BACAAJA, SEMARANG- DPD Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Forum LPMK Kecamatan Banyumanik, Pemerintah Kecamatan Banyumanik, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar Diskusi Pelajar dan Remaja, Minggu, (28/6/2026).
Diskusi bertajuk “Ngaji Pancasila: Cinta Pancasila Mulai dari Generasi Muda” tersebut digelar di Pendopo SOS Desa Taruna Banyumanik dan diikuti pelajar SMP, SMA/SMK, hingga anggota Karang Taruna.
Turut hadir Ketua DPD IKAL Lemhannas Jateng Prof Dr Ir Sri Puryono, Camat Banyumanik Didik Agung Mulyana, perwakilan Kesbangpol Kota Semarang, anggota DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo, Ketua Forum LPMK Kecamatan Banyumanik H Mursid Raharjo, para lurah, serta guru pendamping.
Baca juga: Ikal Lemhannas Jateng Siapkan Sekolah Bela Negara
Mengangkat tema “Cinta Pancasila Mulai dari Generasi Muda”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Ketua DPD IKAL Lemhannas Jateng, Sri Puryono menegaskan, Pancasila tidak boleh hanya menjadi hafalan yang muncul saat ujian atau upacara bendera. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara bersikap, berinteraksi, hingga bermedia sosial.
“Pancasila tidak cukup dihafal, tetapi harus menjadi budaya hidup atau lifestyle yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari,” ujarnya.
Empati Digital
Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Kota Semarang mengingatkan pentingnya menciptakan ruang digital yang sehat. Generasi muda diajak lebih bijak menggunakan media sosial dengan menghindari cyberbullying, membangun empati digital, serta memperkuat wawasan kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa.
Pada sesi berikutnya, anggota DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengajak peserta untuk membuktikan kecintaan terhadap Pancasila melalui karya nyata.
Ia mendorong pelajar dan remaja aktif dalam kegiatan sosial, inovasi, hingga social entrepreneurship yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca juga: IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z
Diskusi juga dibuat lebih interaktif melalui penayangan video karya pelajar, pemberian penghargaan kepada para pemenang, penyerahan tali asih dari Forum LPMK kepada Camat Banyumanik, hingga ramah tamah yang mempererat kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, IKAL Jateng berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di era ketika jempol lebih sering bekerja daripada kaki, mencintai Pancasila tak cukup dengan menghafal lima sila. Tantangan sesungguhnya adalah apakah nilai-nilainya ikut hadir setiap kali kita menekan tombol “posting“, “komentar”, dan “bagikan”. (tebe)

