Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

R. Izra
Last updated: Februari 10, 2026 7:18 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng resmi membuka Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 di kawasan Alun-alun Masjid Agung Semarang (Kauman), Sabtu (7/2/2026).
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng resmi membuka Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 di kawasan Alun-alun Masjid Agung Semarang (Kauman), Sabtu (7/2/2026).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Festival Pasar Rakyat Dugderan tak lagi diposisikan sekadar agenda tahunan menjelang Ramadan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kini tengah memperjuangkan tradisi tersebut agar diakui sebagai Warisan Budaya Indonesia, demi menjaga nilai sejarah sekaligus identitas kota.

Festival Dugderan 2026 resmi dibuka di kawasan Alun-alun Masjid Agung (Kauman) pada Sabtu (7/2/2026). Dari suara kapal otok-otok sampai aroma jajanan tradisional, semuanya bikin suasana jadi super hidup.

Bacaaja: Menengok Nglimut di Kendal, Tempat Favorit Warga Rehat Sejenak dari Penatnya Aktivitas
Bacaaja: Masih Ingat Dias, Dosen Unissula Ribut dengan Dokter? PN Semarang Jatuhkan Denda Rp8 Juta

Mengusung tema “Bersama dalam Budaya, Toleransi dalam Tradisi,” perhelatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari hingga 16 Februari mendatang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Dugderan merupakan tradisi panjang yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Karena itu, upaya mendorong pengakuan sebagai warisan budaya dinilai penting agar keberlangsungannya tetap terjaga lintas kepemimpinan.

“Doakan, ya. Kalau ini menjadi warisan budaya, siapa pun wali kotanya wajib mengadakan pasar Dugderan,” ujarnya.

Menurut Agustina, penguatan status budaya bukan hanya soal seremoni, tetapi juga strategi merawat memori kolektif masyarakat sekaligus mempertegas karakter Kota Semarang di tengah arus modernisasi.

Pembukaan festival semakin semarak dengan panggung hiburan yang menampilkan kesenian lokal serta musik “Dangdut Jadoel” dari Orkes Melayu Lorenza.

Nuansa nostalgia juga terasa melalui busana tempo dulu yang dikenakan jajaran pejabat Pemkot, hingga hadirnya mainan tradisional seperti kapal otok-otok dan celengan gerabah.

Tak berhenti pada aspek budaya, Dugderan juga disiapkan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo hingga Alun-alun Barat disulap menjadi area perdagangan tertata yang diisi ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima.

“Dugderan harus menjadi panggung rakyat. Semua orang yang ingin berjualan silakan, yang penting tertib dan pelaku usaha kecil menjadi prioritas utama,” jelas Agustina.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemkot mengoordinasikan berbagai instansi mulai dari Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga aparat keamanan.

Rekayasa lalu lintas dan pengelolaan kebersihan turut disiapkan guna memastikan kenyamanan pengunjung.

Antusiasme juga datang dari para pedagang. Lis, salah satu penjual kuliner, mengaku senang karena dagangannya sempat dicicipi langsung oleh wali kota saat meninjau lokasi.

“Senang, katanya enak. Harapannya bisa berjalan lancar, tambah ramai pedagang dan pengunjung,” ujarnya.

Pemkot berharap rangkaian Dugderan tahun ini dapat memperkuat posisi tradisi tersebut, bukan hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, dan ekonomi bagi Kota Semarang. (*)

You Might Also Like

Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan

Dukung Generasi Emas, Pemkot Genjot Raperda Pendidikan Inklusif

Isu War Tiket Haji Muncul Bukan Rebutan Tapi Evaluasi

AHY: Jangan Baperan, Rapatin Barisan Kalau Mau Menang 2029!

Alat Berat Telat! Drama Evakuasi Panjang Runtuhnya Gedung Ponpes Al Khoziny

TAGGED:agustina wilujengdugderanSemarangtradisiwali kota semarangwarisan budaya nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026). Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal
Next Article Uji Coba Kontra PSIM EPA, PSIS Mantapkan Skuad

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kripto.
Hukum

Pelapor Kasus Kripto Timothy Ronald Ngaku Rugi Rp3 Miliar, Diperiksa Polisi

Januari 14, 2026
Banjir sempat merendam kawasan Lamicitra, Semaramg, Jumat (9/1/2026).
Info

Banjir Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Gara-Gara Tanggul Jebol Plus Hujan

Januari 9, 2026
Ekonomi

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

Mei 29, 2026
Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Ekonomi

Gula-Gula Pahit: Petani Tebu Keok, Mafia Gula Makin Oke, Pemerintah Kok Diam Aja?

September 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?