Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

Warga Jabungan sering kesulitan air bersih saat kemarau datang. Itu dulu. Kini kelurahan setempat menyiapkan strategi hadapi ancaman kekeringan.

R. Izra
Last updated: Juni 29, 2026 3:54 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)
Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau beranjak datang, meski hujan sesekali masih mengguyur. Kemarau baru permulaan, belum segera mencapai puncaknya.

Namun demikian, Jabungan telah bersiap. Kelurahan di Kota Semarang ini dulunya memang langganan bencana kekeringan saat kemarau tiba. Terlebih saat puncaknya.

Berbekal pengalaman krisis air bersih pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai langkah antisipasi sudah mulai disiapkan Pemerintah Kelurahan Jabungan.

Bacaaja: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan
Bacaaja: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani, mengatakan musim kemarau pernah membuat sejumlah titik di kelurahannya kesulitan mendapatkan air bersih. Saat itu, kebutuhan warga dipenuhi melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.

“Kalau dulu memang solusinya bantuan tangki air. Kami sering meminta bantuan ke PDAM, PMI, maupun instansi lain untuk menyuplai air ke wilayah yang mengalami kekeringan,” katanya, Senin (29/6/2026).

Menurut Jhasani, kondisi saat ini jauh lebih baik karena sebagian besar wilayah Jabungan sudah terlayani jaringan PDAM. Namun, RW 4 dan RW 5 masih menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian ketika musim kemarau mencapai puncaknya.

Karena itu, pemerintah kelurahan telah menyiapkan langkah antisipasi agar warga tetap bisa mendapatkan air bersih tanpa harus memanfaatkan sumber air yang kualitasnya belum terjamin.

“Kalau warga sampai mengambil air dari sungai, tentu kebersihannya tidak bisa kami jamin. Karena itu kami berupaya agar kebutuhan air bersih bisa dipenuhi melalui bantuan yang lebih aman,” ujarnya.

Selain mengandalkan distribusi air bersih jika diperlukan, pemerintah juga akan terus memantau kondisi wilayah yang rawan kekeringan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Sementara itu, warga Jabungan, Supardi (51), mengaku musim kemarau masih menjadi kekhawatiran bagi sebagian warga yang belum memiliki akses air bersih secara memadai.

Menurutnya, bantuan distribusi air selama ini sangat membantu ketika sumber air mulai berkurang. Namun ia berharap perluasan jaringan PDAM terus dilakukan agar seluruh warga Jabungan bisa menikmati layanan air bersih secara merata.

Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan mobil tangki setiap kali musim kemarau datang.

Pemerintah Kelurahan Jabungan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah rawan kekeringan. Langkah antisipasi sejak dini dinilai menjadi kunci agar krisis air bersih yang pernah terjadi tidak kembali terulang. (dul)

You Might Also Like

MBG Berujung Mulas: 70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan

PDIP Jateng Mulai Panasin Mesin 2029

Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Taman Lele Semarang Bersolek

Piala Dunia Datang, Turis Malah Hilang

Kemarau Panjang Ngintip Jateng, Ada Yang Sampai Sembilan Bulan

TAGGED:banyumanikheadlinejabungankekeringankemarauSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MASSA RICUH--Massa pendukung Bupati Pati nonaktif, Sudewo, melembari kayu dan barang sekenanya ke depan pintu masuk pengadilan, Senin (29/6/2026). (bae) Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang
Next Article MINTA MAAF--Pengawal tahanan KPK, Rusli minta maaf kepada massa jika tangannya tak sengaja mengenai Sudewo, Senin (29/6/2026). (bae) Isu Sudewo Dipukul Bikin Pendukung Marah, Pengawal KPK Minta Maaf: Bukan Maksud Saya Sengaja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Nah Lho! Kepala SPPG Karanganyar Muntah-muntah Cicipi Menu MBG untuk Ibu Hamil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

UMK Semarang Lagi Digodok: Target Naik, Tapi Tetap Ikut Aturan Main

Desember 18, 2025
Hukum

Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Desember 10, 2025
Info

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Februari 24, 2026
Hukum

263 Napi ‘High Risk’ Dipindah ke Nusakambangan

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?