantang dan alam yang masih super asri.
Salah satu pendaki, Candra Aditya Prayoga (23), mengaku sengaja nyobain jalur ini buat cari sensasi baru. Dan ternyata, ekspektasinya langsung diuji sejak awal.
“Nyoba jalur baru aja. Ternyata nanjaknya lumayan ekstrem, hampir nggak ada landainya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Bacaaja: Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini
Bacaaja: Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani
Menurutnya, jalur ini didominasi tanjakan panjang yang bikin napas langsung diuji dari start. Bahkan di awal pendakian, ia sempat kaget karena trek langsung menanjak tanpa banyak kompromi.
“Awal-awal itu bikin kaget, nanjak terus, nggak habis-habis. Landainya dikit banget,” katanya.
Tapi tenang, semua perjuangan itu nggak sia-sia. Sampai di atas, pemandangan langsung jadi “obat capek”. Kalau cuaca lagi cerah, siluet Gunung Ungaran terlihat jelas dan jadi spot favorit buat foto-foto.
“View-nya bagus banget, apalagi kalau cerah,” tambah Candra.
Ia bahkan membandingkan karakter jalur ini dengan Gunung Kembang yang terkenal dengan trek nanjak tanpa ampun sejak awal.
Dalam sekali pendakian, Candra butuh waktu sekitar 2 jam 10 menit buat sampai puncak, dengan beberapa kali istirahat di pos.
Sementara itu, Yusuf, penjaga basecamp Rimbagan, bilang jalur ini sebenarnya baru dibuka awal tahun.
“Baru dibuka sejak 1 Januari, tapi dalam empat bulan sudah hampir 1.000 pendaki yang lewat,” ujarnya.
Salah satu daya tarik utama jalur ini adalah kondisi alamnya yang masih alami. Vegetasi masih rapat, dan yang paling penting, sumber air cukup melimpah.
“Pendaki nggak perlu khawatir soal air, karena di jalur ini cukup tersedia,” jelasnya.
Secara umum, jalur ini punya panjang sekitar 8 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 2,5 jam sampai puncak.
Dari sisi fasilitas, jalur ini juga mulai berbenah. Beberapa pos sudah dilengkapi shelter, kamar mandi juga tersedia meski masih tahap penyempurnaan.
Ke depan, rencananya bakal ada tambahan fasilitas seperti warung untuk mendukung kebutuhan pendaki.
Untuk tiket, saat ini dibanderol Rp20.000 per orang (sudah termasuk asuransi), plus parkir Rp5.000. Tarif ini masih sama antara hari biasa dan akhir pekan.
Menariknya, jalur ini nggak cuma soal pendakian. Di sekitar pos 2, ada makam Mbah Nyai Soko yang sering jadi tujuan wisata religi.
Area camping juga mulai dilirik. Dengan panorama 180 derajat, pendaki bisa menikmati view dari Kendal sampai Salatiga—terutama saat sunrise dan sunset.
Meski seru, jalur ini tetap butuh persiapan matang. Yusuf mengingatkan pendaki buat nggak asal berangkat.
“Siapkan fisik dan mental. Jalur ini menantang, tapi view-nya juga luar biasa,” pesannya.
Dengan segala keunggulannya, jalur Suroloyo via Nyatnyono diprediksi bakal jadi salah satu spot favorit baru buat para pecinta alam. Siap uji napas di sini? (dul)

