Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Empat Stasiun KAI di Jateng Kini “Panen” Matahari
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Empat Stasiun KAI di Jateng Kini “Panen” Matahari

Stasiun kereta kini tak cuma jadi tempat naik turun penumpang, tapi juga mulai ikut menghasilkan energi sendiri. PT KAI Daop 5 Purwokerto memanfaatkan panel surya di empat stasiun sebagai langkah menuju transportasi yang lebih hijau.

T. Budianto
Last updated: Juli 16, 2026 3:06 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEL PLTS: Panel surya terpasang di atap Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (6/7/2026) untuk digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga surya. (Foto: KAI Daop 5)
SHARE

BACAAJA, PURWOKERTO– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus memperkuat komitmennya terhadap energi bersih. Melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di empat stasiun, KAI mampu menghemat konsumsi listrik konvensional hingga sekitar 20 persen.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M As’ad Habibuddin mengatakan, penggunaan panel surya merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pemanfaatan energi surya juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan,” ujarnya.

PLTS telah beroperasi sejak 2023 di Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kroya, dan Stasiun Cilacap sebagai bagian dari transformasi operasional KAI yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menurut As’ad, perusahaan terus berupaya membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah.

“Melalui pemanfaatan energi surya, perusahaan turut berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, sistem PLTS yang digunakan merupakan on grid, yakni terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN tanpa menggunakan baterai. Model tersebut dinilai lebih efisien untuk fasilitas publik seperti stasiun yang telah memiliki pasokan listrik stabil.

Tingkatkan Efisiensi

Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, penggunaan PLTS juga terbukti meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. “Secara umum implementasi PLTS di wilayah KAI Purwokerto mampu menghemat penggunaan energi listrik hingga kisaran 20 persen sehingga operasional menjadi lebih optimal,” jelas As’ad.

Saat ini, total kapasitas panel surya yang terpasang di wilayah Daop 5 mencapai 96,3 kilowatt peak (kWp). Berdasarkan kajian teknis, kapasitas tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 125 ribu hingga 144 ribu kilowatt hour (kWh) listrik bersih setiap tahun, bergantung pada intensitas penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan.

Tak hanya mengurangi konsumsi listrik konvensional, pemanfaatan energi surya itu juga diperkirakan mampu memangkas emisi karbon sekitar 105 hingga 125 ton CO2 per tahun.

Perhitungan tersebut mengacu pada estimasi produksi listrik PLTS yang dikalikan dengan faktor emisi sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali sesuai ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

As’ad menegaskan, penggunaan energi surya menjadi bagian dari transformasi KAI dalam mendukung target pengurangan emisi nasional sekaligus menciptakan layanan transportasi yang lebih berkelanjutan.

“Kami akan terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan kerja KAI sehingga operasional yang dijalankan tidak hanya andal, tetapi juga semakin ramah lingkungan. Kami berharap upaya ini memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.

Kereta memang masih melaju di atas rel. Tapi urusan energi, arahnya mulai bergeser ke langit. Sebab, ketika sinar matahari bisa ikut menggerakkan pelayanan publik, yang terbuang bukan lagi peluang, melainkan ketergantungan pada energi lama. (tebe)

You Might Also Like

Netanyahu Serang Balik, Prabowo Tegas Soal Palestina: Dunia Beri “Cold Shoulder” ke Israel di PBB

Prabowo di PBB: Indonesia Siap Jadi “Player” Global

Penduduk Indonesia Tembus 290 Juta Jiwa

320 WNA Sindikat Judol Internasional Digulung Polisi, Siapa Beking Mereka?

Rizky Darmawan Pilih Bertahan: Saatnya Bawa PSIS Pulang ke Super League

TAGGED:ebtheadlinekai daop 5pltspt kai
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Rakernas Ismapeti Desak Hilirisasi hingga Harga Unggas Dibikin Stabil
Next Article Zulhas Minta Waktu Sebulan Benahi MBG

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

NAHKODA NU - Kolase foto Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar (kiri) dan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Paket Istana Menang di Muktamar NU? KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Terpilih Jadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU

TEKEN MOU - PLN Icon Plus menjalin kerja sama dengan SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus untuk pengembangan Kelas Industri pada jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

PLN Icon Plus Jalin Kerja Sama Pengembangan Kelas Industri Dengan SMK NU Hasyim Asyari 2 Kudus

10 Jurusan Kuliah yang Potensi Gajinya Tinggi

Perempuan Lebih Melihat Bukti daripada Rayuan

Hercules Turun saat Rusuh 27 Agustus, GRIB Jaya Kasih Penjelasan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Pemprov Jateng Luncurkan PAUD Emas, Cegah Bullying Sejak Usia Dini

Agustus 3, 2026
Pendidikan

Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal

Juni 8, 2026
Daerah

Jateng Panen Penghargaan: Layanan Kesehatan Ngebut, Warga Desa Ikut Ketularan Sehat

Desember 2, 2025
SIDANG TPPU--Dua terdakwa TPPU BUMD Cilacap diambil sumpah saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/6/2026). (ist)
Hukum

Nama Wamentan Sudaryono Ikut Disebut di Sidang TPPU BUMD Cilacap

Juli 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Empat Stasiun KAI di Jateng Kini “Panen” Matahari
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?