Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nggak Bisa Lagi Andelin Pajak Kendaraan, Jateng Mulai Cari “Sumber Cuan” Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Nggak Bisa Lagi Andelin Pajak Kendaraan, Jateng Mulai Cari “Sumber Cuan” Baru

Zaman berubah, pemasukan daerah juga harus ikut upgrade. Pemprov Jawa Tengah mulai sadar: terlalu lama bergantung pada pajak kendaraan itu nggak aman. Sekarang, strategi baru disiapkan, cari sumber duit lain biar kas daerah tetap sehat.

T. Budianto
Last updated: April 8, 2026 7:29 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Plt Kepala Bapenda Jateng, Muhamad Masrofi. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng lewat Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai putar haluan. Dalam rapat koordinasi penyusunan rencana anggaran pendapatan 2027 di Surakarta, isu diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) jadi topik utama.

Plt Kepala Bapenda Jateng, Muhamad Masrofi menegaskan, kalau ke depan daerah nggak bisa lagi “bergantung hidup” dari pajak kendaraan bermotor. “Diversifikasi pendapatan itu wajib, supaya struktur fiskal kita lebih kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang bikin pemasukan dari sektor kendaraan mulai goyah. Mulai dari daya beli masyarakat yang menurun, tren peralihan ke kendaraan listrik, sampai kondisi ekonomi global yang ikut berpengaruh.

Baca juga: Jateng Gaspol Susun “Uang Sendiri” buat 2027

Karena itu, Pemprov Jateng mulai melirik sumber lain. Di antaranya lewat peningkatan kinerja BUMD dan BLUD, optimalisasi aset daerah, hingga penguatan pajak daerah lainnya.

Masrofi optimistis, kalau semua pihak kompak, potensi pendapatan bisa digali lebih maksimal. “Sinergi jadi kunci. Pemerintah, penegak hukum, dan stakeholder harus jalan bareng,” tambahnya.

Bergerak Bersama

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga kasih penegasan tegas. Menurutnya, urusan pendapatan daerah nggak bisa jalan santai. “Pendapatan daerah harus dikejar. Semua harus bergerak bersama, nggak bisa sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, plus peran masyarakat dalam taat pajak sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Baca juga: Gedung Sekolah Jadi ‘Mesin Uang’? Cara Jateng Bikin Aset Jadi Sumber Cuan

Rapat koordinasi yang diikuti ratusan peserta ini diharapkan bisa melahirkan kebijakan yang lebih adaptif dan realistis, supaya keuangan daerah tetap kuat di tengah tantangan ekonomi yang makin dinamis.

Kalau selama ini pajak kendaraan jadi “andalan”, sekarang saatnya move on. Soalnya, kalau sumber pemasukan cuma satu, yang deg-degan bukan cuma kas daerah… tapi masa depan pembangunan juga ikut goyah. (tebe)

You Might Also Like

Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung

Serunya Mudik Naik Kereta Sekalian Berburu Uang Baru, Ada di Stasiun Tawang dan Poncol

WNI Jadi Tentara Bayaran Israel Bikin Heboh Netizen, Kemenlu: Kami Belum Mengetahui

Cerita Prabowo ‘Hilangkan’ 48 Juta Jiwa Penduduk Indonesia saat Lapor Trump di Forum BoP

Polda Jateng Larang Pengelola SPPG Polri Hadiri Panggilan Kejaksaan, Kejati: Ya Monggo, tapi . . .

TAGGED:apbdheadlinepemprov jatengpendapatan daerah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Balik Nama Gratis, Masih Nunda?
Next Article Dito (berkaus tahanan) kembali ditangkap karena menjadi begal di Semarang. (bae) Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

BERUARA KERAS - PWNU Jateng bersuara keras jelang Muktamar NU di Jombang. Deklarasikan 6 poin penting, dari tolak politik uang hingga intervensi istana.

Keras! PWNU Jateng Deklarasi Tolak Money Politics hingga Intervensi Istana Jelang Muktamar NU di Jombang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Seribu Dapur “Disemprit”, Prabowo Ingin MBG Nggak Asal Jadi

Maret 20, 2026
Warga melihat jembatan yang menghubungkan Desa Duren dan Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang ambrol pada Senin (23/2/2026). Pemdes setempat membuat jembatan darurat agar 800-an warga di Desa Duren tak terisolasi.
Info

800 Warga Sumowono Terisolasi, Jembatan Penghubung Antardesa Ambrol

Februari 24, 2026
Ekonomi

Bikin Naik Bus Makin Praktis, Pemprov Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Trans Jateng

September 17, 2025
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan korban demo ricuh di Pati. (bae)
Daerah

22 Pendemo Pati yang Sempat Diciduk, Akhirnya Pulang Bawa Cerita

Agustus 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nggak Bisa Lagi Andelin Pajak Kendaraan, Jateng Mulai Cari “Sumber Cuan” Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?