BACAAJA, SEMARANG – Musibah bisa datang kapan saja tanpa memberi banyak waktu untuk bersiap. Banjir, longsor, gempa, hingga hujan ekstrem kerap membuat warga harus bergerak cepat mencari tempat aman.
Selain melakukan langkah antisipasi, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Doa menjadi ikhtiar batin agar diberi keselamatan, dijauhkan dari bahaya, sekaligus diberi kekuatan ketika menghadapi situasi sulit.
Ada sejumlah doa yang bisa diamalkan untuk memohon keselamatan dan perlindungan dari bala. Berikut enam doa yang bisa dibaca saat menghadapi ancaman bencana atau musibah.
1. Doa Perlindungan dari Berbagai Bencana
Doa ini berisi permohonan perlindungan dari sejumlah bahaya, seperti tertimpa reruntuhan, jatuh, tenggelam, hingga kebakaran.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا
Latin:
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hadmi, wa a‘ûdzu bika minat taraddî, wa a‘ûdzu bika minal gharqi wal ḫarîqi, wa a‘ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a‘ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a‘ûdzu bika an amûta ladîghan.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika menjelang kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”
2. Doa Selamat dan Tolak Bala
Doa berikut berisi permohonan agar Allah membuka pintu kebaikan, keberkahan, kesehatan, keselamatan, dan menjauhkan manusia dari berbagai ujian serta keburukan.
Arab:
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الْخَيْرِ وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ الْقُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ الْعَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الْجَنَّةِ، اَللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْاٰخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الْكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الْاٰخِرَةِ، غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allâhumma-ftaḫ lanâ abwâbal khair, wa abwâbal barakah, wa abwâban ni‘mah, wa abwâbar rizqi, wa abwâbal quwwah, wa abwâbas shiḫḫah, wa abwâbas salâmah, wa abwâbal ‘âfiyah, wa abwâbal jannah. Allâhumma ‘âfinâ min kulli balâ’id dunyâ wa ‘adzâbil âkhirah, washrif ‘annâ bi ḫaqqil Qur’ânil ‘azhîm wa nabiyyikal karîm syarrad dunyâ wa ‘adzâbal âkhirah. Ghafarallâhu lanâ wa lahum bi raḫmatika yâ arḫamar râḫimîn.
Artinya:
“Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, keberkahan, kenikmatan, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, afiyah, dan surga. Ya Allah, jauhkan kami dari segala bala di dunia dan siksa akhirat. Palingkan dari kami keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan Nabi-Mu yang mulia. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.”
3. Doa Memohon Keselamatan dari Kezaliman
Doa ini mengajarkan sikap tawakal sekaligus memohon agar Allah tidak menjadikan seseorang sebagai sasaran fitnah atau keburukan.
Arab:
عَلَى اللّٰهِ تَوَكَّلْنَاۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ، وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Latin:
‘Alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatal lil-qaumidh-dhâlimîn, wa najjinâ biraḫmatika minal-qaumil-kâfirîn.
Artinya:
“Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.”
Doa tersebut terdapat dalam QS Yunus ayat 85-86.
4. Doa Saat Terjadi Gempa
Ketika bumi berguncang, umat Islam dapat memanjatkan doa untuk memohon kebaikan dari kejadian tersebut sekaligus perlindungan dari segala keburukannya.
Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ
Latin:
Allâhumma innî as-aluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a‘ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang terjadi, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirimkan melalui kejadian ini. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang terjadi, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirimkan.”
5. Doa Saat Hujan Dikhawatirkan Banjir
Hujan deras yang berlangsung lama terkadang membuat warga khawatir terjadi banjir. Dalam kondisi seperti ini, ada doa yang bisa dibaca agar hujan turun di tempat yang memberi manfaat.
Arab:
اَللّٰهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللّٰهُمَّ عَلَى الْاٰكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin:
Allâhumma ḫawâlainâ wa lâ ‘alainâ. Allâhumma ‘alal âkâmi wal jibâli, wadh dhirâbi, wa buthûnil awdiyati, wa manâbitisy syajar.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”
6. Doa Saat Melihat Pertanda Buruk
Ketika melihat kondisi yang membuat khawatir, umat Islam dianjurkan tidak larut dalam rasa takut. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memohon kepada Allah agar kebaikan datang dan keburukan dijauhkan.
Arab:
اَللّٰهُمَّ لَا يَأْتِيْ بِالْحَسَنَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا يَذْهَبُ بِالسَّيِّئَاتِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Latin:
Allâhumma lâ ya’tî bil ḫasanâti illâ anta, wa lâ yadzhabu bis sayyi’âti illâ anta, wa lâ ḫaula wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya:
“Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Doa Tetap Dibarengi Ikhtiar
Membaca doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin ketika menghadapi ancaman bencana. Namun, doa tentu perlu dibarengi langkah nyata untuk menjaga keselamatan.
Saat gempa, misalnya, segera lindungi kepala, menjauh dari kaca dan benda yang berpotensi jatuh, lalu menuju tempat aman setelah guncangan berhenti. Jika ada peringatan tsunami, ikuti arahan petugas dan segera bergerak ke wilayah yang lebih tinggi.
Begitu pula ketika hujan ekstrem berpotensi memicu banjir atau longsor. Warga perlu memperhatikan informasi resmi, mengenali jalur evakuasi, dan tidak memaksakan diri berada di lokasi yang sudah dinyatakan berbahaya.
Pada akhirnya, doa menjadi penguat hati saat menghadapi musibah. Sementara kewaspadaan dan tindakan cepat tetap penting agar keselamatan diri dan orang-orang di sekitar tetap terjaga. (*)

