Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”

Di era hiburan yang tinggal swipe dan scroll, ada satu seni lama yang masih setia tampil “offline”, Gambang Semarang. Nggak ikut arus viral-viral cepat, tapi justru pelan-pelan buktiin kalau tradisi juga bisa tetap relevan.

T. Budianto
Last updated: April 21, 2026 7:12 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Direktur Gambang Semarang Art Company, Tri Subekso. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gambang Semarang masih terus hidup di tengah perubahan zaman. Di saat hiburan makin digital dan serba cepat, kesenian tradisional ini ternyata belum kehilangan panggung.

Tri Subekso dari perkumpulan Gambang Semarang Art Company (GSAC) bilang, Gambang Semarang bukan sekadar tari. Lebih dari itu, ini seni pertunjukan lengkap. Ada musik, cerita, sampai unsur teater.

“Jadi kami ini punya misi untuk mengenalkan kembali Gambang Semarang sebagai satu pertunjukan yang utuh,” ujarnya saat ditemui dalam acara pameran kesenian di Semarang, Senin (21/4/2206).

Selama ini banyak orang cuma tahu Gambang Semarang sebatas tari empat penari. Padahal isinya lebih kaya. Mirip lenong atau ketoprak yang punya alur cerita dan pesan.

Baca juga: Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

Gambang Semarang juga jadi simbol percampuran budaya. Ada unsur Jawa dan Tionghoa yang menyatu. Terlihat dari gerakan, musik, sampai alat yang dipakai. Lewat pentas, mereka juga bawa cerita tentang Semarang. Kota yang penuh keberagaman. Semua itu dibungkus dalam pertunjukan yang ringan tapi bermakna.

Di sisi lain, tantangan zaman nggak bisa dihindari. Teknologi berkembang cepat. Selera hiburan juga berubah. Tri mengaku sempat kepikiran soal nasib Gambang Semarang ke depan. Apakah masih bisa relevan di era modern seperti sekarang. “Sejauh ini sejak kami awal berdiri sampai hari ini, itu masih diminati,” ujarnya.

Diminati Anak Muda

Hal menarik justru datang dari penonton. Tri selaku Direktur GSAC menyatakan, banyak anak muda mulai datang ke pementasan Gambang Semarang. Mereka penasaran dan akhirnya menikmati.

Setiap kali GSAC tampil, penontonnya ramai. Antusiasme terasa, apalagi saat pentas digelar di ruang-ruang kampung. Tahun 2025 jadi momen penting. GSAC bikin Festival Gubuk Semarang di empat kampung lama. Mulai dari Sekayu, lalu Kelenteng Siho Kiong di Sebandaran.

Kemudian lanjut ke Kampung Kauman dan ditutup di Kampung Sumatera. Di tiap lokasi, warga datang berbondong-bondong. Dari situ terlihat, Gambang Semarang masih punya tempat. Bahkan bisa jadi jembatan antara tradisi dan generasi sekarang.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Kuncinya ada di cara penyajian. Selama bisa dekat dengan penonton dan dikemas menarik, kesenian lama tetap bisa hidup. Bahkan, makin relevan di tengah zaman yang terus berubah.

Di saat banyak konten cuma bertahan 15 detik lalu hilang, Gambang Semarang justru tetap berdiri tanpa harus viral. Mungkin bukan karena kalah cepat, tapi karena nggak semua yang bertahan harus ikut buru-buru. Kadang yang awet justru yang nggak ikut tren. (bae)

You Might Also Like

DPRD Jateng Sahkan RPJMD dan SOTK Baru

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Kesaksian Korban Selamat Bus Maut PO Cahaya Trans: Jalan Menikung, Sopir Malah Ngegas

BREAKING NEWS: Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Tinggal Tiga Laga, PSIS Ditinggal Pelatih

TAGGED:budaya semaranggambang semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal
Next Article BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggaran Jumbo MBG Disorot, KPK Bilang Rawan, Ah Berani?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

SIKAPI PERCERAIAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama pihak Pengadilan Agama Semarang menjalin kerja sama menyikapi kasus perceraian. (ist)

Tiap Tahun Ribuan Pasutri Cerai, Pemkot Semarang Pikirkan Nasib Janda dan Anaknya

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol).

Harapan Ojol Jateng di Tengah Rencana Revisi UU Lalu Lintas

Demo Memanas di Eropa, KBRI Diminta Siaga Lindungi WNI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).
Hukum

Ngeri! Oknum Polisi di Tegal Siksa Istri, Korban Disuruh Racik Narkoba hingga Disiram Air Keras

Juli 5, 2026
Ilustrasi kritik yang disampaikan melalui medsos. (grafis/wahyu)
Hukum

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

Januari 5, 2026
Pendidikan

Dua Ton Harapan dari Semarang: FK Unnes Kirim Bantuan ke Aceh

Desember 20, 2025
Ekonomi

Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”

April 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Semua Serba Scroll, Gambang Semarang Pilih “Live Show”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?