Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki

R. Izra
Last updated: April 17, 2026 7:56 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)
Basecamp pendakin ke Puncak Suroloyo Gunung Ungaran via Nyantnyono yang lagi banyak diminati pendaki. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Buat kamu yang lagi cari jalur pendakian baru yang beda dari biasanya, rute Puncak Suroloyo, Gunung Ungaran via Nyatnyono lagi jadi perbincangan di kalangan pendaki. Meski tergolong pendatang baru, jalur ini langsung mencuri perhatian karena kombinasi trek yang menantang dan alam yang masih super asri.

Salah satu pendaki, Candra Aditya Prayoga (23), mengaku sengaja nyobain jalur ini buat cari sensasi baru. Dan ternyata, ekspektasinya langsung diuji sejak awal.

“Nyoba jalur baru aja. Ternyata nanjaknya lumayan ekstrem, hampir nggak ada landainya,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Bacaaja: Sate Kelinci Gunung Lawu Bikin Nagih, Ini Sate Terbaik di Tempat Ini
Bacaaja: Seminggu di Lombok: dari Pantai Perawan hingga Puncak Rinjani

Menurutnya, jalur ini didominasi tanjakan panjang yang bikin napas langsung diuji dari start. Bahkan di awal pendakian, ia sempat kaget karena trek langsung menanjak tanpa banyak kompromi.

“Awal-awal itu bikin kaget, nanjak terus, nggak habis-habis. Landainya dikit banget,” katanya.

Tapi tenang, semua perjuangan itu nggak sia-sia. Sampai di atas, pemandangan langsung jadi “obat capek”. Kalau cuaca lagi cerah, siluet Gunung Ungaran terlihat jelas dan jadi spot favorit buat foto-foto.

“View-nya bagus banget, apalagi kalau cerah,” tambah Candra.

Ia bahkan membandingkan karakter jalur ini dengan Gunung Kembang yang terkenal dengan trek nanjak tanpa ampun sejak awal.

Dalam sekali pendakian, Candra butuh waktu sekitar 2 jam 10 menit buat sampai puncak, dengan beberapa kali istirahat di pos.

Sementara itu, Yusuf, penjaga basecamp Rimbagan, bilang jalur ini sebenarnya baru dibuka awal tahun.

“Baru dibuka sejak 1 Januari, tapi dalam empat bulan sudah hampir 1.000 pendaki yang lewat,” ujarnya.

Salah satu daya tarik utama jalur ini adalah kondisi alamnya yang masih alami. Vegetasi masih rapat, dan yang paling penting, sumber air cukup melimpah.

“Pendaki nggak perlu khawatir soal air, karena di jalur ini cukup tersedia,” jelasnya.

Secara umum, jalur ini punya panjang sekitar 8 kilometer dengan estimasi waktu tempuh 2,5 jam sampai puncak.

Dari sisi fasilitas, jalur ini juga mulai berbenah. Beberapa pos sudah dilengkapi shelter, kamar mandi juga tersedia meski masih tahap penyempurnaan.

Ke depan, rencananya bakal ada tambahan fasilitas seperti warung untuk mendukung kebutuhan pendaki.

Untuk tiket, saat ini dibanderol Rp20.000 per orang (sudah termasuk asuransi), plus parkir Rp5.000. Tarif ini masih sama antara hari biasa dan akhir pekan.

Menariknya, jalur ini nggak cuma soal pendakian. Di sekitar pos 2, ada makam Mbah Nyai Soko yang sering jadi tujuan wisata religi.

Area camping juga mulai dilirik. Dengan panorama 180 derajat, pendaki bisa menikmati view dari Kendal sampai Salatiga—terutama saat sunrise dan sunset.

Meski seru, jalur ini tetap butuh persiapan matang. Yusuf mengingatkan pendaki buat nggak asal berangkat.

“Siapkan fisik dan mental. Jalur ini menantang, tapi view-nya juga luar biasa,” pesannya.

Dengan segala keunggulannya, jalur Suroloyo via Nyatnyono diprediksi bakal jadi salah satu spot favorit baru buat para pecinta alam. Siap uji napas di sini? (dul)

You Might Also Like

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

Dataran Tinggi Dieng Ramai Banget, Wisatawan Serbu Sekali Lagi

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata

Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek

TAGGED:gunung ungarankabupaten semarangnyantnyonopuncak suroloyo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist) Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil
Next Article Koleksi berbagai macam keris yang dipamerkan dalam Pagelaran Nasional Syawalan Pusaka 2026 bertajuk “Telusur Jejak Pusaka Mataram Kuno” di Pendopo Pengayoman, Jumat (17/4/2026). Agus Gondrong Ajak Gen Z Temanggung Kenali Keris: Bukan Mistis, tapi Warisan Budaya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pingin Dagangan Laris? Ikuti Doa-doa Ini

Masya Allah Kalimat Singkat Maknanya Dalam Banget, Kapan Penggunaannya?

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.

Personel Sehat, Layanan Hebat: PLN Icon Plus Konsisten Perkuat Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

NAIK KERETA--Turis asing sedang bertanya dengan petugas saat mau menaiki kereta sebagai moda transportasi. (ist)

Kereta Makin Diminati, 51 Ribu Turis Tercatat Naik KA Daop 4 Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sejumlah “calon haji cilik” dari TK Roudlotul Abidin Blanten, Nyatnyono, Ungaran Barat yang sedang menjalani manasik haji di Fatimah Zahra Semarang.
Pendidikan

Gemes Maksimal! Puluhan ‘Calon Haji Cilik’ Ini Bikin Suasana Manasik Jadi Super Seru

Februari 12, 2026
Plesir

Lebaran ke Solo? Jangan Lupa Mampir ke Safari Raya Festive

Maret 17, 2026
Pengunjung taman lele yang sedang berfoto di tulisan I LOVE TAMAN LELE. Rabu (24/12/2025). (dul)
Plesir

Jejak Sejarah Taman Lele Semarang: dari Kisah Perang Jawa hingga Jadi Kampung Wisata

Desember 24, 2025
Plesir

Owabong Diserbu Libur Lebaran, Pengunjung Membludak Hampir Tiga Puluh Ribu

April 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Trek Menantang, Ini Alasan Jalur Baru ke Puncak Suroloyo via Nyatnyono Jadi Favorit Pendaki
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?