BACAAJA, SEMARANG – Kata-kata manis memang bisa bikin hati berbunga-bunga. Tapi dalam urusan pendekatan, ternyata ucapan seperti “aku kangen” atau “aku selalu ada buat kamu” belum tentu jadi hal yang paling membekas bagi perempuan.
Sebuah penelitian justru menemukan bahwa perhatian yang diwujudkan lewat tindakan sederhana bisa terasa jauh lebih berarti. Jadi, bukan cuma soal pintar merangkai rayuan, tetapi seberapa jauh seseorang mau turun tangan dan menunjukkan kepeduliannya.
Studi yang dimuat dalam Evolutionary Psychological Science itu melibatkan lebih dari 500 orang dewasa heteroseksual di China. Peneliti membandingkan respons peserta terhadap ungkapan romantis dengan tindakan nyata seperti memasak, mencuci piring, atau membantu pekerjaan pasangan.
Perhatian Kecil Bisa Jadi Sinyal Serius
Hasil penelitian menunjukkan perempuan cenderung lebih tertarik pada calon pasangan yang menunjukkan perhatian lewat acts of service atau tindakan membantu.
Perilaku semacam ini dinilai bisa membuat seseorang terlihat lebih hangat sekaligus dapat dipercaya. Ada kesan bahwa orang tersebut bukan cuma pandai bicara, tetapi juga mau ikut ambil bagian ketika pasangan sedang membutuhkan bantuan.
Contohnya sederhana. Saat pasangan sedang kewalahan dengan pekerjaan, menawarkan bantuan bisa terasa lebih ngena daripada sekadar mengirim pesan, “Jangan lupa istirahat, ya.”
Begitu juga ketika pasangan sedang capek, memasakkan makanan atau membantu membereskan sesuatu tanpa harus diminta bisa menjadi bentuk perhatian yang punya makna lebih dalam.
Menurut penelitian tersebut, hal seperti ini makin penting ketika hubungan masih berada di tahap awal. Saat dua orang baru saling mengenal, perilaku bisa menjadi petunjuk untuk melihat karakter dan seberapa serius seseorang menjalani hubungan.
Kata-kata memang bisa menunjukkan ketertarikan. Namun, tindakan memberi kesempatan kepada seseorang untuk melihat apakah perhatian itu benar-benar diwujudkan atau cuma berhenti sebagai omongan.
Respons Laki-laki Ternyata Berbeda
Menariknya, preferensi tersebut tidak terlihat sama kuat pada peserta laki-laki. Dalam penelitian ini, laki-laki tidak menunjukkan kecenderungan sejelas perempuan untuk memilih tindakan nyata dibandingkan ungkapan romantis.
Sebagian peserta laki-laki bahkan sedikit lebih menyukai ekspresi kasih sayang yang disampaikan lewat kata-kata. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan cara peserta menilai sinyal dalam hubungan.
Para peneliti menduga perbedaan tersebut berkaitan dengan cara perempuan dan laki-laki mengevaluasi kemungkinan sebuah hubungan berjalan lebih jauh.
Bagi perempuan dalam penelitian ini, tindakan yang membutuhkan usaha dapat menjadi sinyal mengenai apakah seseorang bisa diandalkan dan bersedia memberikan investasi dalam hubungan.
Bukan Berarti Rayuan Jadi Tak Penting
Lennart Freyth, salah satu penulis penelitian, juga tertarik melihat hubungan antara perilaku manusia dengan aplikasi kencan dan media sosial.
Menurut dia, perilaku seseorang bisa dilihat sebagai kecenderungan yang menunjukkan pola tertentu. Karena itu, mengenali seseorang sebaiknya tidak hanya berdasarkan bagaimana ia menampilkan diri saat sedang PDKT.
Meski begitu, bukan berarti ucapan seperti “aku sayang kamu” atau “aku kangen” menjadi tidak berguna. Kata-kata tetap punya tempat penting dalam membangun komunikasi emosional dengan pasangan.
Yang lebih penting adalah adanya kecocokan antara ucapan dan tindakan. Kalau seseorang bilang peduli, lalu konsisten menunjukkan kepedulian lewat tindakan, pesan yang diterima pasangan tentu bisa terasa lebih meyakinkan.
Pada akhirnya, hasil studi ini juga bukan aturan saklek yang berlaku untuk semua perempuan dan laki-laki. Kepribadian, pengalaman, budaya, serta dinamika masing-masing pasangan tetap bisa membuat cara seseorang menerima dan menunjukkan kasih sayang berbeda.
Jadi, kalau ingin menunjukkan rasa sayang, jangan cuma jago bikin chat romantis. Kadang, bantuin pekerjaan, bawain makanan, atau hadir saat pasangan lagi butuh justru bisa menjadi bahasa cinta yang jauh lebih terasa. (*)

