BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau beranjak datang, meski hujan sesekali masih mengguyur. Kemarau baru permulaan, belum segera mencapai puncaknya.
Namun demikian, Jabungan telah bersiap. Kelurahan di Kota Semarang ini dulunya memang langganan bencana kekeringan saat kemarau tiba. Terlebih saat puncaknya.
Berbekal pengalaman krisis air bersih pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai langkah antisipasi sudah mulai disiapkan Pemerintah Kelurahan Jabungan.
Bacaaja: Jaringan PDAM Semarang Mulai Masuk, Dua RW di Jabungan Masih Rawan Kekeringan
Bacaaja: Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan
Lurah Jabungan, Muhammad Jhasani, mengatakan musim kemarau pernah membuat sejumlah titik di kelurahannya kesulitan mendapatkan air bersih. Saat itu, kebutuhan warga dipenuhi melalui distribusi air menggunakan mobil tangki.
“Kalau dulu memang solusinya bantuan tangki air. Kami sering meminta bantuan ke PDAM, PMI, maupun instansi lain untuk menyuplai air ke wilayah yang mengalami kekeringan,” katanya, Senin (29/6/2026).
Menurut Jhasani, kondisi saat ini jauh lebih baik karena sebagian besar wilayah Jabungan sudah terlayani jaringan PDAM. Namun, RW 4 dan RW 5 masih menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian ketika musim kemarau mencapai puncaknya.
Karena itu, pemerintah kelurahan telah menyiapkan langkah antisipasi agar warga tetap bisa mendapatkan air bersih tanpa harus memanfaatkan sumber air yang kualitasnya belum terjamin.
“Kalau warga sampai mengambil air dari sungai, tentu kebersihannya tidak bisa kami jamin. Karena itu kami berupaya agar kebutuhan air bersih bisa dipenuhi melalui bantuan yang lebih aman,” ujarnya.
Selain mengandalkan distribusi air bersih jika diperlukan, pemerintah juga akan terus memantau kondisi wilayah yang rawan kekeringan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Sementara itu, warga Jabungan, Supardi (51), mengaku musim kemarau masih menjadi kekhawatiran bagi sebagian warga yang belum memiliki akses air bersih secara memadai.
Menurutnya, bantuan distribusi air selama ini sangat membantu ketika sumber air mulai berkurang. Namun ia berharap perluasan jaringan PDAM terus dilakukan agar seluruh warga Jabungan bisa menikmati layanan air bersih secara merata.
Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan mobil tangki setiap kali musim kemarau datang.
Pemerintah Kelurahan Jabungan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah rawan kekeringan. Langkah antisipasi sejak dini dinilai menjadi kunci agar krisis air bersih yang pernah terjadi tidak kembali terulang. (dul)

