Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Korban Keracunan MBG Batang dari Anak TK hingga Santri Ponpes, Faskes Kewalahan Tangani Korban
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Korban Keracunan MBG Batang dari Anak TK hingga Santri Ponpes, Faskes Kewalahan Tangani Korban

R. Izra
Last updated: September 24, 2026 9:26 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, BATANG – Korban keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mencapai 276 orang.

Bahkan, Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, menyatakan pendataan masih terus berlangsung, sehingga tak menutup kemungkinan adanya korban tambahan.

Korban berasal dari berbagai jenjang. Mulai dari anak TK, siswa SD, SMP, SMA, hingga santri pondok pesantren. Wali murid juga ikut terdampak.

Bacaaja: 276 Orang Keracunan MBG di Batang, dari Siswa hingga Orang Tua
Bacaaja: Buruh Kompak Teriak ‘Tidak!’ soal MBG di Hadapan Prabowo, Bos Buruh Sibuk Klarifikasi

Sejumlah fasilitas kesehatan juga mulai kewalahan menangani siswa dan wali murid yang mengalami gejala diduga akibat makanan MBG.

Hingga Rabu (23/9/2026), tercatat 276 siswa dan wali murid dari 11 lokasi penerima manfaat mengalami keluhan setelah menyantap makanan yang berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

Makanan tersebut dikonsumsi sekitar pukul 11.00 WIB pada Selasa (22/9/2026). Namun, gejala pada sebagian penerima manfaat baru muncul pada Rabu sore hingga malam.

Wakil Bupati Batang sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, mengatakan kapasitas sejumlah fasilitas kesehatan mulai terbatas.

Puskesmas Limpung dilaporkan sudah penuh. Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Batang.

“Di Puskesmas Limpung sudah penuh korban yang keracunan, RSUD Batang juga sudah penuh kamarnya meskipun per 21.00 ada 20 korban yang dirujuk ke sini,” kata Suyono saat ditemui di RSUD Batang, Rabu (23/9/2026) malam.

Pantauan di RSUD Batang menunjukkan ambulans terus berdatangan membawa korban.

Anak-anak hingga orang tua terlihat masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Petugas rumah sakit kemudian melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para korban.

Namun, penanganan tidak hanya dilakukan di RSUD Batang. Sejumlah korban juga dirawat di fasilitas kesehatan lain, termasuk Puskesmas Subah, Puskesmas Limpung, dan Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung.

“Ada yang di puskesmas-puskesmas. Ada yang di Puskesmas Subah yang dirawat inap, ada di Puskesmas Limpung, ada di Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung,” ujar Suyono.

Siapkan rumah sakit rujukan

Pemerintah Kabupaten Batang kini mulai menyiapkan skema rujukan untuk mengantisipasi jika jumlah korban terus meningkat.

Suyono mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan rumah sakit agar korban yang tidak bisa ditampung dapat segera diarahkan ke fasilitas kesehatan lain yang masih memiliki kapasitas.

“Nanti kalau tetap ada yang ke RSUD Batang nanti dari rumah sakit akan membuat rujukan ke mana,” katanya.

Dengan jumlah korban yang sudah mencapai ratusan, pemerintah masih harus memastikan seluruh pasien mendapat penanganan medis dan tidak ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan.

Sementara itu, penyebab pasti munculnya gejala pada ratusan penerima manfaat masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut. (*)

You Might Also Like

Laksana Aksara: Gerak Baru Bedana Nyetel Bareng Warga

Warga Mengira Ada Latihan Militer, BMKG Ungkap Fakta Dentuman Misterius di Bandung

Pemprov Warning Pengusaha Tambang Nakal

Baru Dilantik, Lima Kepala Daerah Tumbang di Tahun Sama

Viral! Kepala BGN Bilang Anak Putus Sekolah karena Uang Jajan: MBG Jadi Penyelamat

TAGGED:batangbawangfaskes kewalahanheadlinekeracunan MBGkeracunan mbg batang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AKSI LONGMARCH--Warga melakukan aksi longmarch untuk menolak proyek geotermal Ungaran-Telomoyo. (ist) Tolak Geotermal Ungaran-Telomoyo, Warga Aksi Jalan Kaki 37 KM ke Kantor Gubernur
Next Article 7 Kebiasaan Bikin Kamu Terlihat Berkelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Sodetan Dikebut, Banjir Minggat?

November 17, 2025
Unik

Guyon Korea hingga Daring, Prabowo Sapa Bambang Pacul di Peluncuran Kopdes Merah Putih

Juli 21, 2025
SAKSI AHLI--Guru Besar Fakultas Hukum Unair, Prof Nur Basuki diambil sumpah saat menjadi ahli meringankan sidang terdakwa Bupati Pati, Sudewo, Rabu (2/9/2026). (bae)
Hukum

Bupati Sudewo Hadirkan Guru Besar FH Unair jadi Ahli Meringankan

September 2, 2026
Ilustrasi oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) alias polisi.
Hukum

Polisi Tukang Intip Polwan Mandi akan Dipecat? Polda Jateng: Pekan Depan Penentuan

April 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Korban Keracunan MBG Batang dari Anak TK hingga Santri Ponpes, Faskes Kewalahan Tangani Korban
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?