Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

R. Izra
Last updated: April 23, 2026 3:53 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar berbicara di depan media, Selasa (21/4/2026). (bae)
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar berbicara di depan media, Selasa (21/4/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong aktivitas seni dan budaya. Bahkan ia ingin geliatnya sanpai ke tingkat kampung. Biar nggak cuma ramai di pusat kota saja.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, bilang ini jadi bagian dari visi Wali Kota.

“Ibu Wali Kota Semarang punya visi-misi bagaimana seni budaya itu terus dikembangkan,” kata Samsul saat ditemui Selasa (21/4/2026).

Bacaaja: Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?
Bacaaja: Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung

Menurut dia, seni nggak boleh cuma berhenti di acara pameran atau pertunjukan besar. Harus ada ruang yang terus hidup dan bisa diakses warga sehari-hari.

Makanya, Pemkot mendorong tiap kelurahan dan kecamatan punya ruang kreatif. Tempat warga bisa berkesenian, mulai dari lukis, seni rupa, sampai pertunjukan.

Tujuannya biar masyarakat punya wadah untuk berekspresi. Sekaligus bikin suasana kampung lebih hidup.

“Harapannya setiap kelurahan, kecamatan ada tempat-tempat orang untuk bersemangat, baik dari seni, rupa, lukis, budaya, apapun itu,” imbuhnya.

Samsul menegaskan, dukungan ini juga dibarengi anggaran. Jadi bukan sekadar wacana. Namun, ia tidak merinci berapa anggaran untuk kesenian dan kebudayaan di kota ini.

Pemkot berharap seni budaya nggak lagi eksklusif. Tapi benar-benar dekat dengan masyarakat. Harapannya, seni nggak cuma jadi tontonan. Tapi juga punya nilai ekonomi dan bisa menghidupi pelakunya.

Pada 2 Mei 2026 ini, Kota Semarang merayakan hari jadi yang ke-479. Menurutnya ini bisa sekaligus jadi momen evaluasi agar kekayaan budaya kota ini dapat terus terjaga di tengah kemajuan zaman. (bae)

You Might Also Like

Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang

Antisipasi Kondisi Darurat, Polda Jateng Siagakan Helikopter Ambulans di Kalikangkung

Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Jalan di Kawasan Industri Candi Diperbaiki, Warga: Gak Bikin Kami Was-was Lagi

Dampak Merger 9 LPM, Persma UIN Walisongo Keluhkan Hilangnya Identitas

TAGGED:budayadisbudparkampungkesenianSemarangseni-budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mbak Ita duduk bareng Alwin saat menunggu sidang PK bersama penasihat hukumnya, Kamis (23/4/2026). (bae) Mbak Ita-Alwin Kembali Melawan! Babak Baru Kasus Eks-Wali Kota Semarang, Ajukan PK
Next Article Stand Indonesia Diserbu di Yordania: dari Wayang sampai Es Cendol, Semua Laris Manis!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Seni Kampung di Semarang: Ada, Tapi Kerap “Nyala” lalu “Redup”

Semarang Punya Seniman, Tapi Ekosistemnya Masih “Nyari Bentuk”

Soal MBG, Zulhas: Kalau Basi, Komplain Langsung ke SPPG, Nggak Usah Drama di Medsos

Stand Indonesia Diserbu di Yordania: dari Wayang sampai Es Cendol, Semua Laris Manis!

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar berbicara di depan media, Selasa (21/4/2026). (bae)

Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Periset dan Pengelola Program Hysteria, Purna Cipta Nugraha.
Lakon Lokal

Purna Cipta Hysteria: Kampung, Identitas Kota yang Sering Terlupakan

Maret 23, 2026
Iko Juliant Junior, mahasiswa FH Unnes, meninggal dalam kondisi tak wajar.
Daerah

“Ampun Pak, Jangan Pukuli Saya Lagi,” Kematian Janggal Mahasiswa FH Unnes

September 2, 2025
Tugu Muda yang menjadi simbol perjuangan rakyat Semarang dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. (ist)
Plesir

Beragam Spot Wisata Sejarah di Semarang, Jangan Lupa Kunjungi Little Netherlands

Maret 26, 2026
Mobil pickup roda depannya kejeblos lubang jalan di Kawasan Industri Candi Semarang, Minggu (25/1/2026). (bae)
Info

Jalan Kawasan Industri Candi Rusak Parah, Warga: Berlubang Seperti Kolam Ikan

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?