Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua

Di tengah timeline yang isinya scroll, swipe, dan skip, wayang dan karawitan masih punya tempat, asal ada yang mau nerusin. Wagub Jateng Taj Yasin percaya, Gen Z bukan generasi yang alergi budaya. Mereka cuma butuh ruang dan panggung dan itu yang coba dirawat dari Semarang.

T. Budianto
Last updated: Desember 28, 2025 8:59 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
HUT SINDHU LARAS: Wagub Jateng, Taj Yasin menghadiri peringatan HUT ke-4 Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menghadiri peringatan HUT ke-4 Sanggar Seni Sindhu Laras Bocah di Sanggar Teater Lingkar, Kedungmundu, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025).

Di hadapan anak-anak dan pegiat seni, Gus Yasin, sapaan akrabnya, menyampaikan harapan sederhana tapi dalam. “Semakin tambah usia, semakin tambah peminatnya untuk nguri-uri kebudayaan,” ujarnya di sela acara.

Menurutnya, upaya melestarikan karawitan dan wayang seperti yang dilakukan Sindhu Laras Bocah perlu ditiru komunitas seni lain di Jateng. Terutama karena yang terlibat adalah generasi muda, bahkan Gen Z yang sering dicap lebih dekat ke gawai ketimbang gamelan.

Baca juga: Wayang Orang On The Street Kota Lama: Walikota Agustina jadi Sang Hyang Wenang

Gus Yasin justru mengapresiasi minat generasi Z yang mau belajar wayang dan karawitan. Di era globalisasi yang serba digital, ia menilai manusia makin rentan hidup sendiri-sendiri.

Lewat kesenian, seperti yang digarap Teater Lingkar dan Sindhu Laras Bocah, nilai dasar manusia sebagai makhluk sosial bisa dirawat lagi. Budaya, kata dia, bukan cuma tontonan, tapi juga sarana membangun karakter, belajar saling menghormati, berpikir kritis, dan berani memberi masukan.

Nilai Kemanusiaan

Ia menegaskan, teknologi boleh terus maju, tapi jangan sampai menggerus nilai-nilai kemanusiaan. “Saya lihat siswanya semakin banyak. Ada juga pagelaran wayang Malam Jumat Kliwon. Harapannya bisa menarik masyarakat lebih luas, bahkan jadi wisata berkelas internasional dari Kota Semarang,” kata Gus Yasin.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Ia mengaku bangga Kota Semarang punya pagelaran wayang rutin Malam Jumat Kliwon yang digelar Teater Lingkar dan Sindhu Laras Bocah.

Baca juga: Semarang Gaspol Jadi Kota Wisata: Event Dibikin Meriah, Kotanya Dipoles Biar Makin Keren

“Pemkot Semarang mendukung penuh Teater Lingkar yang menumbuhkan kecintaan pada budaya sendiri. Terima kasih kepada anak-anak, terus berlatih dan tunjukkan kemampuan lewat karya,” ujarnya.

Di saat Gen Z sering dibilang cuma kuat di jempol, ternyata ada juga yang kuat di kendang dan sabet wayang. Tinggal satu tantangan: bikin budaya lokal tetap eksis tanpa harus pakai filter viral dulu baru dianggap keren. (tebe)

You Might Also Like

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat

Demak Kebanjiran (Lagi), Pemprov: “Gak Bisa Tambal Sulam Terus”

Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M

Semen Hilang, Satu Sak Rp120 Ribu

Dapur MBG Sudah Kinclong Berdiri, Tapi Belum Bisa Jalan

TAGGED:dalangheadlinepemkot semarangpemprov jatengwayang kulit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ini Cara Pemprov Bikin Layanan Terasa Lebih Dekat
Next Article Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung pemerintah sebenarnya punya niat baik: anak sekolah kenyang, cerdas, dan sehat. Tapi realitanya, justru banyak siswa keracunan massal di berbagai daerah. Programnya keren di pidato, tapi di lapangan? Bisa bikin perut mules berjamaah.
Opini

Makan Bergizi Gratis, Tapi Rakyatnya Masuk IGD

September 21, 2025
Hukum

Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Desember 10, 2025
Skandal ijazah palsu, dan plagiarisme tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di belahan dunia, saat ini juga nyaris dipenuhi dengan banyaknya pejabat negara yang terlibat dalam skandal ijazah palsu. Foto: ilustrasi
Unik

Deretan Skandal Ijazah Palsu Pejabat di Belahan Dunia

Juli 19, 2025
Ilustrasi rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah dijaga ketat personel TNI.
Hukum

Rantis Brimob Angkut 74 Kg Emas dari Sentul dan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Saling Berkaitan?

Juli 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?