Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka

Bayangin lagi santai di pelabuhan, sejumlah nelayan kepergok bawa “kargo hidup” super langka. Bukan ikan, bukan juga hasil laut, ini 18 burung kasturi kepala hitam yang harganya bisa bikin dompet auto gemetar.

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 2:18 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
GELAR PERKARA: Direktur Krimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Wahyudi didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Artanto dan Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari saat gelar perkara di Mapolda Jateng, kemarin. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Aksi penyelundupan satwa dilindungi kembali terbongkar. Kali ini, tim Ditreskrimsus Polda Jateng bareng BKSDA Jateng berhasil menggagalkan pengiriman 18 ekor burung kasturi kepala hitam di kawasan Pelabuhan Juwana, Pati.

Yang bikin geleng-geleng, pelakunya bukan pemain lama kelas kakap (setidaknya yang kelihatan), tapi tiga nelayan asal Juwana berinisial EDP (25), BES (26), dan G (39). Mereka diciduk saat lagi bawa burung-burung langka itu tanpa dokumen resmi, alias ilegal.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Praktik Oplos Elpiji Subsidi Beromzet Miliaran

Direktur Krimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Wahyudi bilang, kasus ini kebongkar berkat laporan warga yang curiga ada pengiriman satwa dari Indonesia Timur ke Juwana. Nggak butuh waktu lama, tim langsung gerak cepat.

“Hasil penyelidikan, kami temukan 18 ekor burung kasturi lengkap dengan kandangnya sebagai alat kirim,” jelasnya. Dari hasil interogasi, ketahuan kalau burung-burung itu didatangkan dari Papua dan rencananya mau dijual dengan harga fantastis, Rp20 juta sampai Rp50 juta per ekor. Lumayan banget, tapi ya jelas bukan rezeki yang halal.

Jaringan Besar

Meski pelaku sudah diamankan, polisi belum berhenti. Dugaan adanya jaringan besar di balik penyelundupan ini masih terus didalami. Jadi, bisa aja ini cuma “pemain lapangan”, bukan otak utamanya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Jateng, Dyah Sulistyari ngingetin kalau burung kasturi kepala hitam bukan sekadar hewan eksotis buat dipajang. Mereka punya peran penting buat menjaga keseimbangan ekosistem hutan, khususnya di Papua. “Keberadaan satwa ini penting banget untuk kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Praktik Oplosan Gas Melon di Semarang

Atas aksi nekatnya, para tersangka dijerat UU Nomor 5 Tahun 1990 yang sudah di-update lewat UU Cipta Kerja. Ancamannya nggak main-main: penjara maksimal 15 tahun plus denda sampai Rp5 miliar.

Mau cuan cepat dari satwa langka? Kedengarannya menggiurkan. Tapi ujung-ujungnya, bukan untung yang datang, malah kamar sempit plus jeruji besi yang nunggu. Burungnya kembali terbang bebas, eh malah manusianya yang “dikandangkan”. (tebe)

You Might Also Like

Bukan Antek Asing atau HAARP, Dosen UGM Ungkap Fakta Kenapa 6 Gunung Erupsi Hampir Bersamaan

Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!

OTT KPK ke-18 pada 2026: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Jadi Bupati Kelima di Jateng yang Ditangkap

Di Tengah Bencana, Mendagri Janjikan ‘Hadiah’ Rp 1 Triliun untuk Daerah, Begini Syaratnya

Dari Balik Jeruji ke Catwalk: Batik Lapas Semarang Siap Naik Kelas

TAGGED:dishub kota semarangDitreskrimsus Polda Jatengheadlinekabid humas poldapenyelundupanpolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah
Next Article 41 Perlintasan Liar di Jateng Resmi “Game Over”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jangan Asal Klik! Anak SMP Temanggung Diingatkan, Radikalisme Bisa Menyelinap Lewat Medsos dan Gim Online

Jelang Penetapan UMP-UMK 2027, Buruh Curhat ke Ahmad Luthfi

DWS Soroti Penyadapan Prabowo, Sebut Mengarah ke Makar jika Unsur Pidana Terpenuhi

Ilustrasi upah buruh yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak (KHL).

Buruh Jateng Desak Perubahan Kebijakan 2027: Upah Layak Bukan Bonus!

Kader Posyandu Diminta Bantu Deteksi Stunting dan Anak Putus Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kolase lambang Partai Gerindra dan PDIP.
Politik

Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros

September 22, 2026
Ilustrasi rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah dijaga ketat personel TNI.
Hukum

Rantis Brimob Angkut 74 Kg Emas dari Sentul dan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Saling Berkaitan?

Juli 9, 2026
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat rapat dengan Kementerian Keuangan RI di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (19/8/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Januari 31, 2026
BELLA MENANGIS--Terpidana kasus penggelapan, Bella Puspita Sari menangis teringat anaknya usai sidang PK di pengadilan, Senin (11/5/2026). (bae)
Hukum

Jerit Tangis Bella di PN Semarang, Sudah Lama Terpisah dari Bayinya: “Saya Pengen Pulang!”

Mei 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukannya Ikan, Tiga Nelayan Juwana Kegep Bawa Burung Langka
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?