BACAAJA, SEMARANG – Kericuhan usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6/2026), semakin memanas setelah beredar kabar Bupati Sudewo diduga dipukul saat dikawal menuju mobil tahanan.
Isu itu langsung menyulut amarah ribuan pendukung yang sejak pagi menggelar aksi di depan pengadilan.
Suasana mendadak riuh ketika salah seorang peserta aksi berteriak bahwa Sudewo mendapat perlakuan kasar dari petugas pengawal tahanan.
Bacaaja: Pengadilan Tipikor Semarang Rusuh, Massa Pendukung Sudewo Jebol Gerbang
Bacaaja: Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta
“Bupati kita tadi dipukul orang KPK!” teriak seorang massa yang langsung disambut sorakan pendukung lainnya.
Informasi tersebut dengan cepat menyebar di tengah kerumunan. Massa yang sebelumnya hanya menghadang kendaraan pembawa Sudewo menjadi semakin emosional dan terus mendesak agar petugas yang diduga melakukan pemukulan segera dihadirkan.
Menurut informasi di lokasi, salah seorang petugas pengawal tahanan KPK sempat dipersekusi oleh massa yang tak terima pemimpin yang mereka dukung disebut mendapat perlakuan kasar.
Aparat kepolisian kemudian berupaya mengamankan situasi agar amarah massa tidak meluas.
Massa bersikeras meminta petugas tersebut memberikan penjelasan secara langsung. Mereka baru bersedia sedikit mereda setelah polisi menyampaikan bahwa petugas akan dihadirkan di hadapan massa.
Petugas pengawal tahanan bernama Rusli akhirnya maju menemui para pendukung Sudewo. Sebelum berbicara, aparat lebih dulu meminta massa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Di hadapan ribuan massa, Rusli membantah ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku tak sengaja saat tangannya mengenai Sudewo.
“Bapak-bapak ibu-ibu semuanya yang ada di sini, apalagi ada yang terkena saya memohon maaf. Bukan maksud saya sengaja,” kata Rusli.
Ia menjelaskan dirinya merupakan petugas yang bertugas mengawal dan mengamankan Sudewo selama proses pemindahan dari ruang sidang menuju kendaraan tahanan.
Setelah penjelasan tersebut disampaikan, situasi perlahan mulai mereda. Aparat kemudian membuka akses jalan agar kendaraan taktis yang membawa Sudewo dapat keluar dari kompleks Pengadilan Tipikor Semarang menuju rumah tahanan. (bae)

