Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

T. Budianto
Last updated: April 29, 2026 10:59 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PESERTA SNC: Sejumlah peserta tampil pada Semarang Night Carnival (SNC) tahun lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di tengah laju modernisasi yang tak bisa dibendung, Kota Semarang memilih untuk tidak sekadar bertahan, tetapi juga beradaptasi. Budaya lokal tidak dibiarkan menjadi cerita masa lalu, melainkan terus dihidupkan dan dihubungkan dengan wajah kota hari ini, termasuk dalam pengembangan pariwisata.

Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga bentuk, tetapi juga merawat makna. Haryadi Dwi Prasetyo, selaku Sub Koordinator Sejarah dan Cagar Budaya menegaskan, budaya memang harus mengikuti perkembangan zaman, namun nilai dasarnya tidak boleh berubah.

“Yang dijaga itu nilai sejarah, filosofi, dan maknanya. Itu yang menjadi identitas. Sementara cara penyajiannya bisa menyesuaikan zaman,” jelasnya saat dihubungi, Senin (27/4/2026)

Baca juga: Enam Warisan Budaya Semarang Diakui Nasional

Semarang sendiri memiliki kekayaan budaya yang besar. Lebih dari 200 karya budaya telah terinventarisasi, mulai dari manuskrip, adat istiadat, bahasa, hingga seni pertunjukan. Jumlah ini diyakini belum sepenuhnya menggambarkan potensi yang ada, mengingat sejarah Semarang yang lekat dengan akulturasi berbagai etnis.

Namun, pelestarian tidak cukup hanya dengan pencatatan. Tantangan seperti minimnya regenerasi pelaku seni menjadi pekerjaan rumah yang nyata. Karena itu, pemerintah hadir melalui berbagai program pembinaan, seperti pelatihan dan workshop, untuk mendorong keterlibatan generasi muda.

Di sisi lain, upaya pelestarian juga berjalan beriringan dengan pengelolaan kawasan heritage. Kawasan Kota Lama menjadi contoh bagaimana ruang bersejarah tidak hanya dijaga secara fisik, tetapi juga dihidupkan dengan aktivitas budaya.

Lebih Dekat

Melalui konsep pertunjukan seperti Wayang on the Street, seni tradisional dibawa keluar dari panggung konvensional dan hadir langsung di ruang publik. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan penonton, tetapi juga membuat budaya terasa lebih dekat dan relevan bagi masyarakat.

“Jadi bukan hanya bangunannya yang dilestarikan, tapi juga suasananya. Kawasan itu hidup karena ada aktivitas budaya di dalamnya,” ujar Haryadi. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemanfaatan budaya untuk mendukung sektor pariwisata.

Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat bangunan bersejarah, tetapi juga menikmati pengalaman budaya secara langsung. Ke depan, Semarang menaruh harapan besar pada pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Konsep ini menekankan keseimbangan antara pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi, dan keterlibatan masyarakat. Menurut Haryadi, keberhasilan upaya ini tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.

Baca juga: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

Diperlukan kolaborasi lintas pihak, mulai dari masyarakat, pelaku seni, akademisi, hingga swasta dan media. “Kalau semua ikut bergerak, budaya tidak hanya bertahan, tapi juga bisa berkembang. Dan dari situ, pariwisata juga akan ikut tumbuh,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, Semarang tidak hanya berupaya menjaga warisan budayanya, tetapi juga mengubahnya menjadi kekuatan masa depan, sebuah fondasi untuk pariwisata yang tidak sekadar ramai, tetapi juga berkelanjutan dan berkarakter.

Semarang lagi berusaha bikin budaya tetap hidup, bukan sekadar dipajang buat difoto. Tinggal kita yang nentuin: mau ikut meramaikan, atau cukup jadi penonton yang cuma datang pas ada event doang? (dul)

 

Tulisan ini bagian dari fokus utama bacaaja.co pekan ini, “Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota”. (Red)

You Might Also Like

Bripda Rio Ikuti Jejak Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Brimob Aceh Murka

Balas Dendam Korbban Bullying: Ledakan SMAN 72 Jakarta, Lukai 55 Orang

Libur Panjang Datang, Jateng Bersiap Diserbu 7,8 Juta Pelancong

Musorprov Jateng Mundur, Tapi Calonnya Udah Fix Satu

TPPD Jateng Resmi Dibubarin, Pengamat Singgung Beban Anggaran

TAGGED:budaya semarangheadlineHUT Kota Semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Batang Mau Jadi “Shenzhen KW Super” Indonesia?
Next Article Jateng Targetkan 1.000 Desa Wisata + 1.000 Kreator di 2027

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEDULI KESEHATAN PERSONEL - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membangun kebiasaan peduli kesehatan personel melalui pelaksanaan Daily Health Checking sebelum memulai aktivitas kerja.

PLΝ Icon Plus Bangun Kebiasaan Peduli Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PSHAT TEMUI JOKOWI - Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Murjoko, dan jajaran pengurus bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jokowi, di Solo, Senin (14/9/2026).

Ketua PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Sumber, Bahas Agenda Politik?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

BERSIAP LOMBA - Tiga peserta MTQ Nasional Cabang Fahmil Qur'an dari Maluku Utara sedang menyiapkan diri untuk lomba, Senin (14/9/2026). Satu di antaranya adalah Saifullah, yang mengaku jatuh cinta akan indahnya Semarang. (dul)

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

TPPU Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Keseret Kasus Pencucian Uang Rp20 Miliar

Desember 24, 2025
LIHAT SATWA--Rombongan anak-anak bersama pendamping sedang melihat satwa di Semarang Zoo. (ist)
Info

Catat Nih, Musim Liburan Ini Pelajar Gratis Masuk Semarang Zoo

Juni 6, 2026
Info

Jelang MTQ Nasional, Agustina Gembleng Satlinmas

Agustus 2, 2026
Ekonomi

“Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

November 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?