BACAAJA, SEMARANG – Jam tidur anak sering dianggap sepele, padahal kebiasaan tidur terlalu malam bisa berdampak ke banyak hal. Bukan cuma bikin ngantuk di sekolah, tapi juga bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Ika Devi, Sp.PD, mengingatkan bahwa anak yang rutin tidur lewat malam perlu mendapat perhatian lebih dari orang tua.
Menurutnya, salah satu keluhan yang bisa muncul adalah tinitus, yaitu kondisi telinga berdenging tanpa ada sumber suara dari luar.
Selain itu, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko obesitas. Anak yang sering tidur larut malam cenderung lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.
Karena itu, orang tua disarankan mulai membiasakan anak tidur lebih awal agar pola istirahatnya lebih teratur.
Dampak lain yang cukup sering terlihat adalah gangguan konsentrasi. Anak jadi lebih mudah mengantuk, sulit fokus saat belajar, dan kemampuan mengingatnya bisa menurun.
Tak berhenti di situ, kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko masalah pada mata dan lambung.
Saat tubuh kekurangan istirahat, hormon stres atau kortisol bisa meningkat. Kondisi ini berpotensi memicu produksi asam lambung berlebih.
Karena itulah keluhan asam lambung pada anak dan remaja kini semakin sering ditemukan.
Menurut dr. Ika, salah satu faktor pemicunya adalah kebiasaan tidur yang terlalu malam dan tidak cukup.
Ia menyarankan agar anak mulai dibiasakan tidur sebelum pukul 10 malam supaya tubuh punya waktu istirahat yang optimal.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pertumbuhan tinggi badan.
Saat anak tidur cukup, tubuh akan memproduksi growth hormone atau hormon pertumbuhan dalam jumlah yang lebih baik.
Jika waktu tidur terus berkurang, produksi hormon tersebut bisa ikut terganggu.
Akibatnya, proses pertumbuhan anak dikhawatirkan tidak berjalan seoptimal seharusnya.
Karena itu, membangun rutinitas tidur yang sehat sejak dini jadi langkah penting untuk menjaga tumbuh kembang si kecil.
Mulai dari membatasi penggunaan gawai di malam hari, menciptakan suasana kamar yang nyaman, hingga menetapkan jam tidur yang konsisten.
Jadi, kalau anak mulai sering begadang sampai lewat jam 10 malam, ada baiknya orang tua mulai lebih waspada.
Soalnya, tidur cukup bukan sekadar soal istirahat, tapi juga investasi penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak ke depannya. (*)

