BACAAJA, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong aktivitas seni dan budaya. Bahkan ia ingin geliatnya sanpai ke tingkat kampung. Biar nggak cuma ramai di pusat kota saja.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, bilang ini jadi bagian dari visi Wali Kota.
“Ibu Wali Kota Semarang punya visi-misi bagaimana seni budaya itu terus dikembangkan,” kata Samsul saat ditemui Selasa (21/4/2026).
Bacaaja: Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?
Bacaaja: Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung
Menurut dia, seni nggak boleh cuma berhenti di acara pameran atau pertunjukan besar. Harus ada ruang yang terus hidup dan bisa diakses warga sehari-hari.
Makanya, Pemkot mendorong tiap kelurahan dan kecamatan punya ruang kreatif. Tempat warga bisa berkesenian, mulai dari lukis, seni rupa, sampai pertunjukan.
Tujuannya biar masyarakat punya wadah untuk berekspresi. Sekaligus bikin suasana kampung lebih hidup.
“Harapannya setiap kelurahan, kecamatan ada tempat-tempat orang untuk bersemangat, baik dari seni, rupa, lukis, budaya, apapun itu,” imbuhnya.
Samsul menegaskan, dukungan ini juga dibarengi anggaran. Jadi bukan sekadar wacana. Namun, ia tidak merinci berapa anggaran untuk kesenian dan kebudayaan di kota ini.
Pemkot berharap seni budaya nggak lagi eksklusif. Tapi benar-benar dekat dengan masyarakat. Harapannya, seni nggak cuma jadi tontonan. Tapi juga punya nilai ekonomi dan bisa menghidupi pelakunya.
Pada 2 Mei 2026 ini, Kota Semarang merayakan hari jadi yang ke-479. Menurutnya ini bisa sekaligus jadi momen evaluasi agar kekayaan budaya kota ini dapat terus terjaga di tengah kemajuan zaman. (bae)

